Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 86


__ADS_3

...“Mungkin memang kucinta, mungkin memang kusesali. Pernah tak hiraukan rasamu, dulu. Aku hanya ingkari kata hatiku saja. Tapi mengapa, cinta datang terlambat.”...


Disisi lain terdapat seseorang yang tengah bersandar di balik pohon, seseorang tersebut dia lah Melvino.Melvino duduk termangu sambil menatap kosong ke arah taman rumah sakit.


Angin bertiup sepoi-sepoi dan daun kering yang terjatuh perlahan mengenai wajah Melvino. Melvino terkejut dari lamunan-Nya, Melvino langsung mengambil daun kering dari wajah-Nya dan melempar-Nya ke sembarangan arah.


"Vin, adik lu sudah sadar ya?" tanya Zaky yang tiba-tiba mendatangi Melvino yang sedang duduk sendirian.


"Iya," jawab Melvino singkat tanpa mengalihkan pandangan-Nya dari daun yang terjatuh di wajah tampan-Nya.


"Lu baru-baru saja duduk di sini sambil melamun kah?" tanya Zayn basa-basi.


"Hum," Melvino hanya berdeham saja, diri-Nya tidak berniat untuk menjawab pertanyaan yang tidak penting menurut Melvino.


"Lu ngapain saja di sini? Kenapa nggak temanin adik lu yang baru sadar?" tanya Zaky penasaran.


"Malas gue ada bunda," jawab Melvino lesu.


"Loh kenapa malas? Itu kan bunda lu sendiri? Aneh," balas Zaky.


"Ya, nggak apa-apa. Emang masalah buat lo?" tanya Melvino sambil menatap malas kepada Zaky.


"Nggak sih, kan cuman tanya doang apa salah-Nya sih?" pungkas Zaky sambil merengutkan wajah-Nya.


"Iya, salah," balas Melvino sambil memutarkan kedua bola mata-Nya.


"Salah apa-Nya?" tanya Zaky bingung.


"Salah-Nya adalah lu tanya-tanya mulu. Nggak penting amat pertanyaan elu," balas Melvino.

__ADS_1


"Ah tau ah malas," rajuk Zaky yang di hiraukan oleh Melvino.


"Erlena di mana?" tanya Melvino lirih.


"Loh, bukan-Nya lu yang menyuruh dia untuk pergi dari kehidupan elu?" ucap Raja sambil tersenyum miring.


"Iya gue tahu, gue mau minta maaf atas tuduhan di masa lalu, gue ingin memperbaiki semua-Nya," balas Melvino tak berdaya karena sosok gadis yang dia cintai telah pergi dari kehidupan diri-Nya yang entah pergi kemana yang Melvino sendiri tidak mengetahui-Nya.


"Jadj kesimpulan-Nya lu sudah tahu?Kalau bukan Erlena yang bersalah dan tidak terlibat dari pembunuhan tersebut?" tanya Raja dingin sambil tersenyum mengejek.


"Iya..." Jawab Melvino lesu.


"Maka-Nya lain kali cari dahulu kebenaran-Nya. jadi repot kan kalau Lena sudah pergi," sindir Zayn.


"Iya gue memang salah, gue menyesal atas kesalahan gue di masa lalu," balas Melvino.


"Sekarang lu nggak perlu minta maaf sama Lena lagi, karena dia sudah pergi atas permintaan lu," ucap Raja menohok.


"Dia emang pergi dari kehidupan gue, Tetapi gue mencintai dia. Gue harus minta maaf sama dia dan tidak ada yang tidak mungkin. Gue pasti bisa mendapatkan maaf dari dia," ucap Melvino dengan napas yang memburu.


"Telat lu!" Sungut Zaky sambil tersenyum miring.


"Nggak ada yang telat, selagi gue mau berusaha," ucap Melvino sambil menggertakkan gigi-Nya.


