Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 103


__ADS_3

Sesampai di ruang kepala sekolah...


"Nah, ini ruang kepala sekolah nya. Lo masuk saja, gue tunggu in lu disini." Ucap Devina sambil tersenyum lebar.


"Oke, jangan tinggal kan gue loh ya! Gue nggak tahu tempat ini. Kalau lu pergi gue hajar lu habis - habis an." Ancam Erlena sambil menatap tajam ke arah Devina.


"Iya bos - iya." Patuh Devina cekikikan geli melihat tingkah laku Erlena yang menurut nya sangat menggemas kan.


TOK


TOK


TOK


"Masuk." Teriak bapak kepala sekolah.


CEKLEK...


"Assalamualaikum, selamat pagi pak." Ucap Erlena memberi salam kepada bapak kepala sekolah.


"Wa'alaikum salam, pagi juga nak." Balas bapak kepala sekolah dengan ramah.


"Mari nak, silakan duduk terlebih dahulu." Ajak bapak kepala sekolah.


Erlena pun berjalan dengan elegan dan menduduki bangku yang ditunjuk kan oleh bapak kepala sekolah.


"Kamu Erlena Ive Sara kan?" Tanya bapak kepala sekolah sambil tersenyum tipis.


"Iya benar, pak." Jawab Erlena ramah.


"Kamu sudah tahu nama bapak belum?" Tanya bapak kepala sekolah sambil memamerkan gigi putih nya.


"Sudah tahu pak." Jawab Erlena singkat.


"Siap." Ucap bapak kepala sekolah.


"Kalau boleh tahu, saya masuk dikelas berapa ya pak?" Tanya Erlena penasaran.


"Kamu tadi datang nya bersama siapa?" Tanya bapak kepala sekolah balik.


"Sama sahabat saya." Jawab Erlena santai.


"Nama nya?" Tanya bapak kepala sekolah.


"Devina pak." Jawab Erlena singkat.


"Eum... Devina? Ohh iya kamu sekelas sama dia." Ucap bapak kepala sekolah setelah melihat daftar nama Erlena untuk masuk ke kelas mana.


"Serius bapak?" Tanya Erlena antusias.

__ADS_1


"Iya nak, hahaha." Jawab bapak kepala sekolah yang di akhiri tawa nya.


"Ya sudah, saya pamit undur kan diri ya pak. Saya mau masuk kelas." Pamit Erlena sambil beranjak dari tempat duduk nya.


"Oh iya, silakan nak." Balas bapak kepala sekolah.


SKIP.


"Apa kata pak kepala sekolah?" Tanya Devina penasaran sambil berjalan yang diikuti oleh Erlena.


"Kata nya, gue sekelas sama lu." Jawab Erlena singkat.


Devina menoleh ke arah samping yaitu Erlena.


"Serius lu? Berati kita sekelas dong." Balas Devina kegirangan.


"Ya iya lah, ogeb! Kan gue bilang sekelas sama lu." Sungut Erlena sambil memutar kan ke dua bola mata nya.


"Hehehe, sorry. Gue kesenangan girl." Ucap Devina sambil menggaruk tengkuk leher nya padahal diri nya tidak merasa kan gatal.


"Iya, sudah lah. nanti saja di bicara kan nya. Sekarang Ayuk tunjuk kan kelas nya sudah mau bel nih." Ucap Erlena sambil mendorong bahu Devina dari belakang.


"Hayuk." Ucap Devina dengan gembira, Devina menarik tangan nya Erlena.


Bel pun berbunyi....


"KRING"


"KRING"


"KRING"


"Iya oy, sabar oy." Balas Devina panik langsung berlari diikuti oleh Erlena.


Bel pertanda pembelajaran akan segera dimulai. Devina dan Erlena yang mendengar kan bel sudah berbunyi mereka menambah kan kecepatan berlari agar cepat sampai dikelas.


Mahasiswa - mahasiswi universitas Indonesia


sudah memasuki kelas masing - masing. Termasuk 4 Most wanted boy cool. Mereka memutuskan untuk memasuki kelas mereka. Karena di mata pelajaran yang paling mudah menurut mereka adalah seni budaya.


Sesampai dikelas mereka, mereka langsung duduk di bangku masing - masing.


SKIP.


Devina dan Erlena sudah sampai didepan kelas mereka. Ternyata didalam kelas mereka sudah ada seorang guru yang sedang mengajar mahasiswa/i nya.


Setelah Devina dan Erlena meneguk ludah, Devina pun mengetuk pintu kelas nya terlebih dahulu.


TOK

__ADS_1


TOK


TOK


"Permisi bapak." Ucap Devina dengan sopan padahal hati nya sudah jedag jedug.


"Ya, Vina mengapa kamu baru memasuki kelas? Bel sudah lewat Devina?" Tanya dosen tersebut.


"Maaf ibu, saya dari ruang kepala sekolah untuk mengantar kan murid baru." Jawab Devina dengan sopan sambil menunjuk kan Erlena dengan rangkulan di bahu.


"Oh, baiklah. Devina silakan masuk terlebih dahulu dan untuk kamu tunggu diluar dahulu ya, nanti saya akan panggil kamu untuk masuk." Ucap dosen dengan ramah sambil tersenyum manis. Dosen dan Devina pun memasuki kelas terlebih dahulu.


"Ekhm... Ekhem..." Dosen pun memberikan kode kepada mahasiswa/I yang ada didalam kelas.


Mereka semua pun yang tadi nya mengobrol bersama teman nya, kini menjadi terdiam karena mendengar kode dari sang dosen.


"Perhatian semua nya!" Ucap dosen dengan suara yang sedikit meninggi.


"Hari ini kita akan kedatangan murid baru. Jadi diharap kan kalian untuk tidak berbicara." Ucap dosen dengan tatap an nan tajam.


"Hai kamu! Sini silakan masuk ke kelas." Titah dosen dengan ajak an tangan nya.


Erlena pun memasuki kelas nya atas perintah dari sang dosen.


Semua penghuni pun mengalih kan pandangan mereka ke arah Erlena yang berjalan memasuki kelas nya.


"Silakan perkenalkan diri mu terlebih dahulu." Titah sang dosen dengan senyum tipis nya.


"Nama gue Erlena Ive Sara." Ucap Erlena dengan tatap an nan datar.


"Pindahan dari mana Eneng?"


"Jerman." Jawab Erlena dingin.


"Ini yang dikoridor tadi kan?"


"Ma syaa Allah dari dekat cantik banget."


"Ihhh pakai skin Care apa ya? Cantik banget sih."


"Sudah punya pacar atau belum nih?"


"Nomor wa nya berapa nih cantik?"


"Sudah - sudah! Semua nya harap diam terlebih dahulu!" Bentak dosen tersebut. Kelas yang tadi nya sangat berisik seketika menjadi hening karena mendengar bentak an dari sang dosen yang sangat galak.


"Baiklah Erlena, pekenal kan saya Bambang. Kamu bisa panggil saya pak Bambang dan saya disini sebagai dosen kewirausahaan sekaligus sebagai dosen dikelas ini." Ucap Pak Bambang dengan ramah dan memberikan sedikit senyuman kepada Erlena.


Erlena yang mendengar penuturan pak Bambang dengan malas hanya menjawab dengan anggukan kepala nya.

__ADS_1


"Silakan kamu duduk dikursi kosong yang terdapat disebelah Devina." Ucap pak Bambang.


"Baik pak, terima kasih banyak." Balas Erlena.


__ADS_2