Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 88


__ADS_3

Di sisi lain di tempat Zanna, Amanda, dan Devina duduk berbincang-bincang. Jika orang lain melihat wajah mereka, pasti terlihat tidak bersemangat dengan tatapan sendu seperti mayat hidup.


"Huft, gue rindu sama Lena huh, apa kabar ya dia di sana, kok dia nggak pernah kasih gue kabar lagi ya? Apa kah dia baik-baik saja? Atau dia sudah lupain gue ya," ucap Zanna sambil menatap kosong ke arah dinding.


"Apa lagi gue, gue paling rindu sama sifat dingin dan manja dia ke kita dan sayang-Nya dia sudah tidak ada lagi di sini karena dia. Gue benci sama dia karena dia Lena gue pergi dan satu lagi Lena nggak mungkin lupain elu. Kita ini sahabat-Nya si Erlena jadi dia tidak mungkin melupakan kita," keluh Amanda sambil memejamkan mata-Nya sambil menenangkan perasaan yang gelisah di dalam benak-Nya si Zanna dan Devina.


Zanna dan Devina yang mendengarkan ucapan Amanda hanya tersenyum tipis. Tanpa sadar Zanna dan Devina sama-sama mengepalkan kedua tangan-Nya sambil mengingat perlakuan buruk yang di lakukan oleh Melvino terhadap si Erlena.


"Cuman Lena, yang selalu mengerti keadaan gue tahu nggak. Saat lu berdua pergi hanya dia lah yang sangat perhatian sama gue dan selalu sayang kepada gue. Yang paling penting itu dia selalu nasihatin gue ketika gue salah apa pun itu yang pernah gue lakukan, pasti gue selalu di ingatkan sama dia," ucap Devina lirih sambil menundukkan kepala-Nya.


"Gimana ya kabar-Nya dia kira-kira? Sudah delapan bulan loh saat kejadian itu. Si Lena nggak pernah kasih kabar ke gue lagi. Gue sangar rindu sama dia pingin banget tahu keberadaan dia dan lagi di mana dia berada," curhat Devina sambil melihat foto profil Erlena di WhatsApp.


"Kalau gue terakhir pas tiga bulan yang lalu sih. Habis itu dia nggak pernah kasih kabar lagi sama gue," ucap Zanna yang habis menyeruput minuman juz apel-Nya.


"Loh kok gue nggak pernah di chat ya, kok aneh sih? Emang dia ada ngomong sesuatu kah ke elu atau ada hal yang ingin dia sampaikan kepada kita kira-kira?" tanya Amanda antusias dengan kedua bola mata-Nya yang membulat.


"Dia cuman nitip surat untuk si baj***an itu gila sih, gue kesal banget sama dia dan dia bilang semoga kita selalu bahagia terus walaupun tidak ada diri-Nya. Yang paling penting dia akan balik ke sini lagi entah itu kapan.Tunggu waktu yang tepat kata-Nya si Erlena!" Seru Zanna sambil mengepalkan kedua telapak tangan-Nya.


"Emang isi-Nya apa sih yang ada di dalam surat itu, apa kah lu tahu tentang isi surat yang di berikan untuk baj***an itu? Gue sudah mati penasaran nih kira-kira dia nulis apa sampai-sampai harus nitip ke elu?" tanya Devina kepo sambil menaik turunkan kedua alis-Nya.


"Gue juga nggak tahu kali dan gue juga malas ngebaca isi surat itu kalau untuk si dia dan Lena juga bilang kita nggak boleh untuk membaca isi surat-Nya dan yang boleh baca hanya Melvino seorang," jawab Zanna dengan wajah yang memelas.


"Huh, padahal gue sudah kepo banget. Pingin gue getok kepala-Nya si Lena hih, agar dia sadar bahwa cowok yang dia perjuangkan saja nggak pernah menghargai perasaan-Nya Lena dan untung saja kita tidak langsung menghakimi dia bahwa dia ikut terlibat dari pembunuhan tersebut," balas Devina yang enggan untuk menyebutkan nama-Nya Melvino.

