Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 77


__ADS_3

..."Kepercayaan diperoleh bukan dengan banyaknya perkataan, melainkan kesesuaian antara perkataan dan perbuatan!"...


Ketika Leo ingin mendekatkan diri kepada Erlena untuk membisikkan sesuatu yang menurut-Nya sangat penting begitu pula dengan si Erlena, tiba-tiba kepala-Nya merasa kesakitan seperti kena besi dan Leo pun meringis sambil menjauhkan diri-Nya dengan Erlena. Menatap siapa yang berani melempar barang ke arah diri-Nya.


"Siapa yang Lempar barang ke gue? Sakit tahu Nggak! Tempe, nggak main-main yang lempar barang ke kepala gue, sakit banget sumpah!" Bentak Leo sambil mengusap kepala-Nya dengan kasar


"Kalau gue yang melakukan itu yang melemparkan barang ke kepala elu, lu mau ngapain? Masalah buat lu hah?" tantang Melvino sambil mengeratkan tangan-Nya di bawah meja karena dia sangat tidak suka jika Erlena di dekati oleh lelaki lain, hanya diri-Nya lah yang pantas.


Leo langsung melihat siapa yang menantang-Nya, nyali Leo seketika menghilang di gantikan rasa takut-Nya. Namun, dia sembunyikan tidak mungkin kan anak buah si Erlena takut dengan sosok seorang Melvino yang menurut-Nya hanyalah orang biasa saja, masih di bawah diri-Nya.


"Dari tadi lu cari masalah mulu sama gue, kenapa sih emang-Nya kalau gue dekat sama Lena, dia juga bukan milik lo kan dan lo juga bukan siapa-siapa-Nya!" Gertak Leo marah.


"Tadi ketakutan sekarang marah-marah aneh tahu nggak sih yang, tetapi dia juga ganteng juga ya kayak kamu!" Bisik Amanda kepada Raja sambil menggoda kekasih-Nya ini.


Raja langsung melebarkan kedua bola mata-Nya dengan sigap Raja langsung menutup mata-Nya si Amanda dan menekankan kepala-Nya si Amanda di ketek-Nya.


"Sekali lagi kamu bilang dia ganteng kucium di depan umum kamu tuh. Di tempat hati kamu itu sudah ada aku yang ada di sana jadi nggak ada yang boleh mengambil hatimu atau pun memilikimu. Jika ada yang mengambil dirimu milikku akan aku bunuh dia," ancam Raja dengan tatapan menusuk saat Amanda mencoba memberontak untuk melepaskan kepala-Nya dari ketek-Nya si Raja.


"Raja, plis deh. Ingat-ingat dan lihatin aku dong. Aku ini lagi susah napas karena mencium ketekmu yang bau itu hih," balas Amanda sambil memukul punggung-Nya si Raja.


Raja pun meringis karena pukulan dari tangan kekasih-Nya tidak main-main ternyata rasa?Nya seperti di kasih air panas.


"Habis sih kamu tuh bikin aku kesal karena tuh cowok, pingin ku bunuh saja kalinya sekalian tuh cowok-Nya. Biar kamu nggak lirik cowok lain atau pun berpindah hati," gumam Raja yang masih dapat di dengar oleh Amanda.


"Jangan dong, itu anak orang. Lagian aku juga cinta sama sayang-Nya kan ke kamu," ucap Amanda sambil tersenyum paksa.


"Hum, ya sudah biarin saja orang nggak waras begitu sudah,yang penting kita saling cinta dan saling sayang," bisik balik Raja sambil mengelus rambut kekasih-Nya.


"Dasar bucinku nih, uhhh gemas deh!" Bisik Amanda.


"He-he-he," kekeh Raja sambil tersenyum manis sambil menyandarkan kepala-Nya di bahu kekasih tercinta-Nya.

__ADS_1


"Makanya jangan dekat-dekat sama Lena!" Gertak balik Melvino sambil mengenggam tangan-Nya Erlena dengan lembut.


"Lu benar, benar ya! Len buruan ikut gue cepat!" Ucap Leo yang sedari tadi tidak bisa menahan rasa emosi-Nya.


"Duluan saja! Nanti gue nyusul!" Titah Erlena sambil mengusir Leo dengan tangan-Nya.


