
Di sepanjang perjalanan Melvino terus menerus memikir kan ucap an Erlena yang membuat dia terngiang-ngiang. Saat Erlena mengatakan bahwa jika foto mereka bersama tadi, bisa menjadi kenang - kenang an.
Bahkan kata - kata yang menurut nya tidak pantas, ketika Erlena mengucap kan jika dia tidak akan bersama diri nya saat Erlena pergi dari sisi hidup nya.
Pikir an Melvino menjadi kalut dengan hati yang sesak, hati nya tidak ingin Erlena pergi, otak nya selalu menepis pikir an tentang Erlena.
Otak nya berpikir Erlena tidak akan pernah meninggal kan nya, pasti akan sellau di sisi nya.
"Elvin?" Panggil Erlena di perjalan an.
"Ya?" Jawab Melvino Ling Lung.
"Kamu mengapa sih? Aku perhatikan kamu dari tadi lagi bergulat dengan pikir an mu! apakah kamu mempunyai masalah? jika kamu memiliki masalah cerita saja sama aku.Aku pasti mendengarkan ceritamu." Tanya Erlena sambil menatap lembut ke wajah nya Melvino.
Melvino semakin mengeratkan pegangan tangan-Nya dengan Erlena, Erlena kembali merasakan kebingungan yang sangat luar biasa dengan tingkah laku si Melvino yang selalu berubah-ubah yang membuat pikiran-nya menjadi bingung begitu pula dengan hati-Nya.
"Lu selalu akan ada di sisi gue kan? Dan lu akan selalu bersama gue kan? Tidak akan meninggalkan gue kan?" Tanya Melvino ngelantur padahal sadar cuman dia hanya ingin mengetes si Erlena saja.
"Seperti-Nya tidak, karena aku tidak bisa seperti ini terus-menerus," Jawab Erlena santai sambil tersenyum tipis.
"Mengapa! Mengapa lu nggak bisa? Apa alasan-Nya? Apa? Yang jelas kalau lagi ngomong jangan setengah-setengah?" tanya Melvino yang sudah mengeraskan rahang-Nya sambil menatap kedua bola mata-Nya Erlena dengan tajam.
__ADS_1
"Jika kamu sudah menyuruh ku untuk pergi dari sisimu, aku akan mengabulkan-Nya seperti apa yang kamu inginkan dan aku tidak akan memaksa perasaanmu lagi seperti dahulu aku selalu mengejar-ngejar dirimu. Yang aku tahu pasti kamu sangat risih dengan tingkah laku yang telah aku lakukan selama ini. Aku yakin akan hal itu semua." Jawab Erlena santai sambil tersenyum penuh luka.
"Mengapa? biasa-Nya lu selalu pantang menyerah untuk mendapatkan cinta-Nya dari gue," Balas Melvino heran.
Sebenar nya dari tadi Erlena sudah merasa bingung begitu pun dengan hati nya.Mengapa Melvino bisa ngomong panjang lebar jika bersama nya? ya walaupun sifat nya berubah - ubah.Tetapi, ini? kalian ngerti ga sih!?.
"Karena aku sudah mulai sadar, jika mengejar mu terlalu berlebihan dan aku tahu pasti kamu sangat risih dengan tingkah laku ku dahulu.Jadi jika dengan cara ku pergi dari sisi mu, aku akan mengabulkan-Nya.Ingat mengabulkan-Nya dan aku tidak akan selalu berada di sisimu terus. Jika kau telah menyakiti hatiku lagi. Sudah cukup sabar juga aku menghadapi tingkah lakumu iti." Ucap Erlena sambil mengenggam tangan Melvino dengan lembut dan mengelus tangan-Nya Melvino.
"Tetapi gue suka sama lu yang kayak dahulu Len. Gue rindu dengan tingkah laku elu LLen, gue sangat rindu akan hal itu semua" Ucap Melvino di dalam hati dengan hati yang sangat sesak sekali. Tidak pernah dia merasa kan perasaan seperti ini.
Melvino membalas genggaman tangan-Nya Erlena dengan lembut, lalu berkata kepada Melvino.
"Sudah lah, tidak usah di bahas.Ayuk kita pulang hari sudah mulai gelap." Ajak Melvino sambil berjalan dengan genggaman tangan diri nya bersama Erlena.
Mereka pun pulang bersama berjalan kaki, sambil menikmati suasana di Bali ini.Akhir nya mereka pun sampai.
Teman - teman nya Melvino dan Erlena sudah mengemas kan barang nya masing - masing.
Mereka sebelum pulang ke Jakarta, terlebih dahulu mengisi perut nya masing - masing agar tidak kelaparan.
Ya. hari ini, malam ini, jam 21.10, mereka sudah harus sampai ke bandara.Maka nya mereka makan dengan cepat agar tidak terlambat.
__ADS_1
Mereka pun pergi ke bandara di antar oleh sopir yang di suruh oleh vino.Setelah sampai mereka pun duduk di kursi bandara, lalu mereka telah di panggil untuk segera memasuki pesawat.
Yang ada di dalam pesawat hanya sekitar 47 orang saja, Saat di dalam pesawat seperti waktu yang lalu.Erlena bersama Melvino tetap.
Banyak sekali orang yang bersama pasangan nya dan ada juga keluarga kecil yang harmonis.
Erlena hanya menyandar kan seluruh tubuh nya.Dia merapal kan doa - doa nya agar mereka semua selamat sampai tujuan.
Tiba-tiba tangan Erlena terasa dingin secara mendadak, sontak Erlena menyembunyi lkan tangannya di kantung jaketnya.
"Huh...." Ucap Erlena menggigil.
"Mengapa Len?" tanya Melvino dengan wajah yang khawatir.
"Nggak kok, he-he-he," jawab Erlena sedikit santai.
"Oke!" Balas melvino singkat yang masih memperhatikan raut wajah si Erlena.
Nah, akhirnya Melvino mengetahui apa yang sedang terjadi oleh Erlena. Dengan cepat Melvino mengambil kedua tangannya Erlena di dalam kantung jaket si Erlena, lalu mengusap tangannya Erlena dengan lembut penuh perhatian dan kasih sayang.
TERKEJUT!
__ADS_1
Itulah yang di rasakan oleh Erlena, Erlena hanya diam saat di perlakukan Melvino dengan lembut. Melvino masih saja khawatir berlebihan.
Tanpa di duga oleh Erlena, Melvino tiba-tiba mengecup punggung tangannya Erlena, sambil menatap lembut kearah Erlena. Baru sekali ini bukan? Tetapi dia yakin ini tidak akan berlangsung lama. Pasti Melvino mendapatkan seorang gadis yang lebih baik daripada dirinya.