Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 27


__ADS_3

"Ehh sampai lupa gue!" seru Amanda sambil menepuk jidat-Nya.


"Lupa apaan sih?" tanya Zaky penasaran.


"Lena, lu kan belum pesan makanan atau minuman, lu mau apa Len. Mau gua pesan in apa?" tanya Amanda tanpa menjawab pertanyaan dari Zaky.


"Eum, gue mau juz strawberry saja deh. Nggak ada yang lain kayak cintaku padamu," jawab Erlena sambil tersenyum lebar.


"Nggak bosan lu Len, juz strawberry mulu, Dasar anak bucin akut memang lu len," pungkas Devina sambil menatap ke arah Erlena.


"Kalau nggak bucin berarti bukan Lena nama-Nya, mungkin itu arwah-Nya ha-ha-ha," balas Erlena yang di akhiri dengan tawa-Nya.


"Alah, dasar. Seterah lu Len, seterah lu. Yang penting lu senang gue sudah bahagia kok. Bahagia banget," ucap Devina sambil menatap sinis ke arah Erlena padahal di dalam hati-Nya dia mengucapkan itu dengan tulus dari hati-Nya yang paling dalam. Devina sangat menyanyangi Erlena karena dia sudah menganggap bahwa Erlena adalah adik-Nya yang paling cantik.


"Nah, lu tuh harus buat bahagia sebahagia mungkin. Karena itu juga baik loh yang lu lakuin terhadap gue," balas Erlena sambil tersenyum miring.


"Halah, dasar," umpat Devina kesal.


"Jangan ngamuk mbak, nanti cepat tua kayak nenek-nenek yang di jalanan tuh nah. Oh, mungkin lebih cantik lagi kayak nenek lampir ha-ha-ha," ejek Erlena yang di akhiri dengan tawa-Nya.


Semua yang di meja makan di dekat Erlena pun sontak langsung tertawa terbahak-bahak. Bahkan ada juga yang tertawa sambil memegang perut-Nya dan ada juga yang tertawa sambil memukul meja makan-Nya.


Devina yang di perlakukan seperti itu hanya terdiam saja sambil menatap lembut ke arah Erlena.


"Tak mengapa gue di tertawakan, asalkan Lena selalu tertawa seperti ini. Sudah sangat lama lu Len nggak tertawa seperti sekarang ini," ucap Devina di dalam hati sambil tersenyum.


Erlena pun tersadar bahwa Devina menatap-Nya sambil tersenyum. Erlena pun mengangkat sebelah alis-Nya lalu berkata.


"Tidak," jawab Erlena singkat.


"Oh,"Devina berohria sambil menganggukan kepalanya.


"Eh, sepertinya kalian melupakan sesuatu," ucap Zanna sambil menjentikkan jarinya.


"Apa beb?" tanya Zayn.


"Pikir dong, hayu kalian lupa nih!" tebak Zanna.


"To the point," ucap raja singkat.


Erlena, Melvino, Amanda, Dan Devina hanya diam menyimak saja.


"Besok kan kita liburan, kita ke mana nih?" tanya Zanna sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Oh, iya gue lupa," jawab Erlena yang habis meminum juz strawberry.

__ADS_1


"Terus?" tanya Melvino dingin yang sedari tadi mencuri pandang ke arah Erlena.


"Ya, kita liburan ke mana!" ucap Zanna kesal.


"Bali saja bagaimana?" saran Erlena.


"Wah, Bali!" seru Zaky.


Haha! Serius kalau ke sana gue juga mau!" seru Amanda.


"Setuju," ucap Devina, Zanna, Zayn, dan Raja.


"Kalau kamu setuju?" tanya Erlena dengan tatapan intimidasi.


Melvino yang melihat tatapan Erlena merasa tersihir. Kemudian Melvino pun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum tipis.Tetapi, tidak ada yang tahu bahwa tadi Melvino tersenyum tipis.


"Hore!" girang Erlena sambil menaik turunkan kedua tangannya sambil tersenyum lebar.


Semua yang ada tempat meja Erlena merasa bingung karena melihat tingkah laku Erlena yang berubah drastis.


"Lu mengapa senang banget?" tanya Zanna bingung.