__ADS_1


"Jangan kayak gitu lah, dia juga sahabat kita. Masak lu tega banget getokkin kepala-Nya si Erlena ha-ha-ha," timpal Amanda yang di akhiri tawa-Nya.


"Ah tahu ah malas, Eh lu bawa surat-Nya nggak?" tanya Devina dengan raut wajah yang serius.


"Bawa lah, hari ini gue kasih sama si itu atas permintaan-Nya si Lena," jawab Zanna sedikit emosi.


"Kenapa nggak dari dahulu saja lu kasih tuh surat? Kan dia juga masih sekolah di sini, ya walaupun dia jarang masuk kelas sih?" tanya Amanda sambil menaikkan sebelah alis-Nya.


"Alasan-Nya satu, gue malas. Dua, gue malas lihat wajah-Nya, tiga, walaupun waktu itu gue lihat dia menyesal di rooftop. Akan tetapi gue masih belum puas untuk melihat dia menyesal lagi dan lagi," jawab Zanna sambil melipat kedua tangan-Nya di atas dada-Nya.


"Bukan lu doang yang malas melihat wajah-Nya dia, gue pun sama malas-Nya," balas Devina.


"Huh, gue juga," timpal Amanda.


***Bel pun berbunyi...


Semua murid pun sedang beristirahat. Di kantin ada orang yang sedang berdiskusi masalah pelajaran ada juga yang sedang berdebat sambil makan dan ada juga orang yang sedang main game di ponsel nya sambil di suapin sama pacar-Nya.


"Ohh ini toh yang bikin Lena pergi dari sekolah," ucap anak cowok satu.


"Iya, gara-gara tuduhan yang di berikan oleh Melvin. Kita tidak bisa lagi melihat bidadari yang baik hati lagi," ucap anak cowok kedua.


"Coba saja yang di perjuangkan itu gue, pasti gue langsung terima dengan senang hati apa lagi dia cantik dan memiliki hati yang sangat mulia," keluh anak cowok ketiga.

__ADS_1


"Heh, lu tuh jelek kayak jamet. Mana mau si Lena sama lu," celetuk anak ke empat.


"Gila! Diam-diam menghanyutkan lu tuh," dungut anak ketiga sambil menatap sinis ke arah anak keempat.


"Heh Bodo amat! Emang gue pikirin," balas anak k empat.


Melvino yang mendengar perbincangan keempat anak yang sedang duduk sambil makan bersama. Langsung mendatangi mereka.


"Puas lu ngomongin gue di belakang?" tanya Melvino langsung melabrak mereka.


"Puas banget," jawab mereka semua sambil menatap sinis ke arah Melvino.


"Gue juga lebih puas, akhir-Nya Lena sudah sadar dan pergi dari kehidupan elu," sambar cowok kesatu.


"Gue tuh bingung, di kasih bidadari malah di sia-sia kan, mau lu apa sih Vin?" tanya cowok keempat sedikit meninggi.


Melvino hanya terdiam saat mendengar ucapan mereka, diri-Nya sangat malu di katakan seperti ini. Akan tetapi perasaan malu-Nya dia tepis. Karena dia mengingat jika Erlena mengejar diri-Nya tetapi selalu Melvino perlakukan dengan kasar.


Saat itu juga Erlena jadi bahan gibahan satu sekolah, yang tak tahu malu saat mengejar diri-Nya.Erlena selalu tegar saat di sindir, di cemoohan, di bully. Melvino masih ingat itu semua.


"Gue emang salah, tetapi, gue juga nyesal," ucap Melvino lirih.


"Percuma bodoh! Lena sudah pergi atas permintaan lu!" Sungut cowok ketiga yang sudah tahu permasalahan antara Melvino dan Erlena.

__ADS_1


__ADS_2