
Cit
"Sudah sampai pak," ucap sopir.
"Ha? Seriusan? Kok bisa cepat banget sih pak!" kaget mami Erlena tidak percaya, karena baru saja berjalan satu jam yang seharus-Nya dua jam.
"Iya dong mbak, kan jalanan tadi sepi banget. Jadi saya bisa ngebut dan akhir-Nya sampai deh," ucap sopir menjelaskan.
"Berarti tadi aku ketiduran dong yang?" tanya mami Erlena yang masih belum percaya.
"Iya sayangku, kamu tadi tuh tidur-Nya pulas banget sampai ngorok tahu nggak," ucap papi Erlena berbohong.
"Heh, kamu jangan ngada-ngada ya. Aku itu nggak pernah ngorok loh," elak mami Erlena.
"Masa sih kamu nggak pernah ngorok?" tanya papi Erlena dengan senyuman jahat-Nya.
"Iyalah kamu saja yang tidak percaya dengan aku," ucap mami Erlena sambil mendelikkan mata-Nya.
"Bukan-Nya papi nggak percaya, cuman yang bikin papi nggak habis pikir itu kok bisa ya ada orang tidur, terus dia tahu kalau saat diri-Nya tidur nggak ngorok? Ada kah orang yang seperti itu? Ada kah?" tanya papi Erlena sambil mengerutkan dahi-Nya.
"Dih, ya harus percaya dong. Kan mami itu kalau tidur selalu tidur cantik, jadi ya mana mungkin lah mami ini ngorok," jawab mami Erlena mencoba mengelak dari kenyataan-Nya.
"Oh, iya kah? Kayak begitu kah? Baru tahu aku tuh kalau ada orang yang seperti itu. Emang-Nya kamu pernah lihatin dirimu sendiri bahwa saat kamu tertidur kamu nggak bakalan ngorok? Oh, atau kamu itu ngevideoin dirimu sendiri ya?" tanya papi Erlena polos sambil menggembungkan pipi-Nya dengan mata yang membulat.
"Is, bodo amat, au ah gelap," balas mami Erlena sambil menyilangkan kedua tangan-Nya dan mengalihkan pandnagan-Nya ke arah depan.
"Eh, emang di sini gelap ya pak?" tanya papi Erlena polos.
"Enggak gelap kok pak, di sini jelas-jelas terang kok," jawab sopir menahan tawa di dalam hati-Nya.
"Tuh, nggak gelap tuh yang, di sini loh jelas-jelas terang cuaca-Nya," ucap papi Erlena sambil mengikuti jawaban dari sopir.
"Ck, menjengkelkan sekali!" Gerutu mami Erlena sambil mengepalkan kedua tangan-Nya.
"Oh, iya terima kasih banyak ya pak. Saya mau keluar dahulu," pamit mami Erlena langsung pergi.
"Iya mbak," jawab sopir sambil terkekeh geli melihat istri-Nya pak Rudi.
"Wow! Primitif," ucap Zanna yang sudah terbangun dari tidur-Nya.
"Ya sudah pak, terima kasih ya sudah mengantarkan kami," ucap papi Erlena sambil tersenyum ramah dan keluar dari taksi.
"Iya sama-sama pak, kalau gitu saya pergi terlebih dahulu," pamit sopir lalu pergi dari kawasan vila.
__ADS_1
"Hai! Om, tante!" sapa cowok yang belum di ketahui nama-Nya.
"Hai, juga nak!" sapa balik kedua orang tua Erlena.
Cowok tersebut menyalim tangan-Nya kedua orang tua Erlena lalu bertanya.
"Tan, Lena di mana?" tanya cowok tersebut sambil mencari keberadaan Erlena.
"Itu, dia lagi sama teman-teman-Nya," jawab mami Erlena sambil menunjukkan keberadaan Erlena.
"Ow, eh tante jangan kasih tahu Erlena ya kalau aku ada di sini," titah cowok tersebut dengan jari telunjuk di depan bibir-Nya.
"Loh..... Kan dia sudah tahu, kalau kamu ada di sini, gimana sih?" tanya papi Erlena yang bingung dengan tingkah laku si cowok tersebut.
"Aku mau kasih kejutan yang membuat dia terkejut he-he-he," jawab cowok tersebut sambil tersenyum miring.
"Dasar kamu ini vino! Kebiasaan dari dahulu tidak pernah berubah!" sungut mami Erlena.
