
"Hayuk saja lah buruan deh!" Balas mami Erlena menarik koper-Nya di ikuti oleh Erlena dan berjalan mengikuti papi Erlena.
......................
Erlena bersama kedua orang tua-Nya sudah pulang ke Indonesia dengan menggunakan jet pribadi orang tua-Nya. Mereka pun sudah sampai di rumah lalu beristirahat.
Erlena pun pergi tanpa sepengetahuan orang tua-Nya,Mengapa kok bisa? Padahal kan orang tua Lena ada di rumah. Karena Lena turun menggunakan tali dari jendela kamar-Nya dan turun melewati kawasan rumah-Nya. kemana kah Erlena pergi?
Erlena sangat cerdik bukan?
Ya, harus cerdik dong otak-Nya kalau nggak cerdik Erlena nggak mungkin bisa turun dan keluar dari rumah tanpa sepengetahuan orang lain dan orang rumah.
Erlena pergi mengunjungi Rangga si anak angkat yang paling dia sayangi itu.
Masih ingat sama Rangga kan?
Kalau kalian tidak mengingat siapa itu Rangga.
Dia adalah anak angkat Erlena saat Rangga di culik oleh si Bimo, kini Rangga sudah berusia dua tahun dan tumbuh dewasa seperti anak-anak lain di luaran sana.
"Mommy, mommy," panggil Rangga sambil menggerakkan seluruh tubuh-Nya.
"Ada apa sayang hm, kenapa kamu memanggil mommy? Ada yang bisa mommy bantu hm?" tanya Erlena sambil menggesek-gesekkan hidung-Nya dengan hidung si Rangga.
"Hihi hek hek hihi," geli Rangga sambil menjauhkan wajah-Nya dari mommy-Nya.
"He-he-he maaf ya sayang, mommy gemas sama kamu. Kamu sih jadi anak terlalu ganteng dan gemasin," ucap Erlena sambil tersenyum lebar.
Rangga yang mengerti ucapan mommy-Nya hanya menganggukkan kepala-Nya dan tersenyum malu.
"Rangg mau cucu," balas Rangga sambil memonyongkan bibir-Nya.
"Susu sayang bukan cucu, cucu tuh nenek yang punya cucu gitu loh Rangga kusayang," ucap Erlena ngawur.
"Cucu," sahut Rangga ngotot.
Cup.
Erlena mencium pipi gembul-Nua si Rangga.
"Hek hek hihihihi," tawa di Rangga.
__ADS_1
"Oke anakku sayang, tunggu mammy ya..." Ucap Erlena sambil membuatkan susu dot di dapur.
Skip.
Selesai Erlena membuatkan susu untuk anak-Nya, dengan cepat Erlena membantu anak-Nya untuk segera meminum susu. Ketika Erlena melihat jam tangan-Nya sudah pukul delapan pagi, Erlena langsung saja pulang ke rumah.
Tidak lupa dia mengingatkan kepada Kevin untuk menjaga Rangga dan nenek kesayangan-Nya.
SESAMPAI DI RUMAH....
"Assalamualaikum, yuhu Lena come back. Mana nih red carpet-Nya?!" Teriak seorang gadis cantik itu menggelegar ke seluruh sudut rumah-Nya.
"Wa'alaikum salam. Astagfirullah Len, jangan teriak-teriak gitu coba ah," teriak wanita paruh baya yang baru keluar dari ruang keluarga dan pergi mendekati sumber suara yang menggelegar itu.
"Hehe... mami, sudah jadi kebiasaan," ucap Erlena sambil menggaruk-garuk tengkuk leher-Nya padahal tidak merasa gatal.
"Ya, kebiasaan-Nya di hilangkan kan bisa? Kalau kamu bilang nggak bisa mami tampol kamu," ancam mami Erlena sambil menatap tajam ke arah Erlena.
"Nggak bisa mi, bagaimana dong," ucap Erlena tanpa sadar.
Plak.
"Dasar anak kurang ajar! Kamu tuh ya...Arghhh," ucap mami Erlena sambil mengelus-elus dada-Nya.
"Sudah lah, huft...." Ucap mami Erlena sambil menghela napas panjang-Nya.
"Anak mami ternyata sudah sampai toh. Kemana saja tadi hm? Kok nggak pamit sama orang tua ya?" sindir mami Erlena sambil mengacak pinggang-Nya.
"Kan mami sama papi lagi tidur, masak Lena bangunin kalian sih," alibi Erlena.
"Tidur dari Hongkong! Gigimu tuh nah!" Sungut mami Erlena.
"He-he-he," Erlena hanya cengengesan saja.
"Sudah ya mi, Lena letih nih berdiri terus. Lena mau ke kamar bye bye," pamit Erlena.
"Ya sudah, sana ke kamar kamu," usir mami Erlena sambil mengibaskan tangan-Nya.
Tanpa basa-basi lagi, Erlena langsung pergi ke kamar-Nya meninggalkan mami Erlena di bawah.
Sesampai-Nya di kamar yang bernuansa hitam dan abu-abu, Lena langsung meletakkan tas ransel yang dibawa-Nya tadi. Selesai Erlena mandi.
__ADS_1
Erlena keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan menuju ke arah tempat tidur dengan kasur king size-Nya. Aneh bukan? Seharus-Nya Erlena memakai kasur Queen size, namun dia lebih menyukai ini kata-Nya sih lebih nyaman saja.
Setelah itu Erlena langsung menjatuhkan diri-Nya ke kasur tersebut dan memeluk boneka teddy bear-Nya, yang sudah lama tidak dia peluk dengan kehangatan. Tidak perlu menunggu waktu lama, Erlena pun tertidur menuju ke alam mimpi.
...----------------...
Disisi lain, di universitas Indonesia di kota Jakarta.
"Gila coy makin ganteng saja tuh Melvin,"
"Hooh cuy, pangling gue bang,"
"Dingin saja gue suka, apa lagi dia hangat gila sih!"
"Seandai-Nya gue cewek-Nya, mungkin gue jadi cewek yang paling bahagia di dunia ini,"
"Ngarep lu, kita cuman fans-Nya doang. Jangan terlalu berlebihan lah."
"Iya deh. Ehh tetapi Zaky juga ganteng loh."
"Aaaaaa, jangan senyum dong Zayn."
"Calon imam gue lewat uhuy."
"Mama, aku suka dia huaa nggak kuat atuh."
"Nikmat Tuhan nggak boleh di sia-sia kan."
"Melvino aku padamu."
"Raja dingin banget kayak Melvin huh."
"Sebelas dua belas coy. Nggak ada beda-Nya."
"Tetapibsayang Raja, Zayn, dan Zaky sudah punya cewek ha-ha-ha."
Kira-kira seperti itu lah jeritan para cewek-cewek di kuliahan yang di tempati oleh Melvino. Di sepanjang koridor menuju ke kantin.
Kini keempat most wanted boy tersebut, sudah sampai di kantin dan duduk di tempat seperti biasa. Tidak ada yang berani duduk di tempat ke empat most wanted tersebut. Karena salah satu diantara mereka ada anak pemilik sekolah.
Jika ada yang berani menduduki tempat duduk tersebut, maka mereka akan di keluar kan dari sekolah. Mereka tidak kenal belasan kasihan kepada orang lain.
__ADS_1