Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 74


__ADS_3

"Nona, nih susu formula-Nya sama cemilan


nya, ini uang nya sisa dua puluh lima ribu," ucap Leo sambil menyodorkan uang dua puluh lima ribu kepada Erlena.


"Oh, iya terima kasih Leo, ambil saja untukmu anggap saja ongkos pengiriman nya ya kan, kamu juga pasti lelah bukan? ha-ha-ha," tolak Erlena yang di akhiri tawa-Nya.


"Beneran nih uang-Nya untuk saya non, lumayan banget nih?" tanya Leo untuk memastikan.


"Iya, ihh...." Ucap Erlena gemas dengan tingkah laku yang di buat oleh Leo.


"Oke deh, saya mau beli coklat dahulu deh untuk pacar saya hehe," ucap Leo sambil memutar balik badan nya.


"Heh, emangnya kamu punya pacar bukannya kamu jomblo ngenes yak?" tanya Erlena sambil menatap Leo sinis.


"Punya kok, dia ada di.." Jawab Leo.


"Iya lagi di pantai, ngapain sih ngejar yang nggak pasti?" sela Erlena sambil tertawa mengejek.


"Eits, daripada nona? Sudah empat tahun mengejar cowok yang nggak pasti? Padahal dia sudah menolak cintanya nona berulang kali. Seharusnya nona mundur atau menyerah saja dari pada makan hati mulu kan xixixi.m," ejek Leo sambil terkekeh.


JLEB.


"Anj***, nalu banget gue ban**at. Eh, tetapi benar juga yang di katakan oleh leo. Ais tau ah bodo amat," umpat Erlena di dalam hati.


"Akhhh sudahlah gue kalah, lu pergi sana bikin jadi beban pikiran saja," usir Erlena yang sedang menutupi semburat merah di pipinya.


"Malu bos? Malu lah masa nggak ha-ha-ha. Babay nona saya pergi dahulu mau ke tempat pujaan hati..." Pamit Leo langsung berlari terbirit-birit.


"Sialan tuh leo," umpat Erlena kesal.


"Rangga jangan ikutin pamanmu ya? Dia itu bukan panutanmu, kamu harus nurut sama mamy okay," bisik Erlena sambil menaruh di Rangga ke tempat box bayi.

__ADS_1


"Aduh! Gue rindu lagi sama Elvin, gue chat saja deh..." Pikir Erlena sambil mengambil ponselnya di meja makan lalu mengetik mengirim pesan kepada Melvino yang sangat di cintainya.


CHATTING ERLENA BERSAMA MELVINO....


"Hai! Elvinku sayang," sapa Erlena di dalam Line.


"Hm," sapa balik Melvino cepat.


"Tumben cepat jawabnya? Biasanya di read doang?" tanya Erlena penasaran dengan perubahan Melvino.


"Lagi nggak ssibuk, nanti nggak di jawab salah di jawab salah juga. Maunya apa sih," jawab Melvino singkat.


"Kan cuman bingung ih, Elvin sudah makan?" tanya Erlena penuh perhatian.


"Sdh," jawab Melvino.


"Sudah mandi atau belum?" tanya Erlena.


"Ihh pantas bau sampai ke sini, sana mandi Vin! Lena nggak suka kalau Elvin belum mandi, bau tahu nggak!" Titah Erlena.


Di seberang sana Melvino yang membaca perintah Erlena terkikik geli, padahal dia sudah mandi pas satu jam yang lalu. Melvino hanya ingin menggoda Erlena saja, hatinya merasa hangat jika Erlena memberi perhatian kepadanya saja bukan orang lain.


"Y, sdh," sahut Melvino.


"Ya? Sudah? Apaan sih Vin? Lena bingung," tanya Erlena bingung.


"Gue sdh mandi," jawab Melvino.


"Owh, Elvin nanti mau di bawakan Lena bekal nasi goreng atau kue?" tawar Erlena.


"Kue saja kayaknya," jawab Melvino senang karena dia menyukai kue buatan dari Erlena.

__ADS_1


"Oke sip! Pagi kita ketemu di rooftop saat istirahat ya..." Ucap Erlena.


"Knp saat istirahat? Nggak pas di kls?" tanya Melvino penasaran sekaligus bingung.


"Nggak apa-apa, cuman mau berdua saja boleh nggak?" tanya Erlena.


"Hm..." Deham Melvino.


"Dari tadi lu tanya-tanya mulu sama gue, sekarang gue yang tanya elu!" Sungut Melvino.


"Aduh! Lena letih nih kalau ngetik terus! Pakai telepon saja ya?" Keluh Erlena.


"Oke," jawab Melvino setuju.


"Elvin!" Ucap Erlena antusias.


"Hm...." Sahut Melvino.


"Jadi kamu mau tanya apaan?" Tanya Erlena penasaran.


"Lu pemilik cafe xxxx kan?" celetuk Melvino to the point.


"Tahu dari mana kamu!?" tanya Erlena ngegas.


"Apa sih, yang gue nggak bisa? Cuman cari informasi lu tuh sesuatu yang sangat mudah bagi gue," jawab Melvino sambil membanggakan dirinya sendiri.


"Huft...Tetapi Elvin nggak boleh bocorin tentang ini, karena cuman Elvin saja yang tahu," peringat Erlena tegas.


"Emangnya orang tua lu nggak tahu atau bagaimana?" tanya Melvino sambil menaikkan alis sebelahnya.


"Nggak tahu dong, karena tuh cafe Lena sendiri yang buat tanpa bantuan orang tua. Hebat bukan Lena ini," jawab Erlena detail sambil menepuk-nepuk dadanya karena merasa bangga.

__ADS_1


__ADS_2