Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 95


__ADS_3

"Sudah diam ah, telinga gue sakit nih dengarin kalian bacotan mulu," ucap Zayn sambil menggaruk daun telinga-Nya.


"Ya elah, ini pada kenapa sih? Jadi jarang bicara? Gue bosan nih, gue juga rindu masa-masa kita lagi kocak-kocak-Nya nggak seperti sekarang malah diam-diaman?" tanya Zaky yang mulai menanggapi sikap ketiga-Nya yang akhir-akhir ini jarang ikut bergabung dalam obrolan receh yang sangat sering mereka lakukan.


"I Know, gue juga rindu pada masa-masa saat kita SMA. Padahal gue berpikir bahwa kita tidak akan bertemu lagi, eh nggak tahu-Nya kita di persatukan lagi ha-ha-ha," ucap Zayn yang di akhiri dengan tawa-Nya.


"Tetapi yang paling jarang nimbrung itu si Melvin, mengapa lu vin jadi jarang nimbrung sama kami? Atau lu sudah bosan main sami kami bertiga? Dan sekarang lu hanya sibuk dengan diri lu sendiri," ucap Zaky merasa heran kepada sahabat-Nya yang paling dingin sikap-Nya di antara mereka semua.


"Masa lu pada nggak tahu si?" tanya Raja sambil tersenyum miring.


"Emang apa yang nggak gue tahu saat ini?" tanya Zaky penasaran.


"Kan kekasih hati-Nya sudah pergi dari kehidupan diri-Nya, jadi dia-Nya lagi rindu gitu loh cerita-Nya yang orang-Nya sudah pergi dari kehidupan dia. Eak, eak, eak," jawab Raja yang memang ada benar-Nya.


"Ha-ha-ha," tawa Zaky, Zayn, dan Raja.


Sedangkan Melvino hanya menatap datar ke arah sahabat-Nya, yang membuat-Nya ingin menjitak satu-satu.


"Ngomong-ngomong tentang nasi bakar, gue jadi ngiler dan lapar nih," celetuk Zaky sambil mengelus-elus perut rata-Nya dan di setujui pula oleh Zayn dan Raja.


Hm.... Nasi bakar?


Melvino pun mengingat kembali tentang masa-masa di mana Erlena sering memberikan bekal pada-Nya. Tidak hanya nasi bakar saja, tetapi, ada juga nasi goreng dan roti bakar.

__ADS_1


Diri-Nya merasakan teramat rindu dengan kotak bekal yang berwarna abu-abu, yang sering di berikan gadis itu kepada-Nya.


Dia sangat rindu dengan paksaan gadis itu untuk menerima bekal dan apa yang dia kasih untuk-Nya.


Dia rindu suara yang sangat lembut ketika menyapa-Nya dan berbicara kepada-Nya, itu lah yang membuat diri-Nya jatuh dengan pesona gadis itu berulang kali.


Apa lagi senyuman-Nya, dia rindu senyuman gadis itu ketika berjumpa dengan-Nya. Bahkan diri-Nya pun juga tidak tahu, apa kah senyuman itu palsu atau senyuman itu asli. Dia sangat bingung untuk membedakan senyuman yang digunakan oleh gadis itu.


Dia rindu dengan parfum rasa vanilla yang dimiliki oleh gadis itu.


Jangan di tanya lagi. Inti-Nya dia rindu gadis itu, gadis-Nya. Erlena Ive sara milik-Nya.


"Tinggal makan saja kok repot! Situ punya duit, tetapi gaya-Nya kayak orang miskin!" Sindir Melvino dingin langsung pergi dari hadapan mereka semua.


Ketika Melvino pergi dari ruangan tadi, semua-Nya pun menjadi terdiam.


"Iya cuy, sudah deh lain kali jangan cari masalah sama Melvin. Takut gue jadi-Nya," balas Zayn sambil meniup kedua tangan-Nya.


"Halah, dasar penakut. Kalian yang memulai dan kalian lah yang harus mengakhiri semua ini ha-ha ha. Babay gue pulang dahulu yuhu!" Celetuk Raja langsung lari untuk menjemput pujaan hati-Nya.


"Gila, tuh orang kalau ngomong juga sama kayak Melvin huh," dengus Zayn.


"Loh, lu lupa apa ha?" tanya Zaky sambil menatap ke arah Zayn.

__ADS_1


"Apa emang-Nya?" tanya Zayn balik sambil menaikkan sebelah alis-Nya.


"Kan mereka itu sifat-Nya sebelas dua belas. Nggak ada beda-Nya sumpah," jawab Zaky santai.


"Oh iya, bego banget ya gue nih," balas Zayn sambil menggaruk tengkuk leher-Nya.


"Emang lu-Nya saja yangbsudah bego dari sana-Nya," ejek Zaky langsung lari takut di terkam oleh gajah.


"Sialan!" Umpat Zayn sambil mengepalkan kedua telapak tangan-Nya.


......................


Melvino pulang ke rumah dengan keadaan yang lesu dan memprihatinkan. Hati-Nya kali ini merasakan sangat kosong, hampa, dan sunyi.


Kaki-Nya melangkah menuju ke arah sofa ruang tamu dan mulai merebahkan tubuh-Nya di atas-Nya. Seraya menghembuskan napas-Nya dengan kasar.


Bunda Melvino yang melihat tingkah laku sang anak tertua-Nya itu tidak merasa heran lagi. Karena anak-Nya akhir-akhir ini memang seperti itu dan sebagai bunda dia tahu perasaan anak-Nya yang lagi galau.


"Waduh, nih anak ayah yang tertampan di dunia setelah ayah-Nya, kenapa lagi ini? Lesu amat habis pulang ke sekolah?" terdengar suara bariton milik ayah Melvino yang membuat Melvino langsung bangkit dari rebahan-Nya.


"Loh ayah kapan pulang nya?" tanya Melvino yang mencoba mengalihkan pembicaraan tadi.


Ayah Melvino tersenyum tipis melihat anak-Nya yang mencoba mengalihkan pembicaraan-Nya tadi. Ayah-Nya pun duduk di sebelah Melvino.

__ADS_1


"Tadi siang pas kamu masih sekolah, ayah pulang cepat karena rindu sama bunda," balas ayah Melvino sambil mengusap rambut Melvino yang agak mulai memanjang.


"Jangan coba-coba untuk mengalihkan pembicaraan ayah tadi. Kamu kenapa akhir-akhir ini ayah perhatikan selalu lesu sehabis pulang sekolah hm?" tanya ayah Melvino sambil menatap lembut ke arah anak-Nya.


__ADS_2