
Erlena langsung melepaskan tangan-Nya dari Melvino.
"Apa-apa an sih, kamu Vin?" tanya Erlena dengan semburat merah di pipi-Nya.
"Nggak apa-apa, kan lu kedinginan," jawab Melvino santai.
"Ya, tetapi jangan kayak gitu. Kamu buat aku kaget tahu nggak?" marah Erlena dengan mata yang membulat.
Melvino yang melihat kedua bola mata-Nya Erlena yang membulat membuat-Nya ingin mencium di kelopak kedua bola mata-Nya si Erlena. Namun, dia takut Erlena menjadi baper karena perbuatan diri-Nya.
Erlena yang melihat Melvino berdiam diri sambil melamun dan senyum-senyum sendiri di buat heran. Mengapa tidak di buat heran, karena bukan hanya senyum-senyum sendiri saja, tetapi mulut-Nya Melvino seperti sedang melakukan ritual komat-kamit seperti jin.
"Hai, Melvin, kamu tuh kenapa sih hah? Kamu lagi meramal sesuatu kah? Sampai mulut-Nya kamu juga ikut komat-kamit. Lagi meramal apaan sih? Aku jadi penasaran nih, apakah kamu meramal supaya kita berjodoh?" tanya Erlena beruntung dengan tatapan pupy eyes-Nya.
Melvino pun terkejut akhir-Nya diri-Nya tersadar dari lamunan-Nya. Dia terkejut saat mendengar bahwa 'Supaya kita berjodoh'. Maksud-Nya apaan sih? Dia tidak mengerti dengan arahan pembicaraan-Nya Erlena.
"Loh? Lu ngomong apaan sih? Gue jadi bingung sumpah?" tanya balik Melvino dengan wajah bingung-Nya.
"Is, kamu tuh tadi lagi meramal ya? Karena aku lihat kamu memang seperti sedang meramal? Kamu ramalin supaya kita berjodoh di masa depan ya?" tanya Erlena kegeeran.
Melvino yang mendengar pertanyaan dari Erlena langsung membulat mata-Nya.
"Heh, mana ada gue ngeramalin kita bisa berjodoh. Mana mungkin! Kalau pun iya itu berarti bukan Melvin, tetapi orang lain yang sedang giladan mencintai cewek gila," sindir Melvino sambil tersenyum miring.
Jleb.
Sangat sakit saat kita berharap sangat tinggi kepada seseorang. Namun, saat kita sudah terbang langsung di hempaskan oleh cowok yang kita cintai. Erlena hanya bisa tersenyum pedih karena diru-Nya terlalu kegeeran dan terlalu berharap lebih kepada Melvin.
"Cepat tidur dahulu, nanti gue bangunin," sambung Melvino sambil menutup mata-Nya Erlena dengan tangan-Nya.
"Ish, ya sudah. Selamat tidur Vin," ucap Erlena sambil memejamkan mata-Nya agar segera tertidur.
Saat Erlena menutup mata-Nya dia langsung menghela napas kasar-Nya karena diri-Nya sekarang mulai kegeeran karena sikap dan tingkah laku-Nya Melvino saat di dekat-Nya.
"Iya, Lena cantik," gumam Melvino sambil menatap wajah Erlena yang polos saat sudah tertidur.
Melvino pun ikut memejamkan mata-Nya, bukan untuk tertidur karena memang dia tidak merasa mengantuk.
SKIP.
Mereka pun telah sampai di Jakarta.
__ADS_1
Melvino dengan cepat menepuk pipi Erlena dengan lembut dan memanggil-Nya agar segera bangun dari tidur-Nya.
"Lena, bangun. Sudah sampai nih," ucap melvinl sambil menepuk pipi Erlena dengan lembut.
"Eughh," Erlena yang terbangun dari tidur nyenyak-Nya.
"Hoammm.... Sudah sampai ya Vin?" tanya Erlena sambil mengucek-ngucek mata-Nya yang terasa gatal.
"Iya, jangan di kucek-kucek mata-Nya, nanti iritasi," jawab Melvino sambil menarik tangan-Nya Erlena agar tidak mengucek-ucek mata-Nya lagi.
