
"Nggak salah juga si Lena mengikuti permintaan elu, kan elu yang mau. 4 Tahun dia mengejar untuk mendapatkan cinta lu Vin. Tetapi, apa yang dia dapat kan? Dia mendapatkan penghinaan, ucapan lu yang membuat hati dia merasa sakit dan kecewa, menolak pemberian dari Lena dengan kasar! Sakit bro!" Ucap Zaky panjang lebar sambil mengingatkan apa yang pernah Melvino lakukan waktu dahulu.
"Gue saja yang lihat Erlena berjuang saja sakit, apalagi dia. Sudah cantik, pintar, cuman dekat sama elu doang lagi. Gue kagum dengan sikap tangguh nya dan tidak pantang menyerah." Ucap Raja dengan menunjukkan kekaguman yang berlebihan kepada Erlena.
"Ya, gue emang salah! Gue adalah cowok yang terbego didunia ini, karena menyia - nyiakan seorang gadis yang mencintai ku dengan tulus...." Balas Melvino dengan rasa sakit yang ada didalam hati nya.
......................
Bel pun berbunyi....
"KRING"
"KRING"
"KRING"
Bel pertanda pulang sekolah telah berbunyi.
Tadi Melvino dkk bolos sampai pulang kampus.
Setelah mereka semua mendengar bel pun berbunyi Melvino buru - buru lari dari atas rooftop menuju ke parkiran.
Karena, rencana nya dia ingin mengantar Erlena
pulang bersama nya.
"Woi! Vin, mau kemana lu?" Teriak Zaky saat Melvino sudah jauh dari hadapan nya.
"Pulang! tolong ambilkan tas gue dikelas!" Teriak Melvino balik tanpa menghentikan larian nya.
__ADS_1
......................
"Len, lu mau barengan sama gue nggak?" Tanya Zanna sambil memainkan kunci mobil nya di tangan nya.
"Nggak deh, gue pulang pakai mobil gue sendiri." Sahut Erlena santai.
"Jadi lu sudah bisa nyetir mobil sendiri Len?" Tanya Amanda dengan wajah polos nya.
"Ya iya lah ogeb! Gue kan emang sudah bisa nyetir mobil sendiri, dari kelas 11 SMA. Lu lupa atau pura - pura polos hah?" Jawab Erlena sambil memutar kan ke dua bola mata nya dan mengibaskan rambut panjang nya.
"Sombong amat dah!" Cibir Amanda sambil mengerucutkan bibir nya.
"Nggak usah dikerucutkan bibir lu, mau gue tarik kah bibir lu biar jadi bebek sekalian. Kan wajah lu mirip bebek." Sarkas Erlena sambil tersenyum miring saat melihat ke dua bola mata nya Amanda membulat.
"Lu makin kesini makin pedas ya omongan lu." Sungut Amanda kesal.
"Sudah sana lu pulang! Hati - hati lihat kanan kiri!" Usir Erlena sambil mengibaskan tangan kanan nya tepat di wajah Zanna, Amanda, dan Devina.
"Iya - iya, lu juga ya." Sahut mereka semua serentak.
......................
"Sayang kamu pulang bareng aku ya...." Ajak Melvino dengan lembut sambil tersenyum tipis. Melvino terlebih dahulu sampai diparkiran dibanding kan Erlena.
Erlena yang sengaja tidak menjawab ajakan dari Melvino. Seakan tuli dengan pendengaran nya, Erlena tetap melanjutkan jalan nya ke parkiran dan meninggalkan Melvino yang sendiri an diatas motor nya.
Melvino yang merasa di acuhkan oleh Erlena pun turun dari motor nya dan mengejar Erlena yang sudah mulai menjauh dari nya.
"Sayang, kamu dengar ajakan ku nggak sih?" Tanya Melvino sambil memegang pergelangan tangan Erlena sebelah kiri.
__ADS_1
"Ihhh, lu dari tadi ngikutin gue terus. Lu tuh apa - apa an sih? Sok kenal banget jadi orang." Jawab Erlena dengan wajah datar nya dengan tatap an nan tajam kearah Melvino sambil menghempaskan pergelangan tangan nya sehingga cekalan ditangan nya terlepas.
"Kok kamu gitu sih sayang?" tanya Melvino, akan tetapi, tidak ada jawaban dari Erlena.
Erlena tetap mengabaikan pertanyaan dari Melvino. Ketika Erlena telah sampai didepan pintu mobil nya. Saat Erlena hendak membuka pintu mobil nya, ada seseorang yang menutup pintu mobil nya. Siapa kah yang melakukan tersebut? Pasti kalian sudah mengetahui siapa pelaku nya.
"Pulang bareng aku." Ucap Melvino dengan tegas.
"Nggak, gue nggak mau. Emang siapa lu?" Tolak Erlena kasar sambil menjauhkan diri nya dari Melvino.
"Harus bareng aku Lena," Tekan Melvino sekali lagi sambil memegang kembali pergelangan tangan kiri nya Erlena.
Erlena yang sudah mulai geram dengan tingkah laku nya Melvino terhadap nya yang terus memaksa nya pun menghempaskan kembali di pergelangan tangan nya dan mendorong Melvino.
Agar Erlena bisa masuk kedalam mobil nya dan mulai menghidupkan mesin mobil nya itu. Bagaimana rencana nya? apakah berhasil? Ya, jawaban nya adalah berhasil. Tidak sia - sia juga Erlena untuk masuk kedalam mobil nya dan mulai menghidupkan mesin mobil nya.
Melvino yang melihat mesin mobil nya Erlena sudah hidup, diri nya tidak pantang menyerah. Diri nya mengetuk - ketuk kaca mobil nya Erlena. Akan tetapi, usaha nya sia - sia.
Jika menurut kalian Erlena merasa iba terhadap Melvino, kalian salah. Salah besar! Nyata nya Erlena tidak perduli sama sekali terhadap Melvino.
Lagi dan lagi drama antara Melvino dan Erlena disaksikan oleh mahasiswa/I di kampus. Bukan hanya mahasiswa/I saja, akan tetapi semua guru dan orang tua yang ingin menjemput anak nya pulang.
Setelah mobil nya Erlena sudah pergi dari kawasan kampus nya, ke tiga sahabat nya Melvino terus menatap Melvino dengan tubuh yang mematung. Mereka merasakan iba terhadap Melvino.
Melvino terus menatap mobil nya Erlena hingga jauh dari kawasan kampus nya, dengan tatap an kosong dan hati yang terasa sesak.
"Vin, yuk pulang." Ajak Raja yang tidak tega dengan Melvino yang terus menatap kosong kearah pintu gerbang kampus.
Melvino tidak menghiraukan ajakan si Raja, dia langsung meninggalkan ke tiga sahabat nya dan menuju ke tempat di mana motor nya dia parkir. Melvino langsung melajukan motor nya menuju kerumah nya.
__ADS_1