Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 15


__ADS_3

KEESOKAN HARINYA.......


Di pagi hari Erlena terbangun dari tempat tidur-Nya, diri-Nya melihat ke arah jam dinding bahwa sudah pukul enam pagi.


Dia pun bangkit dari kasur-Nya, kemudian Erlena keluar dari rumah-Nya untuk menunggu orang lewat yang menjual sayur.


Sang mami pun datang untuk mendekati sangat anak-Nya.


"Ngapain kamu ada di sini Lena?" tanya mami Erlena bingung sambil duduk di depan teras.


"Nggak mi, Lena cuman mau nunggu orang yang jual sayuran," jawab Erlena sambil duduk di samping mami-Nya.


"Loh, biasa-Nya kamu selalu ke supermarket atau di pasar beli-Nya. Ngapain kamu nungguin orang jualan sayuran? Emang dia sering datang ke sini? Kalau sering kok mami nggak pernah tahu ya?" tanya mami Erlena beruntun sambil mengerjapkan kedua bola mata-Nya.


"Cuman lagi mager saja sih mi, lagian kayak-Nya lebih enak menunggu orang yang jualan sayuran ke sini tahu mi. Harga-Nya pun murah meriah dan Segar-segar semua sayuran dan daging-Nya. Masalah mami nggak pernah tahu kan, karena mami jarang keluar rumah bagaimana sih mami ini, ada ada saja?" jawab Erlena sambil menaik turunkan kedua alis-Nya.


"Oh, seperti itu ya. Nah terus kemana tuh tukang jualan keliling-Nya? Nggak ada tuh. Sudahlah daripada capek menunggu kita beli saja ke supermarket atau ke pasar," ucap mami Erlena sambil bangkit dari tempat duduk-Nya.


"Nungguin om-Nya juga nggak pakai tenaga mi, jadi nggak ada yang nama-Nya capek. Capek itu orang yang jualan sayur-Nya pakai tenaga dan cari uang ke mana-mana lagi," pungkas Erlena sambil tersenyum sinis.


"Nama-Nya orang jualan ya pasti capeklah Lena anakku sayang, mereka kan cari uang untuk keluarga-Nya. Hadeh, sekarang kamu yang ada-ada saja Len," balas mami Erlena sambil terus miring.


"Ck, seterah mami lah. Lihat saja paling sebentar lagi juga bakalan datang tuh tukang sayur-Nya," ucap Erlena sambil memutarkan kedua bola mata-Nya.


TIT


TIT


TIT.


"Tuh, datangkan om-Nya. Di kasih tahu nggak bakalan capek nunggu-Nya," ucap Erlena.


Mami Erlena hanya diam sambil menatap datar ke arah anak-Nya yang membuat-Nya kesal di pagi hari.


Setelah tukang sayur-Nya datang, Erlena pun membeli sayur-Nya lalu menyodorkan uang-Nya.


TIBA-TIBA......


Erlena mendengar teriakkan orang jualan daging.


"Daging! Daging!" teriak sang penjual daging.


Seorang ibu rumah tangga yang ternyata sedang sakit gigi sewot banget, setelah mendengar teriakan si tukang daging.


"Hai tukang daging! Lu tuh kagak punya otak ya!”


teriak balik dari ibu rumah tangga yang sewot kebangetan.


"Wah, kebetulan saya tidak punya, bu. Hari ini daging semua,” teriak sang penjual daging.


Semua tetangga Erlena yang mendengar teriakan tersebut tertawa terbahak-bahak, bahkan Erlena pun tertawa sambil menutup mulutnya, dengan tangan kanan-Nya dan memegang perut-Nya agar tidak sakit jika tertawa berlebihan.


Erlena pun membeli sayur daging-Nya dan


akhir-Nya Erlena pulang ke rumah dengan keadaaan senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


SESAMPAI DI RUMAH.......


“Awali pagimu dengan senyuman. Tetapi kalau nggak ada orang yang bisa kamu berikan senyuman, yaa....... senyum-senyum saja sendiri biar di kira orang gila," celetuk mami Erlena yang baru saja turun dari tangga.


"Iss.....Mami, jangan buat Lena emosi deh!" teriak Erlena kesal sambil melemparkan belanjaannya di dapur.


