
"Zak, sekarang lu yang putar botol-Nya cepaetan!" titah Erlena.
"Iya ah sabar coba, gini-gini juga mutar botol-Nya pakai perasaan sama tenaga tahu nggak sih lu," patuh Zaky sambil menatap datar ke arah Erlena.
"Sorry, sorry saja ya kan, gue kan emang nggak tahu kalau mutar botol-Nya yang kosong itu ternyata juga pakai tenaga dan perasaan. Kirain gue itu cuman manusia yang sedang mengejar mimpi atau mengejar cinta-Nya seseorang," balas Erlena sambil tersenyum tipis.
"Lu sindir diri lu sendiri ya?" tanya Zaky sambil terkekeh geli.
"Hooh cuy. Eh, kok bisa sih gue sindir diri gue sendiri ha-ha-ha," jawab Erlena yang di akhiri dengan tawa-Nya.
"Lol, lu nanya gue. Gue saja kagak tahu. Sudah lah gue mau putar dahulu nih botol-Nya. Kasihan mereka nungguin ha-ha-ha," balas Zaky sambil memutarkan botol-Nya dan di akhiri dengan tawa-Nya.
"Hm," deham Erlena malas.
Botol pun terus memutar hingga detik-detik botol pun mulai melambat dan seketika botol-Nya berhenti dan mengarahkan kepada.....
"Lu Raja, lu yang kena mampus," seru Zaky sambil tertawa garing.
"Huh, sangat menyebalkan mengapa harus gue yang kena sih," dengus Raja kurang menerima kenyataan.
"Lu harus terima kenyatan-Nya bro. Bahwa elu yang kena dalam truth or dare. Jawab dahulu ha-ha-ha," ejek Zaky yang di akhiri dengan tawa-Nya.
Raja pun hanya mengusap wajah-Nya dengan pelan sambil menghela napas panjang-Nya. Dia akan pasrah menerima semua kenyataan ini, bahwa dia lah yang terkena dalam zona permainan ini.
"Pilih truth or dare?" tanya Devina sambil menaikkan sebelah alis-Nya.
"Dare sajalah," jawab Raja singkat.
"Nah ini baru laki man, berani melakukan sesuatu yang menantang akan hal semua itu," ucap Zayn sambil menatap remeh ke arah Zaky.
"Jadi maksud lu gue bukan laki hah menurut elu?" tanya Zaky yang lumayan tersulut kemarahan.
"Loh, gue nggak bilang loh. Gue cuman ngomong gitu saja loh," jawab Zayn sambil terkekeh geli di ikuti semua-Nya.
"Huh! Sudahlah, seterah elu!" ucap Zaky yang sibuk merendamkan kemarahan-Nya tadi.
"Ayok buruan yang harus gue lakukan apa Zak?" tanya Raja penasaran.
"Bentar gue mikir dahulu," jawab Zaky sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuk-Nya.
Dua Menit kemudian.....
"Lu harus nembak cewek yang lu taksir sekarang juga dan ungkapkan sekarang juga," ucap Zaky sambil tersenyum miring.
"Kapan ungkapin-Nya?" tanya Raja santai.
__ADS_1
"Sekarang dongo!" Umpat Zayn kesal dengan Raja.
"Sekarang, coba lu telepon orang yang lu taksir itu. Ada atau tidak nomor-Nya ?" tanya Zaky sambil menaikkan sebelah alis-Nya.
"Adalah, bentar gue telepon dia dahulu. kalian harus diam oke!" titah Raja sambil menatap tajam kearah mereka semua.
"Oke!" patuh mereka serentak.
Raja mengambil ponselnya di saku celananya, lalu mengotak-ngatik untuk mencari nama yang akan dia tembak perasaanya. Setelah dia bertemu lalu menelponnya dan mendekatkan ponselnya di telinganya.
🎶cinta kita memang tidak
semudah yang di bayangkan
tapi kini kita ada di saling
menyempurnakan.🎶
"Hah?" cengo Amanda sambil membuka ponselnya siapa yang menelponnya saat ini.
Sontak membuat kaget Amanda saat mengangkat telepon dari seseorang yang belum ada nama di kontaknya. Lagi-lagi Amanda terkejut saat mendengar suara seseorang yang di kenalnya.
DI DALAM TELEPON RAJA DAN AMANDA.
"Ha..Lo..." jawab Amanda gugup.
"Gue suka sama lu dan sayang sama lu," ucap Raja lalu mengambil napas panjang lalu melanjutkan kata-kata nya.
"Lu mau jadi pacar gue?" tanya Raja santai padahal hatinya kini sangat gugup karena baru kali ini dia berbicara dengan seorang gadis apa lagi gadis tersebut gadis yang dia sangat cintai.
"Hah? Serius lu?" tanya Amanda balik, Amanda masih tidak percaya seorang Raja yang di bilang sifatnya dingin kini menyatakan perasaannya kepada dirinya.
"Iya, lu mau jadi pacar gue atau tidak?" tanya Raja kembali sambil menatap wajah nanti cantiknya Amanda.
"I...ya... Gue mau," jawab Amanda malu-malu, lalu mematikan teleponnya secara sepihak.
TIT
TIT
TIT
"Acieee cieeee," goda teman-temannya mereka.
"Ekh serius ini lu Ja? Kira gue lu cuma main-main doang," ucap Zaky sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Serius dong!" ucap Raja lalu mendekatkan dirinya kepada Amanda.
Grep.
Mereka semua menatap kearah Raja dan Amanda dengan mulut yang terbuka. Melvino yang terkenal tidak pernah memperdulikan sekitar kini juga ikut melongo dengan tingkah laku sahabatnya.
"Eeeee..." gagu Amanda saat di peluk Raja yang kini menjadi pacar resminya.
"Gue sayang sama lu bahkan cinta sama lu dari dahulu," bisik raja sambil mengelus-elus rambut lebat pacarnya.
"Sejak kapan?" tanya Amanda heran.
"Sejak kelas 1 SMA, kan gue nggak sengaja nabrak lu. Saat itu juga gue mulai menyukai elu pandangan pertama," jawab Raja lembut sambil mencium puncuk rambutnya Amanda.
"HaH? Jadi lu jatuh cinta pandangan pertama?" tanya Zayn yang di angguki Melvino dan Zaky.
"Yap, benar sekali," jawab Raja santai.
"Wow! Seorang Raja yang terkenal dingin sudah mempunyai pacar, pasti potek hatinya anak-anak di sekolah ha-ha-ha," ucap Zaky yang di akhiri tawanya.
"Hm," ucap raja hanya berdeham saja.
SKIP.
Erlena sedang di dalam kamar sambil bermain dengan ponselnya itu. Tiba-tiba Erlena mendengar ada suara ketukan dari pintu luar.
Tok
Tok
Tok
"Len, ini papi," Panggil papi Erlena dari luar sambil mengetuk pintu berulang kali.
"Huh, ganggu saja," ucap Erlena lalu menaruh ponselnya di atas meja.
Erlena berjalan menuju kearah pintu untuk membuka pintu. Setelah Erlena membuka pintu dia melihat tidak cuma papinya doang akan tetapi ada Vino juga. Erlena memutar kedua bola matanya malas.
"Masuk!" perintah Erlena lalu duduk di kursi santai.
"Len, papi sama Vino mau ngomong," ucap papi Erlena.
"Iya Len, gue juga mau ngomong," ucap Vino lirih.
"Ya ngomong saja, lagian kalian lagi ngomong juga kan? Aneh," sarkas Erlena sambil tersenyum miring.
__ADS_1