"Jadi apa rencanamu?" tanya papi Erlena penasaran dan ikut tersenyum miring.
"Nah, nanti Vino bakal gini bla bla bla terus bla bla bla bla," jawab cowok tersebut sambil berbisik yang sudah di ketahui nama-Nya yaitu Vino sepupu jauh-Nya Erlena.
"Owh, apa nggak bikin Erlena terkejut atau ketakutan," ucap mami Erlena yang dari tadi mendengarkan rencana vino.
"Tidak sih mam, biarkan saja. Aku akan ikut yang akan dilakukan oleh Vino. Kapan lagikan bisa nakutin anakku?" sahut papi Erlena sambil tersenyum miring dan tepuk tangan perlahan.
"Ha-ha-ha," tawa Vino dan papi Erlena.
Erlena dan sahabat-Nya tengah berbincang-bincang tentang gosip, sedangkan Melvino dan sahabatnya tengah bersenda gurau.
"Ekh, Ayuk masuk, sudah azan waktunya salat!" ajak Erlena yang bangkit dari tempat duduk-Nya.
Mereka yang mendengar ajakan Erlena tiba-tiba merasa kagum dan kikuk, karena mereka sudah lama tidak melaksanakan salat.
"Loh, kalian mengapa diam saja, Ayuk salat!" ajak Erlena kembali yang sedang menatap heran kepada teman-teman-Nya itu.
"Eum, gini loh Len?" ucap Devina lirih sambil memainkan kuku jari tangan-Nya.
"Apa?" tanya Erlena singkat.
"Kami sudah lama nggak salat, jadi kami agak lupa bacaan-Nya saja he-he-he," jawab Devina sambil menggaruk tengkuk leher-Nya.
"Hng?" Erlena bengong saat Devina menjawab pertanyaan-Nya.
__ADS_1
"Ohh it's okay, tetapi para lelaki bisa salat atau tidak?" tanya Erlena sambil menatap tajam ke arah para lelaki.
"Bisa lah!" jawab mereka semua tegas.
"Oke deh silakan salat, mau berjamaah atau sendiri-sendiri?" tanya Erlena dingin.
"Berjamaah saja, sekalian gue mau ingat-ingat bacaan-Nya ha-ha-ha," jawab Zanna yang di akhiri tawa-Nya.
"Oke deh, cepat kalian berwudhu terlebih dahulu," titah Zayn.
"Siap pak bos!" patuh mereka semua.
Mereka pun berwudhu kemudian
salat berjamaah yang menjadi imam-Nya yaitu Melvino, saat Erlena mendengarkan lafadznya Melvino hati-Nya terasa hangat dan terharu.
Lima menit mereka telah menyelesaikan salat, lalu mereka berdoa dengan tenang dan khusyuk. Para lelaki langsung keluar dari masjid, lalu sedangkan para gadis sedang merapikan alat salat mereka.
"Ya ampun lega juga ya," ucap Amanda.
"Eumm," sahut Zanna sambil mengelus-elus dada-Nya.
"Yang penting kalian jangan pernah melupakan salat! Karena itu kewajiban yang harus kita lakukan!" ceramah Erlena sambil tersenyum tipis.
"Baik Lena," patuh Zanna, Amanda, dan Devina.
"Ekh, Len kamar kita di mana?" tanya Zaky.
"Ikutni gue!" jawab Erlena sambil melangkahkan kakinya dengan membawa kopernya sambil berjalan menuju ke arah vila xxxx.
SESAMPAI MEREKA DI KAMAR MASING-MASING.....
"Tuh kalian tinggal pilih mau di mana!" titah Erlena yang hendak memasuki kamar-Nya.
"Oke deh, makasi Len," ucap mereka berterima kasih sambil tersenyum lebar.
"Hm," deham Erlena sambil memainkan ponsel-Nya.
Setelah mereka memasuki kamar mereka masing-masing, kecuali Melvino yang sedang bingung karena tidak biasa-Nya Erlena tidak mengejar dia seperti dahulu apa lagi cuek.
"Thanks," ucap Melvino singkat.
"Iya," jawab Erlena ramah yang enggan memalingkan wajah-Nya dari ponsel-Nya.
__ADS_1
"Mengapa?" tanya Melvino dingin sambil menaikan sebelah alis-Nya.
"Mengapa? apanya?" tanya Erlena bingung.