
"Ouhh..."Jawab Melvino singkat sambil tersenyum tipis.
"Ya sudah aku mau tidur dahulu ya, kamu jangan begadang inti-Nya. Nggak baik untuk kesehatanmu tahu nggak. Good night Elvinku sayang muah, love you Elvin," pamit Erlena langsung mematikan telepon-Nya.
DI TEMPAT MELVINO....
"Night too gadis bodohku, aku mencintai dan menyayangi dirimu yang baru saja kusadari. Semoga kau masih sama dengan perasaanmu kepada diriku," gumam Melvino sambil tersenyum tipis.
......................
... ...
..."Jangan sia-siakan seseorang yang terus bertahan meski kau mudah meninggalkan dan jangan sia-siakan dia yang mampu menerimamu apa ada-Nya meski seringkali luka itu kau berikan pada-Nya. Sungguh dia sangat setia kepada dirimu."...
..."Inti-Nya Jangan sia-siakan orang yang menyayangi dirimu, apalagi menyakiti hati-Nya. Karena belum tentu besok dia masih ada untukmu."...
Sahabat Erlena dan Melvino sudah mulai kembali ke sekolah, hubungan pertemanan maupun kisah percintaan mereka berjalan mulus dan semakin mengerat satu sama lain. Tidak ada yang nama-Nya perselisihan atau pun berantem satu sama lain.
Mereka pun sudah memasuki kelas dua belas SMA.
Kalau kalian bertanya bagaimana hubungan Erlena dengan Melvino? Apakah ada perubahan atau ada kabar baik? Atau hubungan mereka berjalan mulus dan mengerti satu sama lain?
Maka jawaban-Nya adalah semakin dekat. Dekat di hati dekat dengan jarak dan Melvino sudah menyadari perasaan-Nya jika dia sudah jatuh cinta kepada Erlena saat mau naik kelas dua belas SMA. Dia sering merutuki diri-Nya sendiri akibat baru menyadari akan hal perasaan diri-Nya.
Sifat Melvino tidak dingin, kaku, cuek seperti dahulu, akhirnya lambat laun-Nya kini Melvino sudah mulai mencair sifat-Nya. Melvino sudah hapal dengan sifat Erlena begitu pun dengan si Erlena.
Melvino hanya bisa bersifat dan berperilaku hangat kepada Erlena dan keluarga-Nya saja. Bersama sahabat-Nya? jawaban-Nya tidak!Masih dingin tingkah laku-Nya dan di ingatkan sekali lagi hanya ketiga wanita yang dia sayangi yaitu bunda yang melahirkan diri-Nya, adik-Nya yang bernama Adelia dan si Erlena.
Teman-teman Erlena dan Melvino sudah lama berpacaran semua, Zaky dan Devina selalu bersikap konyol di hadapan sahabat-Nya.
Raja dan Amanda selalu bersikap romantis yang membuat para kaum adam dan kaum hawa merasa iri terhadap pasangan couple romance ini. Inti-Nya tidak bisa berkata apa pun lagi bahwa mereka sangatlah romantis saat berduaan, Raja yang selalu memperlakukan Amanda layak-Nya seperti Ratu. Begitu pun sebalik-Nya Amanda memperlakukan Raja layak-Nya seorang Raja juga.
..."Cinta adalah ketika kamu berbagi kebahagiaan, bukan saling memanfaatkan. Cinta itu untuk saling menghargai bukan mencurigai pasangan."...
__ADS_1
Zayn dan Zanna selalu bertingkah kocak dan sangat suka membuat keadaan menjadi riuh dan ribut, tetapi itu lah yang membuat mereka nyaman satu sama lain.
"Eyoo, guys apa kabar kalian semua, pasti kalian semua sehat ya!" Teriak Erlena menggema di seluruh kelas-Nya.
"Nggak usah teriak-teriak juga kali Len, lagi main nih kita dan kita semua pun sehat wal afiat," sungut Zaky sambil mendelikkan kedua mata-Nya ke arah Erlena.
"Bodo amat emang gue pikirin cih," ucap Erlena di dalam hati dengan
"Tuh nah pacar lu, lagi badmood!" Pungkas Erlena sambil melirik ke arah Devina.
"Ha? Pacar? Guee nggak punya pacar kali gue cuman punya game doang," celetuk Zaky tanpa menyadari bahwa Devina melihat nya dengan tatapan tajam.
"Hayu lu, kena kau sama singa," sindir Erlena sambil tersenyum miring.
Devina langsung bangkit dari kursinya lalu menuju ke tempat Zaky. Kemudian Devina menjewer telinganya si Zaky.
"Ohh jadi lu nggak punya pacar? Gue nggak di anggap hm?" tanya Devina sambil menatap tajam ke arah Zaky yang sedang meringis karena kesakitan.
"Aduh, ampun yang. Salahin nih mulutku saja yang asal ceplos. Aku saja nggak tahu ngomong apa tadi aku," ucap Zaky yang berusaha melepaskan tangannya Devina dari telinganya.
Plak.
"Dasar nih mulut, bisanya asal nyeplos saja. Nanti gue putusin nangis di pojokkan kayak kemarin huh!" Sungut Devina sambil menatap ke arah bibirnya Zaky yang memerah.
"Jangan ah, kan aku sayang dan cinta sama kamu. Tega banget atuh teh!" Gerutu Zaky sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Bodo!" Ucap Devina sambil menatap sinis ke arah Zaky lalu kembali ke tempatnya untuk makan bekalnya.
Melvino yang melihat kejadian di depannya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Sudah biasa tingkah laku Devina dan Zaky yang terus berantem dan akhir nya baikkan lagi satu sekolah pun tahu bahwa pasangan absurd ini selalu banyak tingkahnya.
Melvino saat ini hatinya berdetak sangat cepat karena dia tidak sabar untuk menerima kue dari buatan Erlena sendiri. Membayangkan kue buatan Erlena membuat dirinya ngiler saja dan tidak sabar untuk mencobanya apa lagi melihat wajah nanti cantiknya Erlena.
Bel pun berbunyi.....
__ADS_1
"KRING"
"KRING"
"KRING"
Saat teman-teman Erlena dan Melvino menuju ke arah kantin, mereka mendengar gosip anak-anak di kantin maupun di lapangan.
Gosip para anak-anak.
"Ekh..lu tahu nggak tadi ada cewek yang di gonceng sama Melvino tadi pagi loh..."
"Ha? masak sih gue nggak percaya tuh?"
"Iya,"
"Siapa emang ceweknya, sekolah di mana?"
"Ada anak kelas 11, menurut gue mereka ada hubungan tahu serasi kalau gue lihat."
"Wah, kasihan tuh si Lena. Padahal dia selalu mengejar-ngejar Melvino dari dahulu."
"Iya, gue sih berdoanya semoga Lena sama si Melvino bisa bersatu dan Melvino cepat sadar dengan perasaannya."
"Aamiin yra."
"Tetapi, kalau sifatnya Melvino gitu terus. Takutnya Erlenanya memilih mundur dan menyerah, itu yang gue pikirkan."
"Sudahlah doa kan saja yang terbaik untuk mereka berdua."
"Iya,"
"Jangan sampai ada penghalang di hubungan mereka, jika ada awas saja."
__ADS_1
"Betul tuh betul yang di katakan olehmu."