Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 84


__ADS_3

Erlena pun meninggalkan mereka semua. Mereka semua terdiam dengan tubuh yang menegang, apa lagi Melvino. Melvino merasakan dentuman batu besar yang mengenai dada-Nya. Sakit sekali epribadeh.


...----------------...


..."Manusia diberikan kemampuan untuk memilih, tentukan pilihan dengan hati dan logika, kemudian jalani tanpa ada rasa penyesalan di dalam hati-Nya, "...


......................


Adelia mengalami koma selama 8 bulan, kedua orang tua-Nya sudah mengetahui anak-Nya sudah terbaring lemah di rumah sakit dan mengalami koma.


Orang tua mereka menangis melihat anak perempuan yang sangat di sayangi terbaring di rumah sakit. Mereka pun masih belum mengetahui apa penyebab-Nya si Adelia terbaring lemah dan mengalami koma. Ketika Melvino membicarakan bahwa Erlena lah yang membunuh Adelia bukan boy.


Kedua orang tua mereka tidak percaya bahwa Erlena lah yang bersalah. Bunda pun membantah akan hal itu, dia sudah tahu watak-Nya Erlena, dia sangat baik sekali jadi tidak mungkin ini pasti terjadi kesalahan pahaman.


Sangat sering, dia membantu diri-Nya saat preman ingin merampok barang perhiasan-Nya. Untung saja Erlena yang membantu-Nya, lagi-lagi Erlena lah yang selalu ada untuk-nya di kala susah maupun sedih jadi dia lebih percaya dengan Erlena.


Melvino masih tidak percaya jika Erlena lah yang selalu membantu bunda-Nya. Diri-Nya lebih percaya sama Boy, tidak mungkin Boy yang melakukan itu kepada sang adik-Nya apa lagi Boy sudah meminta maaf dan menyesal apa yang pernah dia perbuat di masa lalu.


Bunda pun tak ingin menyerah, dia akan membuktikan bahwa Erlena tidak terlibat dari pembunuhan tersebut. Akhir-Nya bunda pun meminta tolong kepada sang suami untuk membuktikan bahwa Erlena tidak bersalah.


Sang suami pun menuruti sang istri-Nya, dia meminta tolong kepada anak buah-Nya untuk mencari informasi tentang pembunuhan anak-Nya yang bernama Adelia.


Tidak lama mereka menunggu untuk mendapatkan informasi dan bukti tentang tersebut, hanya membutuhkan waktu satu Minggu saja. Kedua orang tua Adelia dan Melvino pun merasa puas, karena bukan Erlena lah yang membunuh Adelia.


Kedua orang tua Adelia dan Melvino pun memberi kan bukti bahwa Erlena tidak bersalah, Namun, lagi-lagi mereka harus beristighfar dengan tingkah laku anak nya yang mudah di kelabuhi oleh musuh mereka sendiri. Sangat menjengkelkan dalam hati kedua orang tua-Nya si Melvino dan Adelia.


Melvino masih tidak percaya, dia masih menyangkal bahwa bukan boy lah yang melakukan semua itu. Mengapa Melvino sangat percaya dengan boy? Karena boy selalu mendatangi diri-Nya di tempat yang sering dia kunjungi bersama Erlena. Di saat Melvino sedang rindu dengan Erlena dan selalu menguatkan diri-Nya.


Flashback On....

__ADS_1


"Vin. Sini deh lu hah," panggil Boy dengan napas yang terengah-engah.


"Ada apa sih? Mengapa wajah lu sangat panik?" tanya Melvino ikutan panik.


"Itu... Itu loh Vin dia lagi hah...." Jawab Boy sambil mengatur napas-Nya agar napas-Nya kembali teratur.


"Apa sih boy? Coba ngomong tuh yang jelas jangan kayak gini deh!" Tuntut Melvino.


"Itu cewek lu mau ngebunuh adik lu sendiri. Di sana di rooftop," ucap Boy sambil membulatkan kedua bola mata-Nya.


"Gue nggak punya cewe kali. Lu jangan ngada-ngada deh jadi orang. Di jaga kalau ngomong," balas Melvino sambil memutarkan kedua bola mata-Nya.


"Si Erlena dia mau ngebunuh adik lu pakai pisau di rooftop Vin. Gue serius sumpah gue lihat dengan mata kepada gue sendiri," ucap Boy cepat sambil tertawa di dalam hati yang melihat bahwa Melvino sedikit percaya dengan ucapan diri-Nya.


