Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 53


__ADS_3

KEESOKAN HARI-NYA.....


Mereka semua berada di tempat pantai Kuta Bali sambil menikmati ciptaan Tuhan.


"Ekh ini kan hari terakhir kita liburan, Kita harus foto-foto biar menjadi kenang-kenangan saat kita dewasa nanti. Nanti kan kalau kita sudah tidak bertemu lagi dan merasa rindu kita punya kenang-kenangan foto nanti deh," ucap Devina sambil tersenyum lebar.


"Eum iya tuh, benar juga yang di katakan sama lu," sahut Zanna sambil tersenyum manis.


Melvino dari tadi hanya cuek tidak mendengarkan arahan pembicaraan mereka. Melvino hanya sibuk bermain ponsel-nya dengan earphone-Nya di telinga. Padahal tidak ada musik yang terdengar di telinga Melvino.


Melvino hanya pura-pura mendengarkan musik saja yang sebenar-Nya agar Melvino tidak ketahuan mencuri pandangan ke arah Erlena yang sibuk dengan dunia-Nya sendiri.


Erlena yang sedari tadi di lihat oleh Melvino tidak sadar, karena Erlena menutup mata-Nya sambil menikmati suasana sepoi-sepoi angin. Erlena hanya sedang berpikir tentang sesuatu. Yang tahu hanya Erlena, author, dan Tuhan.


"Lena sini woi, jangan melamun!" Teriak Amanda berulang kali tetapi tidak di dengar oleh Erlena.


"Hoi, Len, sini we, dengar nggak sih lu tuh!" Teriak Amanda sambil bertepuk tangan agar Erlena menoleh ke arah diri-Nya.


Erlena masih tidak sadar jika dia di panggil.


"Woi, Erlena Ive Sara, sini kagak lu tuh ya. Jangan bikin emosi dan naik darah gue ya!" Teriak Amanda kesal.


"Hng, ada apaan sih?" ucap Erlena bingung sambil mengerjap-ngerjapkan mata-Nya.

__ADS_1


"Lu nggak dengar dari tadi gue panggil elu Len?" tanya Amanda sambil menatap tajam ke arah Erlena.


"Nggak tahu juga gue cuy, gue nggak dengar dan nggak sadar," Jawab Erlena sambil mengendikan bahu-Nya.


"Biasa lagi sibuk dengan diri-Nya sendiri," sindir Zanna.


"Tuh tahu, ngapain lu nyindir gue lagi kalau sudah tahu tadi!" sungut Erlena tanpa tersinggung dengan sindiran Zanna.


"Gue sih emang nyindir elu karena gue ini kesal sama lu," ucap Zanna sambil menyipitkan mata-Nya.


"Sudah-sudah yuk kita foto-foto, nggak usah ribut kayak gini. Malu tahu nggak kalau di lihat sama orang lain!" Ajak Amanda sambil menatap tajam ke arah Zanna dan Erlena.


"Hm," deham mereka semua kecuali para laki-laki.


Mereka memasuki kamar-Nya masing-masing untuk beristirahat, kecuali Erlena dan teman-teman-Nya karena mereka sudah menyiapkan kejutan untuk si Melvino.


Di dalam kamar Melvino.


"Apa ini, ini surat ya? Kok kayak aneh banget ya?" tanya Melvino bingung.


"Surat? Siapa yang ngirim ke gue, kayak nggak ada kerjaan banget sumpah cuy?" tanya Melvino sambil membolak-balik surat-Nya.


Isi surat-Nya adalah.....

__ADS_1


Aku memiliki tempat yang sunyi, tempat-Nya gelap jarang orang ketahui. Aku akan selalu menunggumu, sampai jam sepuluh pagi ini. Jika kau tidak datang maka orang yang kamu sayangi akan menghilang di dunia ini. Ayok sayang kemarilah dan datanglah! Aku akan selalu menunggu dirimu dan aku menantikan dirimu cintaku.


Dari Ezma zvzr.


"Sial! Siapa yang berani macam-macam sama gue?" tanya Melvino sambil merobek kertas suratnya.


"Tempat yang sunyi? Tempat yang gelap? Jarang di ketahui oleh semua orang? Apa-apaan sih. Ini orang kayak nggak ada kerjaan banget sumpah. Malam-malam di buat pusing karena soal beginian. Harus gue cari kemana lagi ini ck?" tanya Melvino bingung dengan mata yang memancarkan kemarahan.


Melvino pun melihat ke arah samping untuk melihat jam berapa sekarang dan ya sekarang pukul sembilan lewat sepuluh. Waktu Melvino tidak banyak. Hanya empat puluh lima menit saja waktu-Nya untuk datang ke sana.


Melvino khawatir jika orang kesayangan-Nya menghilang, karena diri-Nya. Tidak akan Melvino biarkan itu terjadi. Melvino pasti akan menemui orang tersebut.


"Kalau gue telepon mata-mata gue, nanti keganggu! Kan gue juga yang menyuruh mereka untuk libur! Akhh sial, sial. Gue juga salah, ck bodolah!" Gumam Melvino kesal sambil mengepalkan kedua tangan-Nya.


"Kayak-Nya gue tahu ini tempat-Nya di mana, semoga filling gue nggak pernah salah!" Ucap Melvino sambil tersenyum miring.


Dengan cepat Melvino keluar dari kamar-Nya untuk mencari tempat yang di tulis oleh seseorang yang tidak di ketahui-Nya.


"Hm, depan villa? Pasti banyak orang!" Ucap Melvino sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Belakang villa? coba saja deh gue ke sana, siapa tahu benar!" Ucap Melvino sambil berlari, untung saja tidak ada orang yang melihat-Nya.


"Hum, tidak ada! Terakhir ini, huh! Pasti di gudang villa ini. Jangan sampai salah lagi ck!" Tebak Melvino sambil berjalan hati-hati karena banyak paku yang berserakan di lantai.

__ADS_1


__ADS_2