"Gue tunggu, nggak pakai lama, kalau lama gue tinggal!" Patuh Leo langsung pergi dari kawasan kantin.


Setelah Leo pergi dari kantin, Erlena menoleh ke arah samping untuk melihat keadaan Melvino. Erlena menghela napas panjang-Nya.


"Elvin, kita ke roftoop sekarang," ajak Erlena sambil menarik tangan-Nya Melvino.


Melvino mengikuti langkah panjang-Nya Erlena, dia masih belum menahan emosi-Nya gara-gara si cowok 'tengik' tadi. Yang di maksud cowok 'tengik' itu adalah Leo yang baru saja mengganggu aktivitas diri-Nya bersama Erlena.


Sesampai di rooftop Erlena menarik tangannya Melvino sambil menuntun untuk duduk di hadapannya.


"Elvin," panggil Erlena lembut.


"Huft...." Terdengar Hela napas kasar-Nya Erlena.


"Kalau aku ngomong di tatap balik dong di sini ada orang loh yang lagi ngomong," bujuk Erlena sambil mengeratkan pegangan-Nya dengan Melvino.


Melvino pun mengalihkan pandangan-Nya ke arah Erlena.


"Gue nggak suka ya," ucap Melvino lirih.


"Nggak suka apa hm, yang jelas dong biar aku paham maksud-Nya kamu?" tanya Erlena.


"Gue nggak suka lu dekat sama si cowok 'tengik' itu," pungkas Melvino sambil menatap tajam ke arah Melvino.


Erlena bingung siapa yang di maksud oleh Melvino.

__ADS_1


"Siapa cowok 'tengik'?" tanya Erlena sambil mengerutkan dahi-Nya.


"Siapa lagi yang baru saja dekatin lu," jawab Melvino.


"Owh dia toh, aku nggak bisa jauh dari dia dan aku pun juga butuh dia," ucap Erlena yang langsung di sela oleh Melvino.


Melvino melototkan kedua bola mata-Nya merasa terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Erlena.


"Jadi lu nggak bisa jauh dari dia? Terus kenapa lu masih ngejar-ngejar gue?" tanya Melvino dengan napas yang memburu.


"Loh? Siapa yang ngejar-ngejar kamu lagi? Nggak ada kan?" celetuk Erlena sambil tersenyum miring.


DEG.


Melvino tersadar bahwa sekarang Erlena tidak mengejar-ngejar diri-Nya seperti dahulu. Dia rindu masa lalu saat Erlena tidak menyerah untuk mengejar cinta-Nya.


"Inti-Nya kalau kamu nggak percaya sama aku,itu sih terserah kamu. Aku kan nggak ada hak untuk dirimu. Kalau pun aku sama Leo emang ada hubungan, akan tetapi bukan hubungan pacaran atau yang lainnya" Ucap Erlena panjang lebar.


"Kamu jangan cari informasi tentang Leo, aku tahu kamu selama ini selalu mencari informasiku. Itu tidak akan pernah terjadi vin," sambung Erlena.


"****! Jadi selama ini dia tahu? kalau gue cari informasi tentang dirinya? Gue cuman cari informasi lu karena gue nggak mau terjadi apa pun denganmu," ucap Melvino di dalam hati.


"Karena kunci-Nya sebuah pertemanan maupun hubungan kita harus mempunyai kunci. Mengapa kita harus mempunyai kunci? Karena kita memerlukan sebuah kunci kepercayaan. Jika salah satu pihak tidak percaya dengan ke dua belah pihak hubungan itu pasti akan hancur retak," ucap Erlena sambil menatap dalam ke arah Melvino.


"Hm, ya sudah deh seterah elu mau-Nya seperti apa...." ucap Melvino pasrah.


"Intinya aku cuman cinta dan sayang sama kamu. Kecuali, kamu yang menyuruh aku untuk melupakanmu aku bakal menuruti kemauanmu," ucap Erlena sambil mencium kening Melvino lalu memeluk Melvino.


Melvino merasa terkejut sekaligus senang dengan tingkah laku Erlena. Dia yakin pasti Erlena tidak akan tega meninggalkan dirinya. Padahal Melvino tidak tahu bahwa nanti kedepannya akan terjadi sesuatu.


"Iya gue percaya sama lu," ucap Melvino sambil membalas pelukannya Erlena dan mencium kepala Erlena.

__ADS_1


__ADS_2