"Iya, kayak mau bertemu gebetan saja!" celetuk Amanda asal.


"Bukan gebetan sih! Tetapi, mau bertemu sama seseorang saja!" jawab Erlena santai.


"Siapa Len?" tanya Zayn penasaran.


"Ada deh," jawab Erlena senyum-senyum sambil menatap ke arah ponsel nya.


"Sudah?" tanya melvino dingin. Entah mengapa hati Melvino merasa sedikit takut jika Erlena berpaling darinya.Padahal dia tidak mungkin jatuh cinta kepada gadis bodoh yang di maksud Erlena.


"Eum," jawab Erlena singkat sambil mengetik pesan untuk seseorang.


"Loh kok dari tadi main ponsel mulu sih?" tanya Devina dengan heran.


"Nggak apa-apa," jawab Erlena singkat.


"Gue pulang duluan ya, nih bayarannya sekalian," pamit Erlena singkat tanpa memperdulikan mereka dengan tatapan bingung.


"Mengapa lagi tuh anak?" tanya raja singkat sambil menatap Erlena yang sudah pergi.


"Nggak tahu juga, tiba-tiba sifatnya kambuh lagi," jawab Devina.


"Hah! Kambuh?" teriak mereka serentak.

__ADS_1


"Eummm.Dia mempunyai penyakit takut kehilangan seseorang, sejak orang tuanya selalu pergi untuk kerjaan dia selalu sendiri.Katanya dia juga rindu sama seseorang sejak beberapa tahun yang lalu," ucap Devina lirih sambil menatap kosong.


"Mengapa lu nggak cerita sama gue!" ucap Zanna marah.


"Jadi selama ini Erlena mempunyai penyakit yang tak terduga di dalam benak hati gue! Mengapa lu nggak kasih tau gue!" bentak Amanda dengan sorot mata yang kecewa.


"Sabar man," ucap zaky sambil mengelus-elus pundak Amanda.


"Jangan marah-marah dong yang, kasian tuh Devina," timpal Zayn.


"Hm," ucap Zanna dan Amanda.


"Kalian nggak berhak marahin ataupun membentak gue. Seharusnya kalian sadar siapa yang meninggalkan Erlena? Siapa yang nggak pernah kasih kabar terhadap Erlena? Apakah kalian pernah mencari tahu keadaan Erlena selama ini? Hm?" ucap Devina lemah namun menusuk yang membuat Zanna dan Amanda seketika terbungkam.


"Jadi selama gue ninggalin dia, dia mempunyai penyakit kambuh? Akh, mengapa juga gue mikirin! Pasti ini hanya karena kasihan," ucap Melvino di dalam hatinnya sambil mengepalkan tangan kanannya.


"Hmm, sorry! Gue di larang sama Lena untuk memberi tahu kepada kalian, karena takut kalian khawatir," ucap Devina lirih sambil menelungkupkan kepalanya dengan kedua tangannya.


"Hmm, sorry gue marah-marah sama lu," ucap Zanna saat menyadari perilakunya.


"Iya. Gue juga," timpal Amanda.


"Sudah-sudah yuk pulang! Ini harinya sudah mulai gelap," peringat Zaky.


"Iya.Gue pulang ya," pamit Zanna dan Zayn.


"Gue juga," ucap raja singkat.


Melvino langsung pergi tanpa pamit kepada mereka.


Setelah mereka pergi, tersisalah Devina dan Zaky.


"Ehh gue pulang dahulu ya!" pamit Devina yang hendak beranjak dari tempat duduknya.


"Eh, bentar gue mau ngomong dahulu," ucap Zaky dengan sedikit gugup.


"Ngomong apa?" tanya Devina santai padahal di dalam hatinya merasa gugup dan jantung yang berdetak dengan sangat cepat.


"Sebenar nya......Gue itu...." jawab Zaky yang merasa gugup karena ingin menyatakan cintanya.


"Apa sih.....?" tanya Devina santai sambil menatap ke dua bola matanya Zaky.


"Lu mau nggak ja?" ucap Zaky yang terputus karena di potong oleh Devina.


"Mau apa sih ogeb! Yang jelas coba!" putus Devina kesal.

__ADS_1


__ADS_2