Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 99


__ADS_3

"Zak," panggil Melvino dingin.


Zaky yang merasa di panggil oleh seseorang pun menaikkan sebelah alis-Nya dengan gaya sok cool seolah-olah bertanya "Apa".


"Pesan sekarang!" Titah Melvino tak terbantahkan.


"Loh, kok gue sih?" Protes Zaky dengan wajah yang masam.


"Perasaan gue mulu yang disuruh pesan! Raja kek atau Zayn sesekali coba!" Pungkas Zaky tak terima.


"Idih, si babu kok suka protes sih?" sindir Zayn dengan tampang tengil-Na.


"Ck.... Sama-sama babu saja kok protes sih?" aindir Melvino sambil tersenyum miring.


Jleb.


Ya memang, walau Melvino jarang berbicara. Akan tetapi sekali bicara bisa membuat orang sakit hati dan langsung nusuk ke hatimu. Itu lah Melvino


"Heh, pesan!" Titah Melvino mengulangi kembali perintah-Nya dengan nada yang tak terbantahkan.


"Huft, ya sudah kalian mau pesan apa?" tanya Zaky setelah menghela napas panjang-Nya, Zaky langsung bertanya tanpa protes lagi.


"Seperti biasa lah, masak lupa makanan keseharian kita," Jawab mereka semua serentak sambil mengulurkan uang masing-masing.


"Baiklah," balas Zaky sambil mengambil uang yang diberikan oleh mereka, kecuali uang Zayn.


"Lo harus ikut gue, lu kan juga babu," ucap Zaky kepada Zayn tanpa mau mendengarkan protesan dari Zayn dan langsung menarik rompi Zayn sambil berjalan tanpa menghiraukan ucapan Zayn.


Bug.


Satu pukulan mendarat ke bahu kanan Zaky. Siapa kah pelaku-Nya? Siapa lagi kalau bukan Zayn yang emosi-Nya sudah tingkat tinggi karena diri-Nya terkena ujung kayu meja, itu sangat sakit dan perih gara-gara Zaky menarik rompi-Nya.

__ADS_1


"****** lu nggak ngotak!" Umpat Zaky sambil mengelus-elus bahu-Nya.


"Lo yang ****** sama nggak ngotak, otak lu di pantat kali ya! Lo kalau mau menyeret gue pelan-pelan kek! Emang gue kambing ha!?" Bentak Zayn sambil mengelus pinggul-Nya yang tadi terkena ujung kayu meja.


"Lu kan memang kambing," balas Zaky sambil tersenyum mengejek.


Semua yang ada di kantin mendengar bentakan dari Zayn membuat seluruh penghuni terkejut dan langsung mengalihkan pandangan-Nya ke arah Zaky dan Zayn.


Wajah Zayn tampak memerah menahan amarah-Nya kepada sahabat-Nya yang satu ini. Membuat-Nya merasa jengkel kepada Zaky.


Menurut penghuni kantin itu bukan lah langkah untuk mereka berdua. Para penghuni disana tidak merasa aneh dan bingung lagi, karena mereka sering melihat pertikaian-pertikaian kecil antara Zaky dan Zayn.


Sadar sahabat-Nya meringis karena ulah diri-Nya. Zaky hanya cekikikan tidak jelas tanpa ada raut wajah yang bersalah dan kembali melanjutkan perjalanan-Nya menuju tempat penjual makanan yang biasa mereka beli.


Zaky meninggalkan Zayn dengan raut wajah yang tidak bersahabat. Zaky dan Zayn datang menghampiri meja yang mereka duduk di tempat yang tadi, setelah memesan makanan yang ingin mereka makan.


Tanpa banyak bicara, Zayn langsung membagikan makanan mereka semua yang berada di nampan yang dia bawa tadi. Tanpa menghiraukan mereka semua, Zayn langsung melahap makanan-Nya. Begitu pula dengan yang lain.


Menurut Raja, Zayn bukan lah orang seperti itu, Zayn itu selalu membuat orang tertawa dengan kekocakan yang dimiliki-Nya. Kini Zayn menjadi pendiam.


"Mengapa dia?" tanya Raja dingin.


"Siapa sih?" tanya Zaky balik.


Raja yang malas menjawab pertanyaan Zaky hanya menujukkan dagu-Nya ke arah Zayn. Zaky pun mengikuti arah yang ditunjuk kan oleh Raja.


"Mas Zayn ngambek ya? Ihhh gemasin deh wajah mas Zayn," ucap Zaky sambil menirukan suara lemah lembut ala gadis-gadis yang merayu. Alay sekali, mendengarkan kalimat tersebut membuat mereka merasa jijik seperti ingin mengeluarkan isi perut mereka lagi.


"Najis tai bangsat!" Umpat Zayn dengan nada yang ketus sambil beranjak dari tempat duduk nya menuju ke kelas-Nya.


"Astaga! Dasar ngambekkan kayak gadis pms saja!" Teriak Zaky membuat seluruh penghuni yang ada dikantin tersebut menoleh ke arah meja mereka yang berada dipojok kantin.

__ADS_1


Di seberang sana....


"Bikin malu saja tuh cowok lu Vin," ucap Zanna sambil tersenyum miring.


"Biarkan saja, kalau nggak gitu malah gue yang di kerjain ha-ha-ha," balas Devina yang di akhiri tawa-Nya.


"Ta- pi itu cowok gue yang di omongin ******," umpat Zanna.


"Bodo!" Sungut Devina.


"Apa sih kalian ini, lu juga Zanna biarkan saja itu urusan laki bukan kita," ucap Amanda melerai Devina dan Zanna sebelum bertengkar karena masalah cowok-Nya.


"Hm," Devina dan Zanna hanya berdeham saja.


BACK.


"Sumpah! Lu malu-maluin gue!" Ucap Melvino sambil beranjak dari tempat duduk-Nya di susul oleh Raja lalu meninggalkan Zaky yang duduk sendiri di tempat makan tersebut.


"Aelah, masak orang ganteng pacar-Nya Devina di tinggal sih," gumam Zaky sambil menyeka keringat di wajah-Nya.


"Woi! Tungguin gue ih!" Teriak Zaky langsung pergi meninggalkan kantin.


......................


SKIP.


Di malam hari di tempat rumah Erlena.


Ada sebuah keluarga kecil yang terdiri dari papi, mami, dan Erlena. Sedang makan malam bersama dimeja makan.


"Mami, siapa yang masak? Kok rasa-Nya tidak seperti biasa-Nya?" tanya papi Erlena kepada mami Erlena.

__ADS_1


"Kenapa Pi? Nggak enak ya, makanan-Nya?" bukan mami Erlena yang menjawab pertanyaan papi Erlena, melainkan Erlena. Erlena terlihat cemas karena komentar papi-Nya.


__ADS_2