"Ha, nggak mungkin lah Lena melakukan hal sekeji itu kepada adik gue sendiri. Lu jangan ngada-ngada deh kalau bicara," sangkal Melvino tak percaya dengan ucapan-Nya si Boy.


"Nih gue ada video-Nya kok kalau lu masih belum percaya dengan ucapan gue," ucap Boy sambil menyodorkan ponsel-Nya saat Erlena hendak menolong si Adelia yang terjatuh dan mengambil pisau yang ada di perut-Nya si Adelia hingga Adelia pun meringis kesakitan.


Flasback Off...


Para Sahabat nya sama seperti orang tua-Nya, selalu membela Erlena pikir-Nya.


Melvino pun mendekati sang adik yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Adelia menggunakan alat bantu oksigen dan infus di tangan-Nya.


"Dek," panggil Melvino sambil mengenggam tangan-Nya Adelia.


"Cepat sadar dong, maafin kakak kalau kakak selalu bersikap dingin dan cuek bersama mu.Tolong sadar dek, maaf kakak nggak bisa ngomong panjang lebar." Ucap Melvino.


"Dek, orang yang kakak cintai sudah pergi dari kehidupan kakak. Kakak sebenar-nya ingin mencegah-nya agar dia tidak pergi dari kehidupan kakak. Cuman dia yang sudah bunuh kamu hingga koma, jadi kakak lebih baik menyuruh dia pergi dari kehidupan kakak dan kita. Kakak sangat menyayangi dirimu," keluh Melvino sambil mencium dahi Adelia.

__ADS_1


"Kakak bakal balas dendam sama si cewek murahan itu, dia lah yang membuat kamu koma hingga sampai sekarang kamu belum ada perubahan kabar baik dan belum membuka mata hingga saat ini," ucap Melvino emosi sambil mengepalkan kedua tangan-nya saat mengingat bagaimana si Erlena memegang pisau dan mencabut pisau tersebut dari perut-Nya sang adik.


Tangan Adelia bergerak secara perlahan-lahan. Melvino yang merasa ada pergerakan dari seseorang ternyata adalah Adelia adik-Nya. Terkejut, itu lah yang mewakili perasaan-Nya.


Melvino pun bangkit dari tempat duduk nya dan memencet tombol darurat.


"Haus...." Ucap Adelia terbata-bata.


"Adel!?" Ucap Melvino terkejut.


"Mau minta apa Del? Sini kakak beli kan?Kenapa kamu lama bangun nya Del?Kamu nggak rindu sama kakak, kakak rindu tahu sama tingkah lakumu yang cerewet?" tanya Melvino secara berturut - turut.


"Haus..." Ucap Adelia yang sudah mulai agak lancar tanpa memperdulikan pertanyaan dari sang kakak-Nya.


Melvino dengan cepat mengambil air putih yang sudah tersedia di atas meja rumah sakit.


"Ini Adel," ucap Melvino sambil menyodorkan minuman yang di ambil-Nya tadi.


Adelia pun di bantu oleh Melvino agar Adelia bisa minum, selesai Adelia meminum air putih. Adelia melihat ke sana ke mari untuk mencari seseorang.


"Cari siapa kamu Del?" Tanya Melvino lembut.


"Kak Lena mana, kok tidak ada di sini?" tanya Adelia singkat yang membuat hati Melvino memanas.


"Ngapain kamu cari cewek murahan itu, dia sudah tidak ada lagi di sini?" tanya balik Melvino sambil menatap tajam ke arah Adelia.


"Kakak jangan pernah bilang kalau kak Lena itu cewek murahan, dia adalah gadis yang baik di mataku," ucap Adel dengan lirih karena dia belum mampu berbicara dengan keras atau pun berteriak.


"Kalau nggak murahan ngapain dia ngejar-ngejar gue? Sampai ngemis-ngemis cinta-Nya ke gue? Padahal gue sudah menolak perasaan-Nya dengan kasar. Heran gue sama tuh cewek," sarkas Melvino sambil melipat kedua tangan-Nya di depan dada-Nya.

__ADS_1


"Hai, sadar bro! Dia tidak mengejarmu lagi, sadar. Bangun sana dari mimpimu," sindir Adelia sambil tersenyum miring.


...Jangan pernah mencintai seseorang secara berlebihan. Pahamilah, bahwa dalam hidup ini kita akan berpisah dengan banyak hal. Salah satunya adalah kita akan berpisah dengan orang yang kita cintai. Bahkan ketika kita belum sempat memilikinya. - juproni.com...


__ADS_2