
ADELIA.
"Lena aku rindu banget sama kamu," ucap Adelia langsung memeluk tubuh Erlena, yang hampir terhuyung, untung saja Erlena menahan-Nya.
"Iya, aku juga rindu kok," balas Erlena sambil membalas pelukan dari Adelia.
"Kamu sekolah di sini ya, kok aku baru tahu sih?" tanya Erlena basa-basi.
"Iya kak.Ya iyalah kakak baru tahu. Orang aku saja baru masuk sekolah kok ha-ha-ha," jawab Adelia yang di akhiri dengan tawa-Nya.
"Kakak masuk ke kelas dahulu ya. Capek habis jalan ha-ha-ha" pamit Erlena sambil melepaskan pelukan-Nya yang di akhiri dengan tawa-Nya
"Ha-ha-ha. Siap kak, sampai jumpa ya," ucap Adelia sambil melambaikan tangan-Nya.
Setelah Erlena membalas lambaian tangan kepada Adelia, langsung saja dia mengejar Melvino.
"Hai Elvin kusayang," sapa Erlena sambil tersenyum lebar.
"Hm," deham Melvino sambil menatap lurus ke depan.
"Apa kabar nih Vin?" tanya Erlena sambil duduk di sebelah Melvino.
"Baik saja," jawab Melvino dingin.
"Oh iya, aku mau tanya tadi itu siapa-Nya kamu ya?" tanya Erlena dengan tatapan menyelidik.
Melvino yang mendengar pertanyaan Erlena hanya tersenyum tipis yang tidak terlihat oleh Erlena.
"Bukan siapa-siapa sih," jawab Melvino menjelaskan.
"Tetapi kok kayak akrab banget sih aku lihat!" Sungut Erlena dengan dahi yang mengkerut.
"Kok sibuk! Bukan urusan lu kok," balas Melvino santai.
"Hih, sangat menyebalkan!" Gerutu Erlena sebal.
Bel pun berbunyi.........
"KRING"
"KRING"
"KRING"
"Ah sudah bel, yuk masuk ke kelas, barengan ya," ajak Erlena lemah lembut yang membuat hati Melvino sedikit bergetar.
"Hm, iya deh," sahut Melvino dingin.
Erlena dan Melvino pun pergi menuju ke arah kelas, saat dia memasuki kelas-Nya Erlena terkejut bahwa ada orang yang dia kenali. Tetapi, keterkejutan-Nya tidak berlangsung lama.
__ADS_1
Erlena langsung tersenyum miring, Melvino yang melihat Erlena bingung karena tubuh Erlena menegang seperti orang terkejut.
"Apa kah Lena kenal sama murid baru ini?" tanya Melvino di dalam hati sambil menatap tajam ke arah seseorang tersebut.
Erlena langsung duduk di bangku-Nya.
"Lena dari mana saja kamu tuh tadi?" tanya Bu Nurmi.
"Dari toilet bu," jawab Erlena berbohong iya kali dia jujur, yang ada di hukum padahalkan dia ingin sedikit bermain-main dengan murid baru itu.
"Owh, pantas lama sekali. Pasti habis pipis ya," balas Bu Nurmi sambil menganggukan kepala-Nya.
"Iya. Bu," jawab Erlena singkat.
"Bu, itu loh ada murid baru, masa nggak di kenalin," ucap Zanna.
"Iya tuh Bu, masa di nganggurin." sindir Amanda.
"Ohh iya, ibu lupa hehe," ucap Bu Nurmi polos.
Semua orang yang ada di kelas tertawa karena kepolosan ibu nurmi.
"Sudah, semua diam!" bentak Bu nurmi tegas.
"Selamat pagi semua, kali ini kita kedatangan murid baru yang sangat tampan, silakan perkenalkan nama dirimu anak baru," perintah Bu Nurmi dengan senyum manis yang di berikan untuk anak baru.
"Baik lah, ada yang ingin kalian tanya kan?" tanya Bu Nurmi.