"Halah, ibaratkan gini ya. Sebentar tunggu gue," ucap Zayn sambil mengambil gelas kaca yang ada di dekat wastafel.


Zayn langsung melemparkan gelas kaca yang di ambil-Nya tadi di hadapan mereka semua. Untung saja hanya mereka berempat yang ada di taman rumah sakit ini dan tidak ada yang orang lain yang melihat kejadian sekarang ini.


"Pecah nggak?" tanya Zayn sambil menaikan sebelah alis-Nya dan menatap wajah ke arah Melvino.

__ADS_1


Melvino hanya mengangguk tak mengerti.


"Itu lah perasaan seorang wanita jika di sakiti oleh lelaki yang sangat dia cintai. Maka hati-Nya akan merasa sakit, berkeping-keping, hati seorang wanita itu seperti kapas yang sangat lembut sekali. Maka-Nya kita sebagai laki-laki harus menghormati dan menjaga perasaan mereka," ucap Zayn panjang lebar.


Mereka semua takjub mendengar ucapan sahabat mereka yang sangat bucin dengan Zanna, ternyata bisa berkata seperti mutiara.


"Pintar banget lu! Dari mana lu dapat kata-kata mutiara tadi?" tanya Raja dengan mata yang berbinar.


"Pakai otak lah, orang tua gue yang kasih tahu gue. Orang tua gue mengajarkan jangan mudah percaya dengan orang lain dan jangan terlalu benci kepada orang lain yang akan membuat diri kita akan merasakan bersalah dan terlarut dalam penyesalan," jawab Zayn santai.


"Gue salah! Gue emang salah menyakiti hati Erlena dari dahulu, gue nyesal sudah menyuruh dia pergi dari kehidupan gue," ucap Melvino dengan mata yang berkaca-kaca.


"Alah nggak usah nangis, lagian lu juga toh yang perbuat? Jangan seolah-olah lu yang paling tersakiti, di antara kalian yang paling tersakiti adalah Erlena," sindir Raja sambil menempeleng kepala-Nya Melvino.


"Lagian lu juga kalau ngomong nggak ngotak bro, bikin nyakitin hati cewek. Apa lagi dia selalu berjuang untuk mendapatkan cinta-Nya dari elu. Tetapi lu anggap itu semua seolah tidak ada," sambung Raja sambil menatap tajam ke arah Melvino.


"Gue nyesal, gue emang bego, bodoh, tolol nggak mikirin perasaan-Nya Erlena. Gue emang bodoh terlalu percaya sama Boy," ucap Melvino lirih.


"Terlambat Vin! Terlambat, semua sudah tidak ada guna-Nya lagi!" Ucap Zayn yang sedikit meninggi.


"Nggak! Nggak! Gue nggak terlambat! Gue pastikan Erlena kembali ke dekapan gue lagi. Gue akan membahagiakan dia dengan cara gue sendiri," ucap Melvino bersungguh-sungguh.


"Bukan-Nya membahagiakan dengan cara lu sendiri yang ada setiap hari Lena makan hati mulu karena ucapan lu yang nyelekit itu," sarkas Zayn.


"Gue akan membahagiakan diri-Nya bukan dengan ucapan atau kekerasan. Tetapi gue akan memulai dari awal menjadi seperti yang dia inginkan. Gue menginginkan semua-Nya yang ada tentang diri-Nya." balas Melvino sambil mengepalkan kedua tangan-Nya.


Zayn, Zaky dan Raja saling bertukar pandangan, mereka bingung sejak kapan seorang Melvino menginginkan seorang cewek yang selalu mengejar-Nya. Kini ingin mendapatkan-Nya lagi setelah dahulu dia menyuruh-Nya pergi.


..."Menangisi penyesalanku, aku tahu ini mungkin karma, ya aku terima karma ini, kenyataan jika waktu nggak akan bisa kembali lagi."_ Melvino King Apta....

__ADS_1


__ADS_2