"Ha-ha-ha," tawa papi Erlena sambil memukul meja makan.


"Yuk kita makan, mami cuman bercanda kok," ajak mami Erlena sambil merangkul bahu anaknya.


"Hm," deham Erlena singkat.


SESUDAH MEREKA MAKAN........


"Mami, Lena minta tolong boleh?" tanya Erlena sambil menunjukkan puppy eyesnya.


"Minta tolong apa?" menjawab permintaan anaknya.


"Lena, minta tolong buatin bekal ya mam," ucap Erlena dengan tangan yang memohon.


"Ya, sudah tunggu," ucap mami Erlena sambil tersenyum karena sekian lama-Nya, dia tidak pernah melihat anak-Nya meminta sesuatu.


"Thanks, mam," ucap Erlena berterima kasih.


"Sama-sama," balas mami Erlena.


"Lena, berangkat dahulu ya mami, papi," pamit Erlena kepada kedua orang tua-Nya.


"Iya hati-hati, nanti pulang cepat ya," teriak papi Erlena.


Erlena pun mengendarai motor-Nya, menuju ke arah sekolah-Nya.


SESAMPAI DI SEKOLAH........


Erlena segera menaruh tas-Nya di kelas.


"Mana ya? si Elvin?" tanya Erlena sambil menunggu Melvino di kelas.


"Sudah lah, Len tidak perlu di tunggu," ucap Devina.


"Gue mau kasih bekal untuk dia tahu," sungut Erlena sambil memutar kedua bola mata-Nya.


"Lagian lu nggak bakalan di respons, mending lu mundur saja deh, nggak kasihan sama hati lu?" sindir Devina sambil melipat kedua tangannya di dada-Nya.


"Nope, biarkan saja mau di respons atau tidak-Nya urusan gue. Ada saat-Nya gue bakal mundur, tetapi tidak sekarang gue masih mau berjuang dahulu," balas Erlena.


"Ya sudah, sembarang lu," final Devina pasrah atas kelakuam sahabat-Nya ini.


"Elvin!" panggil Erlena sambil memancarkan senyum indah-Nya.


"Apa?" tanya Melvino.


"Ini buat kamu bekal-Nya,di makan ya," ucap Erlena sambil menyodorkan bekal yang dia pegang.


"Tidak usah, lu beri makanan ke gue," sahut Melvino langsung pergi tanpa menghiraukan Erlena yang merasakan sakit hati saat di tolak pemberian-Nya untuk-Nya.

__ADS_1


"Lena," panggil Zakky lemah lembut.


"Iya ada apa Zak?" tanya Erlena lirih saat Melvino tidak menerima bekal yang dia berikan.


"Sini buat gue aja makanan-Nya, sayang kalau di buang," jawab Zakky.


"Zakky yakin? mau bekal yang Lena punya?" tanya Erlena sambil menatap kosong ke arah langit.


"Iya, yakin sini," jawab Zakky sambil menarik bekal yang ada di genggaman tangan Erlena.


"Ya sudah, makasih banyak ya zak," ucap Erlena sambil tersenyum tipis.


"Sama-sama, Lena cantik," balas Zakky.


Bel pun berbunyi........


"KRING"


"KRING"


"KRING"


Seluruh murid pun langsung memasuki kelas-Nya masing-masing.


"Assalamualaikum anak-anak," salam Bu Heny.


"Wa'alaikumsalam ibu," salam balik mereka serentak.


"Hari ini kita kedatangan murid baru," ucap Bu Heny.


"Oh," mereka hanya berohria.


"Nak, silakan masuk," perintah Bu Heny.


"Perkenalkan nama kamu," perintah Bu Heny.


"Selamat pagi, nama gue Zanna kirania," ucap Zanna.


"Selamat pagi, nama gue Amanda Putri," ucap Amanda.


"Silakan kalian duduk di belakang Zakky dan Zayn," titah Bu Heny.


"Baik Bu," patuh kedua-Nya.


Setelah mereka duduk di bangku masing-masing, akhir-Nya mereka memulai pembelajaran Bahasa Indonesia.


Bel pun berbunyi........


"KRING"


"KRING"


"KRING"


Waktu-Nya istirahat mereka pun keluar dari kelas langsung menuju ke arah kantin.

__ADS_1


__ADS_2