"Ada Bu," jawab semua murid kecuali Erlena dan Melvino.
"Silakan," ucap Bu Nurmi sambil berjalan ke arah tempat duduknya.
"Udah punya pacar belum?" tanya Devina.
"Belum," jawab Bimo singkat.
Semua murid cewek yang mendengar jawaban dari Bimo langsung bersorak gembira.
"Sudah ya! Bimo silakan duduk di belakang Zanna," perintah Bu Nurmi.
"Yang mana orangnya?" tanya Bimo dingin.
"Di barisan kedua di depan lena," jawab Bu Nurmi sambil menunjukkan arah bangkunya.
Bimo yang mendengar nama Lena lansung mencari keberadaan Erlena, setelah dia menemukan lena.
Dia langsung mengedipkan mata kanannya dan memberi tangan nya oke. Sontak perilaku Bimo tak luput dari Melvino, Melvino tidak sadar bahwa dia mengepalkan tangan kirinya di bawah meja.
Erlena yang melihat Bimo seperti itu langsung memberikan jempol terhadap Bimo.
__ADS_1
"Kayaknya ada hubungan di antara Bimo dan Lena," bisik mereka yang ada di kelas.
"Gue datang girl," ucap Bimo sambil berjalan menuju ke arah tempat duduknya.
"Hm, siap-siap apa yang akan gue berikan terhadap Lu," ucap Erlena tersenyum miring sambil menepuk pundak Bimo.
"Seterah lu," ucap Bimo.
Erlena yang mendengar jawaban Bimo tidak berniat untuk membalas perkataan Bimo. Sekarang yang ada di pikiran Erlena adalah apa yang akan dia lakukan.
"Len, dia siapa lu?" tanya devina.
"Asisten gue," jawab Erlena sedikit menyaringkan ucapannya, agar Bimo emosi.
Sontak semua orang terkejut termasuk Bimo.
Masa cowo seganteng Bimo jadi asisten Erlena mustahil, pikir semua orang.
"Wahh parah lu Len," ucap Bimo sambil menarik kepala Erlena lalu mendekatkan kepala Erlena ke keteknya.
"Isss, bau ketek lu," teriak Erlena sambil menutup hidungnya, padahal harum namun dia gengsi untuk mengatakan hal tersebut.
"Idih, gengsi kok di tinggiin!" celetuk Bimo sambil menoyorkan kepala lena.
Erlena yang di perlakukan seperi itu hanya diam sambil meringis.
Lagi-lagi semua orang terkejut dengan perilaku Bimo terhadap Erlena, biasanya Erlena akan memukul orang itu hingga babak belur, tetapi, Bimo tidak. Itu lah, yang bikin semua orang terkejut terhadap Bimo dan Erlena.
"Anak-anak hari ini kita jamkos, karena ibu mendapatkan pemberitahuan bahwa semua guru akan rapat," ucap Bu Nurmi sambil mematikan ponselnya.
"Asyik!" seru mereka.
"Tetapi, kalian tidak boleh keluar dari sekolah, hanya boleh dalam sekolah!" peringat Bu Nurmi dengan nada yang tegas.
"Siap ibu," patuh semua murid.
"Ya sudah, ibu pergi dahulu ya," pamit Bu Nurmi sambil menyimpun buku-buku yang ada di meja hadapannya.
"Iya Bu," ucap semua murid.
"Bimo. Sekarang lu jadi asisten gue selama 3 hari saja, apapun yang gue perintah atau yang gue minta lu harus turuti kemauan gue oke?" ucap Erlena sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"Iya deh, menyesal gue buat taruhan yang kemarin," ucap Bimo sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Salah sendiri, Lena kok di lawan ha-ha-ha," balas Erlena.
"Hm, cuma 3 hari saja gue sial, habis itu nggak lagi huh," gerutu Bimo pelan.
"Heh, gue masih dengar!" bentak Erlena sambil menatap tajam ke arah Bimo.
__ADS_1