
SESAMPAI DI RUMAH
"Assalamualaikum bibi," ucap Erlena memberi salam.
"Wa'alaikum salam non," jawab bibi.
"Bi, Kira-Kira Mami sama papi pulangnya kapan ya?" tanya Erlena kepada bibi.
"Maaf bibi nggak tahu non, coba non telepon orang tuanya non," saran bibi.
"Oke terima kasih bibi, Lena ke atas dahulu ya," pamit Erlena sambil berterima kasih atas sarannya.
"Iya non," Balas bibi sambil tersenyum singkat.
Erlena pun bergegas ke kamar mandi, lalu dia membersihkan tubuhnya, dia merasa gerah. Setelah selesai mandi, Erlena skincare tubuh dan wajahnya.
Kemudian Erlena mengambil ponselnya di atas meja belajarnya, setelah dia mendapatkan nomor telepon maminya, lalu dia pun menghubungi mami tercintanya.
"Assalamualaikum mi, apa kabar? Mami sama papi bagaimana?" tanya Erlena kepada maminya.
"Wa'alaikum salam, mami sama papi baik-baik aja kok," jawab mami Erlena di dalam telepon.
"Mami kapan pulang? Lena kangen tahu," ucap Erlena dengan nada manja.
Mami Erlena yang mendengar ucapan anaknya, tersenyum geli, karena dia tahu anaknya ini paling tidak bisa di tinggal lama-lama.
"Mami pulangnya besok kok, Len," balas mami Erlena.
"Serius mam?" tanya Erlena dengan kegirangan.
"Iya serius.... Nanti jemput mami di bandara ya,"
jawab mami Erlena.
"Oke mam, jam berapa?" tanya Erlena untuk memastikan.
"Jam 2 siang, mami sama papi sudah sampai," jawab mami Erlena.
"Baik lah, ya sudah, Lena tutup ya teleponnya," balas Erlena yang ingin mengakhiri telepon bersama maminya.
"Iya," ucap mami Erlena.
TUT TUT TUT.
"Akhirnya mami sama papi pulang, yey!" teriak Erlena sambil senyum-senyum dan lompat di tempat tidurnya hingga berantakan.
"Astaga, ya ampun, tempat tidurku," ucap Erlena sambil menatap sedih ke kasurnya.
Kemudian Erlena pun merapikan tempat tidurnya lalu Erlena tertidur menuju ke alam mimpinya.
BANDARA.
"Halo kak, kakak di mana posisinya?" tanya Adelia di dalam teleponnya
"Gue di dekat lobi," jawab seseorang laki-laki di dalam teleponnya.
__ADS_1
"Oke, Kaka tunggu di situ," balas Adelia.
"Hm," deham seseorang.
"hah kembali, lagi gue ke sini jangan sampai bertemu sama orang bodoh huft," gerutu seseorang di dalam hati.
"Kakak!" teriak Adelia ketika melihat sang Kakanya, dia sangat merindukan sosok Kakaknya itu.
"Ya ampun, gila malu gue," ucap seseorang di dalam hati, karena banyak orang yang melihat dia dan adiknya.
"Akhirnya, kakak pulang," ucap Adelia sambil memeluk kakaknya.
"Hm," deham seseorang dingin.
"Issss, masih saja dingin, kapan sih cairnya hah," balas Adelia merasa kesal sambil melepas pelukannya.
"Ya," jawab seseorang singkat.
"Udah, sekarang kita pulang," ucap seseorang
"Iss, kak Melvin, kita makan dahulu lah, Adel lapar," balas Adelia sambil membujuk sang kakaknya.
"Hm," deham seseorang laki-laki yang sudah di ketahui namanya yaitu Melvino.
"Yes," ucap Adelia merasa senang.
"Yuk, kita makan," ajak Adelia sambil menarik Melvino.
Melvino pun mengendarai mobilnya, Adelia hanya sibuk bermain dengan ponselnya.
SESAMPAI DI TEMPAT MAKAN.
"Nasi goreng," jawab Melvino singkat.
"Oke," balas Adelia.
"Mbak sini?" panggil Adelia sambil melambaikan tangannya.
"Iya mba, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan.
"Iya mba, saya pesan nasi goreng 2 dan es jeruknya 2 ya mba," ucap Adelia terhadap pelayan.
"Iya mba," balas pelayan sambil mencatat makanan yang di pesan.
"Saya permisi dahulu," pamit pelayan.
"Iya," jawab Melvino singkat.
Mereka pun menunggu makanan.
16 menit kemudian.
"Maaf ya mba, saya antar makanannya terlambat, tadi ada sedikit masalah," ucap pelayan meminta maaf atas kesalahannya.
"Iya mba, santai aja kali," jawab Adelia mewakili sang kakaknya Melvino.
__ADS_1
"Ya sudah mba, mas, sekali lagi saya minta maaf saya permisi," pamit pelayan sambil membukukan badannya.
"Iya," jawab Adelia.
"Hm," deham Melvino.
Mereka pun makan dalam diam, hanya terdengar dentingan suara sendok dan garpu saja.
"Pulang," seru Melvino singkat.
"Iya," balas Adelia malas.
Mereka pun pulang ke rumah, di dalam mobil tidak ada yang memulai pembicaraan, hanya terdengar suara musik.
SESAMPAI DI RUMAH.
"Assalamualaikum, ayah bunda," salam Adelia.
"Wa'alaikum salam," jawab kedua orang tuanya.
"Ya ampun Melvin.... bunda kangen sama kamu," ucap bunda sambil memeluk Melvino.
"Iya Bun," ucap Melvino dingin.
"Hai, anak ayah yang ganteng, apa kabar?" tanya ayah.
"Baik-baik saja ayah," jawab Melvino sambil melepaskan pelukan sang bundanya.
"Melvin ke atas dahulu, mau ke kamar," pamit Melvino.
"iya nak, istirahat saja dahulu," titah bunda.
SESAMPAI DI KAMAR.
Melvino dna pintu kamarnya lalu memasuki sambil membawa kopernya. Kemudian dia duduk di tepi ranjangnya, dia melihat sekitar kamarnya tidak ada yang berubah masih sama seperti dahulu.
Melvino pun langsung merebahkan tubuhnya sambil menatap ke jendela, dia seperti memikirkan sesuatu.
"Mikirin apa ya Melvino?" tanya author.
"Jawab sendiri lah, kan lu yang buat Thor," jawab Melvino.
"Ha-ha-ha," tawa author.
SKIP
Ya, Melvino merasa ada sedikit kehilangan dan merasa hampa, karena biasanya ada yang selalu mengirimi pesan yang sangat banyak. Tetapi, karena ponsel Melvino rusak jadi tidak ada lagi yang mengirimkan pesan kepada dirinya.
"Apa kabar gadis bodoh?" tanya Melvino kepada dirinya sendiri.
"Apakah kamu masih mengejar cinta ku?" tanya kembali terhadap dirinya sendiri.
"Melvino ayok makan!" teriak Bunda dari bawah untuk mengajak anaknya makan malam.
"Iya bunda," teriak Melvino balik.
__ADS_1
"Huft apa-apaan sih! Gue mikirin tuh cewek arrgghhh," gumam Melvino kesal.
Melvino pun keluar dari kamarnya, lalu menuju ke arah meja makan bersama. Mereka pun makan dengan keadaan keheningan.