"Ayuk buruan, di sana sudah banyak yang menunggu kita," ucap Melvino sambil menarik koper-Nya lalu meninggalkan Erlena sendiri yang masih melongo.
"Loh? kok bisa sih gue sampai ketiduran begini? Apa tadi gue tadi ngorok nggak ya? Haduh, semoga gue tadi tetap bobo cantik supaya bisa dapat perhatian dari Elvin," ucap Erlena di dalam hati tanpa sadar bahwa Melvino meninggalkan diri-Nya seorang diri.
"Tadi sifat-Nya lembut sekarang dingin, terus gue di tinggalkan sendirian? Nasib! Nasib!" Ucap Erlena sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu pergi meninggalkan pesawat dan tidak lupa untuk menarik koper-Nya.
Saat mereka sudah berkumpul di pintu masuk utama bandara, seketika papi Erlena memulai pembicaraan.
"Kalian letih?" tanya papi Erlena penuh perhatian.
"Iya om," jawab mereka semua kecuali erlena yang sedang sibuk dengan ponsel-Nya.
TING.
BUNDA.
"Vin, maaf ya bunda baru ngucapin sekarang. Selamat ulang tahun anak bunda yang tampan. Semoga kamu selalu di beri kebahagiaan, makin tampan, makin cerdas, kurang-kurang n sifat dinginmu itu. Jangan lupa cari cewek yang tulus mencintaimu. Jangan kau sia-siakan cewek yang mencintaimu atau kamu akan menyesali perbuatanmu, saat dia sudah pergi dari sisimu! Ingat itu! Intinya bunda selalu mendoakan mu yang terbaik." ucap bunda di chattingnya.
"Baik bunda, terima kasih atas doanya. Masalah cewek aku tidak peduli Bun, aku ingin fokus dengan diri ku sendiri,"
"Seterahmu lah nak! Bunda hanya ingin yang terbaik untukmu,"
"Ya, ya, ya. Seterah bunda," ucap Melvino terkekeh di dalam hati-Nya.
OFF.
Melvino pun mengakhiri chatting dengan bundanm-Nya.
"Ini mau pakai taxi bandara atau Grab?" tanya mami Erlena yang sudah letih.
"Pakai sopir pribadi Lena mau mi?" tanya Erlena balik.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu mempunyai sopir pribadi Len?" tanya papi Erlena bingung.
"Sudah lama," jawab Erlena singkat.
"Pakai sopir pribadimu saja Len, biar cepat," ucap mami Erlena yang sedari tadi menutup mata-Nya.
"Oke," jawab Erlena singkat.
Kemudian Erlena mengirim pesan kepada sopir pribadi-Nya, untuk menjemput mereka. Sopir pribadi Erlena adalah anggota 'BLACK WHITE TIGER'.
Tit
Tit
Tit.
"Tuh dia datang," ucap Erlena sambil menarik kopernya.
"Yang cewek masuk kemobil yang ini. Yang cowok masuk kemobil yang itu," titah erlena sambil menunjukkan mobilnya.
"Siap Len " patuh mereka semua.
Mereka semua pun memasuki mobil yang di suruh oleh Erlena.
Di dalam mobil para cewek, teman-teman erlena hanya diam sambil menatap kearah jalanan.
"Apa kabar?" tanya Erlena kepada anak buahnya.
"Baik Queen," jawab anak buah Erlena polos tanpa menyadari teman-teman dan mami Erlena yang membulatkan matanya.
Erlena mencubit paha anak buahnya sambil menatap tajam. Seolah mengerti dengan tatapan tajam yang di berikan untuknya langsung menyadari atas kesalahannya.
"Ekh, salah nona," ucap anak buah Erlena canggung.
"Iya," jawab Erlena singkat.
Tetapi mereka semua menyadari dengan tingkah laku-Nya si Erlena dengan anak buah Erlena yang aneh. Mereka melihat saat Erlena mencubit paha anak buahnya Erlena. Mereka memilih diam dan mereka akan menintrogasikan Erlena.
"Baik non," jawab anak buah singkat.
"Gimana keadaan di sana?" tanya Erlena sambil menatap lurus kearah perjalanan.
__ADS_1
"Baik, tidak ada kendala apapun. Cuman ada yang perlu nona ketahui. Nanti saya kasih tahu," jawab anak buah detail.