
"Oke," balas Erlena singkat.
KEADAAN PARA COWOK DI DALAM MOBIL....
"Mas, mas," panggil papi Erlena memulai pembicaraan.
"Ya, ada apa?" jawab anak buah Erlena singkat.
"Boleh tanya-tanya nggak sama mas?" tanya papi Erlena sambil menaik turunkan kedua alis-Nya.
"Tanya-tanya tentang apa?" tanya balik anak buah Erlena.
"Tentang anak saya, si Erlena. Bolehkah saya bertanya-tanya?" tanya papi Erlena yang sedang menahan rasa kesal karena wajah sombong-Nya anak buah-Nya si Erlena.
"Boleh saja, tetapi mengapa bapak tidak menanyakan kepada anak anda sendiri? Kan yang lebih tahu kan anak anda?" tanya balik anak buah Erlena sambil menatap aneh kepada papi-Nya si Erlena.
"Kan saya tanya-Nya sama mas, bukan anak saya atuh huh! Saya cuman pingin tanya anak saya kepada mas dan pendapat mas. Kalau saya tanya sama anak saya sendiri, saya malas dan saya tahu kalau dia pasti berbohong," jawab papi Erlena gregetan ingin sekali mencakar-cakar wajah tampan-Nya si anak buah-Nya Erlena. Tetapi masih tampan dia yang lebih jelas kemana-mana.
"Ya, berarti nona Lena kalau sedang berbohong kepada anda pasti ada alasan yang paling dalam dan sebagai seorang bapak seharus-Nya sudah tahu bahwa anak-Nya sudah mulai dewasa dan sudah mempunyai privasi-Nya," balas anak buah Erlena sambil menggeleng-gelengkan kepala-Nya.
"Hum, saya tahu. Plislah, saya mau tanya tentang anak saya boleh ya?" rayu Papi Erlena sambil memonyongkan bibir-Nya.
"Iya, silakan yang penting hal yang wajar saja," balas anak buah-Nya si Erlena
"Mas, kok bisa jadi sopir pribadi anak saya? Sejak kapan? Bertemu di mana?" tanya papi Erlena berturut-turut sekaligus penasaran. Begitu pula dengan sahabat Melvino.
"Ya, bisa.. Itu privasi saya dengan nona Erlena. Sejak 4 bulan yang lalu. Bertemu di panti asuhan," jawab anak buah Erlena singkat.
"Owh, baru-baru saja toh," timpal Zaky yang mangut-mangut.
"Emang Erlena pernah ke panti asuhan? kok saya tidak tahu?" tanya papi Erlena kepo dengan kehidupan anaknya.
"Pernah, Nona Erlena setiap hari jumat selalu berkunjung ke panti asuhan," jawab anak buah Erlena.
"Emang apa yang di lakukan-Nya di sana?" tanya Zayn kepo.
__ADS_1
Melvino, Zaky, raja, dan papi Erlena sedang menyimak pembicaraan sopir pribadi Erlena.
"Selalu memberi sembako, pakaian anak kecil, dia juga menjadi donatur panti asuhan. Inti-Nya nona Erlena sangat baik, dia lah yang menjadi penyelamat hidup saya," ungkap anak buah Erlena antusias.
"Oh ya?" tanya papi Erlena terkejut dengan kebaikan anaknya.
"Iya..." jawab anak buah Erlena sambil tersenyum tipis.
"Lihat? Sifat lu juga baik kepada orang lain maupun anak kecil Len. Begitu pun dengan hati yang selalu gue sakiti," ucap Melvino terharu dengan kebaikan sosok Erlena.
"Baik, juga tuh si Lena," timpal zaky, Raja, dan Zayn secara bersamaan.
"Gue kira si Erlena hanya memandang harta dan ketampanan-Nya si Melvin. Tetapi, pikiran gue salah. Duh, gue jadi merasa bersalah karena menuduh si Erlena tidak baik," ucap Raja di dalam hati sambil memejamkan mata-Nya.
"Ternyata selain cantik ternyata Lena baik juga ya sama anak kecil, pantas saja pacar gue betah sahabatan sama si Lena," ucap Zayn di dalam hati-Nya.
Yang lainnya menganggukkan kepalanya yang artinya setuju dengan ucapan Zaky, Raja, Dan Zayn.
"Pantas saja, uangnya kalau terpakai setiap hari Jumat saja. Ini toh alasannya..." gumam papi Erlena kagum.
"Iya mas," jawab anak buah Erlena berbohong, tidak mungkinkan dia menjawab bahwa dia juga sebagai anak buah 'BLACK WHITE TIGER'.
Setelah mereka mendengar jawaban sopir pribadi Erlena, mereka pun terdiam. Di dalam mobil tidak ada lagi yang memulai pembicaraan lagi. Terjadilah keheningan di dalam mobil.
Mereka pun sampai secara bersamaan dengan mobil Erlena.
"Terima kasih ya mas," ucap papi Erlena berterima kasih karena di bantu mengangkat kopernya.
"Terima kasih, ya om," ucap Zayn, Raja, Zaky, dan Melvino.
"Iya, sama-sama. Saya ke tempat nona Erlena dahulu ya," pamit anak buah Erlena.
"Iya," jawab mereka serentak.
KITA LIHAT KEADAAN ERLENA BERSAMA ANAK BUAHNYA YA...
__ADS_1
"Jadi, ada kendala apa yang kau maksud?" tanya Erlena sambil menyenderkan tubuhnya di depan mobil.
"Ada polisi yang menelpon kami, Queen," jawab anak buah Erlena kesatu.
"Iya Queen," timpal anak buah Erlena kedua.
"Aduh, kalian jangan panggil saya Queen lagi. Panggil saja gue nona. Takutnya ada yang dengar bisa barabe," balas Erlena sambil tersenyum manis.
"Siap nona," ucap keduanya anak buah Erlena.
"Apa yang di katakan oleh polisi?" tanya Erlena penasaran.
"Waktu kemarin, saat nona pergi liburan ke Bali. Polisi meminta bantuan Kepada Nona, agar bisa menemukan anak kecil yang hilang. Sudah 1 minggu lamanya para polisi mencarinya, tetapi tidak di temukan," jawab anak buah Erlena yang kesatu.
"Iya, Setelah mereka tidak menemukan keberadaan anak kecil yang hilang tersebut. Mereka pun menyerah. Polisi berkata jika yang menculik anak kecil itu adalah penculik yang sudah handal. Sehingga mereka tidak menemukan jejak para penculik tersebut," sambung anak buah Erlena yang kedua.
"Hm..." ucap Erlena berpikir sambil menghela napas panjangnya.
"Kita berkumpul di cafe milik saya saja, Nanti saya traktir kalian makan terlebih dahulu sebelum pencarian anak kecil yang hilang itu," ucap Erlena dengan mata yang sedikit berair karena mengantuk.
"Kita kan juga butuh energi bukan? Kalau kita tidak makan bisa mati dong kita semua," gurau Erlena sambil cekikikan.
"Ha-ha-ha," tawa anak buah Erlena.
"Sudahlah, kalian pulang terlebih dahulu. Sudah malam loh ini," ucap Erlena khawatir dengan anak buahnya.
"Yang bilang bukan malam siapa non?" goda anak buah kedua.
"Ahhh sudahlah, kalian sama saja kayak papi aku," ucap Erlena dengan raut wajah sedih yang di buat-buat.
"Ha-ha-ha, ya sudah kami pulang dahulu ya non," pamit anak buah Erlena.
"Iya hati-hati," peringat Erlena.
"Siap, Queen!" Patuh anak buah Erlena dengan nada tegas.
__ADS_1