
"Ihh Elvin jangan cium Lena tu loh..." Ucap Erlena manja sambil mengerucutkan bibir-Nya
"Loh kenapa emang-Nya, emang-Nya nggak boleh kalau gue cium elu?" goda Melvino sambil tersenyum licik.
"Aku malu, masa kamu nggak tahu sih...." jawab Erlena sambil menutup wajah-Nya dengan kedua tangan-Nya.
Melvino yang melihat tingkah laku Erlena yang malu-malu kucing langsung menyemburkan tawa-Nya. Melvino tidak bisa menahan tawa-Nya karena Erlena sangatlah lucu di mata diri-Nya. Hanya dia lah yang berhak melihat tingkah konyol-Nya si Erlena.
Erlena langsung menurunkan tangan-Nya dari wajah-Nya karena mendengar tawa-Nya Melvino.
Erlena mengerucutkan bibir-Nya.
"Lucu ha-ha-ha!" Gumam Melvino yang di akhiri dengan tawa-Nya.
"Apa?" tanya Erlena, yang tidak terlalu jelas mendengar gumaman Melvino.
"Nggak apa-apa," jawab Melvino sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Elvin kok tadi ketawa, emang ada yang lucu? Perasaan Lena, Lena lagi nggak ngelawak tuh?" tanya Erlena merajuk.
"Bukannya tadi lu yang cium gue duluan ha-ha-ha..." Jawab Melvino sambil mengacak-acak rambut si Erlena.
"Iya deh Lena salah, Lena minta maaf," ucap Erlena.
"Nggak usah minta maaf juga kali," balas Melvino.
"Oke," timpal Erlena.
"Astagfirullah," pekik Erlena sambil menepuk dahinya.
"Ada apa?" tanya Melvino penasaran.
"Aku pergi dahulu ya Vin, mau jenguk nenekku," pamit Erlena langsung bangkit dari tempat duduknya.
Melvino pun ikut bangkit dari tempat duduk nya dan menatap ke arah Erlena.
"Mau gue antar?" tawar Melvino.
"Nggak usah, aku bareng Leo. Kasihan dia sudah nungguin aku. Bye sayangnya aku," pamit Erlena sambil flying kiss kepada Melvino.
Melvino yang di tinggal kan begitu saja, hanya menggeram kesal karena Erlena pergi bersama cowok 'tengik' tadi.
"Gue juga sayang sama lu Len," ucap Melvino di dalam hati.
__ADS_1
"Awas lu! Jangan harap lu bisa ngambil Lena dari gue! Nggak akan gue biarkan itu terjadi sampai kapan pun itu Lena adalah milik gue," sungut Melvino kepada Leo, padahal leo tidak ada di sekitarnya.
"Mending gue pulang saja lah, daripada nggak ada Lena di kelas," ucap Melvino kepada diri nya sendiri langsung pergi dari rooftop.
......................
"Nenek, kok bisa sakit?" tanya Erlena khawatir.
"Nenek cuman demam biasa Len, nggak parah kok," jawab Nenek lemah.
"Ya kan, Lena khawatir nek," gerutu Erlena dengan raut wajah yang kesal.
Bukannya terlihat khawatir malah wajah Erlena membuat Nenek dan para anggotanya merasa lucu.
"Nenek sudah minum obat?" tanya Erlena penuh perhatian.
"Sudah Len, kamu nggak kangen sama Rangga?" tanya Nenek.
"Kangen lah, mana si Rangga?" tanya Erlena kepada Kevin.
"Tuh sama Ucup lagi main," jawab Kevin sambil menunjukkan keberadaan si Ucup.
"Lama nggak ketemu cup, apa kabar?" ucap Erlena sambil duduk di sebelah Ucup.
"Kemana saja lu Len selama ini?" tanya Ucup.
"Sekolah biasa lah," jawab Erlena santai.
"Kasih ke gue si Rangganya nah!" Titah Erlena.
"Nih," ucap Ucup sambil menyerahkan si Rangga kepada Erlena.
Erlena pun bersenda gurau kepada para anggotanya dan si Rangga, setelah merasa puas Erlena pamit untuk segera pulang. Sesampai di rumah terdengar teriakkan sang mami.
"Hai! Kamu ini bolos ya dari sekolah?" tanya mami sambil berkacak pinggangnya.
"He-he-he iya mi," jawab Erlena.
"Kemana saja?" tanya mami penasaran.
"Jalan-jalan saja," jawab Erlena berbohong.
"Sudah ya mi, Lena mau ke belakang dahulu," pamit Erlena langsung pergi.
__ADS_1
"Oh my God! Syamsudin!" Pekik Erlena melihat kucingnya menghancurkan tanaman kesayangannya.
"Dasar kucing nggak tahu untung!" Sungut Erlena sambil memungut tanamannya yang putus dari potnya.
"Meoww," terdengar suara kucing yang ingin menangis.
"Makanya, lain kali jangan main di sini ya Bruno," peringat Erlena.
"Meoww.... Meowww," ucap kucing sambil menganggukkan kepalanya yang artinya mengerti apa yang di ucapkan oleh majikannya itu.
"Kucing pintar harus nurut sama majikan..." Ucap Erlena sambil mengelus-elus kepala kucing nya.
Drt
Drt
Drt.
"Halo, dengan siapa?" tanya Erlena di dalam telepon.
"Lena, ini aku Adelia," jawab Adelia di seberang sana.
"Ohh kamu toh, ada apa del?" tanya Erlena.
"Cuman mau tanya saja, kamu dekat sama Melvino ya?" tanya Adelia yang tepat sasaran.
"Tahu dari mana kamu emangnya?" tanya balik Erlena.
"Dari gosip," jawab Adelia singkat.
"Iya, terus kenapa?" tanya Erlena yang mulai jengah saat Adelia mendengarnya dari gosip.
"Kamu maukan jadi calon kakak iparku nantinya?" tanya Adelia girang.
"Huk..Huk..Huk..." Erlena keselek.
"Kamu nggak apa-apa kan Len?" tanya Adelia khawatir.
"Nggak apa-apa, kalau masalah calon kakak ipar nggak masalah. Cuman ini masalah hati Adel. Jadi jangan tanya-tanya tentang Melvino ya.." Jawab Erlena lembut.
"Iya deh..." Balas Adelia kecewa karena secara tidak langsung Erlena menolak untuk jadi calon kakak iparnya.
"Sudah ya, aku mau istirahat. Jangan lupa istirahat, sama belajar yang rajin biar jadi pintar," titah Erlena.
__ADS_1
"Iya-iya kak Lena," patuh Adelia langsung tersenyum lebar. Ini lah yang dia suka dengan Erlena. Karena Erlena selalu memperhatikan dirinya di mana pun berada dan selalu mengkhawatirkan dirinya.