Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 76


__ADS_3

"Emang kamu tadi jemput cewek ya, dia siapa sih kpk aku sampai nggak tahu kalau kamu berangkat bareng cewek?" tanya Erlena lembut.


"Iya gue jemput cewek," Jawab Melvino singkat sambil menatap intens ke arah Erlena yang sedang menatap diri-Nya dengan tatapan membingungkan.


"Siapa emang cewek-Nya? Apakah aku pernah bertemu dengan dia? Atau aku sudah pernah kenal dengan dia?" tanya Devina penasaran karena Melvino menjemput seorang cewek selain Erlena.


"Adelia Lena," jawab Melvino dingin.


"Owh, cewek itu toh," sambar Zanna sambil tersenyum miring.


"Emang mengapa Na, emang-Nya ada sesuatu atau permasalan antara lu dengan dia?" Tanya Erlena bingung sambil menaikkan sebelah alis-Nya.


"Nggak apa-apa, kok. Gue nggak ada permasalahan sama dia cuman sekedar tahu nama-Nya saja" jawab Zanna sambil menggeleng-gelengkan kepala-Nya.


Tiba-tiba para cewek memekik kegirangan karena kedatangan seseorang dengan wajah yang sangat tampan.


"Aaaa..... Ganteng banget tuh, cowok gue gila. Dia mau ngapain ya di sini huh,"


"Heh, dia cowok gue! Jangan sekali-sekali lu berharap sama dia!"


"Kira-kira dia mau ngapain ya datang ke sini? Apakah dia datang ke sini untuk melihat kekasih-Nya?"


"Mau ketemu sama gebetan atau doi-Nya kali,"


"Kalau menurut gue sih dia mau ketemuan sama teman cowok-Nya,"


"Iya yah mungkin,"


"Nggak usah ngurusin tuh cowok, ingat cowok lu setia lu juga harus setia."


"Kalau gue mah setia girls, nggak mungkin lah gue sia-siakan orang yang tulus mencintai gue,"


"Seterahmu asal kau bahagia,"


"Kayak lagu?"

__ADS_1


"Emang lagu bego, untung ceweknya galang huh,"


"Ah.Ya Lord, jangan mimpi kalian semua. Dia itu calon suami gue!"


"Dih lu mimpi kali, emang lu kenal sama dia?"


"E....nggak sih."


"Makanya jangan ngarep terlalu tinggi, nanti jatuh sakit sama nangis."


"Huh! Menyebalkan!"


SKIP.


"Oyy! Nolen(Nona Lena)!" Teriak Leo memanggil Queennya.


"Elvin, itu siapa sih teriak-teriak kayak orang gila?" Tanya Erlena kepada Melvino yang masih belum sadar bahwa itu adalah anak buahnya.


"Nggak tahu Lena..." Jawab Melvino lembut sambil memperhatikan wajah cantiknya Erlena.


"Ha? Tu cowok manggil gue?" gumam Erlena sambil menghentikan acara makannya.


"Emang kamu kenal sama dia?" tanya Melvino dingin.


"Entahlah, aku lihat dahulu deh," jawab Erlena sambil mengendikkan bahunya lalu menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggil dia.


"Elu! Ngapain elu ke sini ******?" gerutu Erlena sambil menatap tajam ke arah Leo.


"Len, gue cari kemana-mana nggak dapat. Ternyata lu di sini! Dasar bu bos kepintaran!" Sungut Leo sambil membalas tatapan tajam Erlena.


"Lol! Lu yang bego dan yah gue emang pintar! Mengapa lu nggak telepon gue dahulu!" Sungut Erlena balik.


"Itu siapa?" tanya Melvino dingin sambil mengelus tangannya Erlena, padahal hatinya sudah mulai panas karena Erlena kenal dengan pria tampan itu. Ya, meskipun lebih ganteng dirinya.


"Karyawan aku," jawab Erlena sambil mengelus tangan Melvino lalu melepasnya.

__ADS_1


Melvino masih menatap tajam ke arah Leo, berani sekali cowok itu menatap gadis bodohnya. Hatinya sudah mulai terbakar api cemburu dia tidak suka jika ada cowok yang menatap gadis bodohnya saat kesal. Hanya dirinya yang boleh melihatnya.


"Ngapain ke sini?" tanya Erlena yang berusaha tenang agar Leo tidak mengatakan apapun.


Semua para siswa dan siswi menatap Erlena dengan Leo. Mereka semua berpikir bahwa Leo itu adalah kekasih Erlena yang sedang marah karena di tinggalkan. Akan tetapi mereka menyangkalnya karena mereka melihat tatapan cinta hanya di berikan untuk Melvino.


"Nenek, sakit," jawab Leo singkat sambil mengambil minuman bekas Erlena.


"Lu emang nggak bisa beli minuman selain dia atau lu nggak punya uang?" sindir Melvino saat melihat minuman bekas Erlena di minum oleh Leo. Berarti secara tidak langsung mereka berciuman.


Melvino langsung mengambil gelas minuman Erlena dan mengambil tisu yang ada di hadapannya. Melvino langsung mengelap gelas bekas dari minuman Leo lalu menyodorkan minumannya ke Erlena.


"Ada apa sih Vin?" tanya Erlena bingung.


"Minum, jangan minum di bekas Leo," titah Melvino sambil menatap tajam ke arah Erlena.


Erlena yang takut dengan tatapan tajam Melvino, langsung menuruti perintahnya dan meminum di gelas yang tadi.


Mereka semua menatap bingung ke arah Melvino, Melvino bisa berbicara panjang hanya kepada Erlena saja. Sekarang mereka ingin bertanya tetapi mereka memilih diam untuk menyaksikan apa yang akan terjadi kedepannya.


"Sudah...." Ucap Erlena gugup.


Tingkah laku Erlena membuat Leo melongo, ternyata Queennya bisa takut kepada cowok yang ada di hadapan Queennya.Sebenarnya Melvino takut karena melihat tatap an tajam si cowok itu kepadanya.


Leo menutupi ketakutannya, masa iya anggota 'BLACK WHITE TIGER' bisa takut sama orang biasa. Padahal Melvino bukan orang biasa loh.


Glek.


Mereka semua di buat takjub dengan perbuatan Melvino, Tidak bisa di percaya seorang Melvino mau minum di bekas seorang cewek.


Melvino meminum tepat di bekas Erlena minum tadi, yang artinya dia bisa mencium Erlena walaupun tidak langsung. Senang! Itu lah yang di rasakan olehnya.


"Nggak ada yang boleh meminum di gelas yang Erlena minum kecuali gue," peringat Melvino dingin sambil menatap tajam ke arah Leo.


"Dan lu jangan pernah macam-macam sama gue," ucap Melvino dengan sorot mata kemarahan.

__ADS_1


"I..ya... maaf..." Ucap Leo ketakutan dengan tubuh yang merinding.


__ADS_2