
*Awal cerita*
"Erlena! Bangun! Kamu sudah kesiangan. Mau sekolah gak sih Kamu tuh?"
teriakkan marah mami Erlena.
Gubrak ...
Erlena terjatuh dari kasurnya karena kaget mendengar teriakkan mami tercinta.
"Aduh... Mami! Nggak usah teriak-teriak juga kali. Kan Lena jadi jatuh." ucap Erlena dengan nada kesal.
"Ya sudah. Buruan Kamu mandi, nanti telat lagi," perintah dari sang mami.
Skip ...
Erlena bergegas kekamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Kemudian dia bersiap-siap memakai seragam sekolahnya. Erlena pun keluar dari kamarnya, lalu menuju ke meja makan.
"Lena! Mau sarapan nasi goreng atau roti?" tanya mami Erlena.
"Roti aja deh Mam, sudah telat nih." jawab Lena dengan nada cepat.
...----------------...
SELESAI ERLENA SARAPAN..........
"Len, kamu mau diantar sopir atau naik motormu?" tanya papi Erlena.
"Naik motor saja deh pi, lagian sudah lama juga Lena nggak berangkat pakai motor." kataku sambil berlari mengambil kunci motor kesayanganku.
"Ya sudah hati-hati Len." peringat sang papi Erlena.
*Konflik*
"Mengapa lu bunuh adik gue Len, dia nggak ada salah sama lu hah?!" Teriak Melvino murka saat melihat adik-Nya yang hendak menutup mata-Nya.
__ADS_1
"Gue nggak bunuh adik lu Vin, gue tolongin dia dari seseorang yang berniat membunuh adik lu!" Teriak balik Erlena tidak terima atas tuduhan Melvino yang di berikan untuk-Nya.
"Nggak usah ngelak lu! Bukti-Nya lu megang pisau yang sudah banyak darah-Nya dan di pisau tersebut sudah ada sidik jari lu. Dasar bajingan!" Bentak Melvino sambil menatap tajam ke arah Erlena.
"Maling mana ada yang mau ngaku untuk mengakuinya ha-ha-ha!" Tuduh Melvino sambil tersenyum miring.
"Gue bukan pembunuh, gue cuman nolongin Adel!" Teriak Erlena dengan air mata yang mengalir di pipi-Nya.
"Sudah Vin! Cukup, lu bawa adik lu ke rumah sakit terlebih dahulu! Masalah bahas-Nya nanti saja! Kasihan adik lu, sudah menahan rasa sakit!" Bentak Raja sambil memukul punggung-Nya Melvino.
"Kenapa lu mukul gue bangsat, kenapa lu nggak mukul si pembunuh itu?" tanya Melvino sambil mengepalkan kedua tangan-Nya di ikuti mata yang memancarkan kemarahan.
"Karena belum ada buktinya kalau dia itu yang bersalah, lu emang sudah cari bukti ha!" Teriak Raja sambil menatap tajam kearah Melvino.
"Gue sudah lihat dari video yang di kasih sama dia, gue sudah lihat semuanya tahu nggak lu!" Teriak Melvino di ikuti rasa emosi.
"Sadar bego! Adik lu butuh bantuan lu, bukan bacotan lu!" Ucap Zaky dengan napas yang memburu.
Melvino pun berlari mendekati sang adikdan bersimpuh di lantai sambil mengelus pipi-Nya sang adik.
Erlena yang mendengar tuduhan Melvino merasakan sakit di hati-Nya, apa lagi mata Melvino menyiratkan dendam yang sangat dalam kepada Erlena padahal yang sebenarnya Erlena lah yang menolong Adelia dari pembunuhan yang sempat terjadi.
*Pengembangan cerita*
Alurnya bagus, baik dan sangat menegangkan agar pembaca tertarik untuk membacanya.
*********
Erlena yang mendengar tuduhan Melvino merasakan sakit di hati-Nya, apa lagi mata Melvino menyiratkan dendam yang sangat dalam kepada Erlena padahal yang sebenarnya Erlena lah yang menolong Adelia dari pembunuhan yang sempat terjadi.
*Penyelesaian konflik*
"Aku waktu itu merasa emosi hiks... Aku tahu aku salah dan aku sangat menyesal apa yang aku telah perbuat dengan mu hiks...." tutur Melvino sambil menangis.
"Aku minta maaf sayang, maaf kan aku...." ucap Melvino sambil duduk bersimpuh di lantai.
__ADS_1
Erlena yang sudah tidak tahan melihat sosok lelaki yang dahulu dia cintai dan sekarang rasa cinta itu hadir kembali saat lelaki itu kembali dengan rasa yang menyesal karena menyia - nyiakan dirinya.
Erlena pun berjongkok mendekati Melvino lalu menepuk pundaknya dua kali dan berkata.
"Gue sudah maafin elu, udah ah nggak usah nangis. Untung saja cuman ada gue yang disini. Coba kalau ada banyak orang lain pasti lu malu." pungkas Erlena sambil tersenyum tipis saat melihat tubuh Melvino menegang.
"Aku nggak bakalan malu, kalau aku sudah mendapatkan maaf dari mu sayang." ucap Melvino lirih sambil menatap dalam kearah Erlena.
*Akhir cerita*
"I love you so much from then until now. No one
can replace my love." Gue mengelus pipi Erlena.
Tatapan cinta ini hanya untuk Erlena.(Aku sangat
mencintaimu dari dahulu hingga sekarang. Cinta
ku tak akan tergantikan oleh siapapun itu).
Jatuh cinta tidak pernah ada dalam rencana
seseorang. Sampai suatu hari kita baru
menyadari bahwa kita sangat mencintai orang ini.
Cinta adalah perasaan bahagia. Cinta itu kuat,
terlalu kuat untuk dipermainkan. Perasaan itu
aneh dan sulit untuk dijelaskan, tetapi, ketika
kamu jatuh cinta, kamu akan mengetahuinya dari
dalam hatimu.
__ADS_1