Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 54


__ADS_3

"Ukh, sialan apa yang terjadi dengan gue!" Teriak Melvino kesakitan karena tidak sengaja terkena beling di dekat dinding.


"****! Mengapa beling bisa ada di dinding sih, aneh banget sumpah gila? Aneh, tetapi nyata ya. Kurang kerjaan banget orang-orang ini yang nempelin beling di dinding?" tanya Melvino dan sedikit kekehan.


Melvino tiba-tiba teringat senyum pedih si Erlena yang membuatnya sakit di dada-Nya.


"Mengapa jadi Lena, yang ada di pikiran gue? Argh, sudahlah aneh banget huh," gumam Melvino aneh sambil mengusap wajahn-Nya dengan kasar.


"Jam berapa ini, perasaan lama banget gue ini jalan-Nya, Herman gue. Eh, heran maksud-Nya?" tanya Melvino sambil melihat jam di ponsel-Nya.


"What! Sudah pukul sembilan lewat lima puluh lima menit! Gue hanya mempunyai waktu lima menit lagi shh. Oh ayolah jangan sampai luka ck," sesis Melvino sambil berjalan dan menghisap darah yang ada di tangan-Nya.


"Ngeri memang sih, agak seram juga nih tempat-Nya!" Ucap Melvino di dalam hati-Nya.


Melvino menatap ke arah sekitar yang membuat buku kuduk-Nya seketika menjadi merinding lalu Melvino pun mengusap-usap kedua lengan-Nya.


Melvino pun berjalan menuju ke arah pintu gudang dengan langkah yang perlahan-lahan, tetapi pasti. Saat Melvino membuka pintu-Nya dengan perlahan di dalam gudang tersebut sangat gelap. Seketika bulu kuduk Melvino berdiri karena merinding.


"Haduh! Baru kali ini gue sangat merinding sekali, biasa-Nya gue paling anti yang beginian. Semoga gue bisa menemukan jalan-Nya!" Ucap Melvino di dalam hati sambil mengusap-usap kedua tangan-Nya.


"Hai cowok yang ganteng atau tampan banget deh kamu itu, " sapa seorang cewek sambil mengedipkan sebelah mata-Nya dengan tatapan menggoda.


"Siapa lu hah! Jadi cewek kok kayak penggoda. Butuh orang yang mudah di goda kah? Sini gue kasih uang saja sekalian, kok keliatan murah banget sih jadi orang ha-ha-ha?" tanya Melvino dengan sedikit membentak yang di akhiri dengan tawa-Nya


Seorang cewek tersebut terkejut karena mendengar sedikit bentakkan dan hinaan dari Melvino. Dengan cepat seorang cewek itu terkekeh kecil yang di akhiri dengan menjentikan tangan kanan-Nya.

__ADS_1


"Kamu Elvin ya, si cowok yang paling ganteng di sekolah SMA, paling anti yang berdekatan dengan seorang cewek, dan sering di sebut kulkas karena sifatmu yang dingin itu ya?" tanya seorang cewek berpura-pura.


"Siapa lu! Yang berhak manggil nama gue Elvin hanya Lena, hanya seorang Lena. Tidak ada yang lain yang boleh memanggil nama gue Elvin. Lu nggak pantas memanggil nama gue itu, jadi apa mau lu hah?" tanya balik Melvino tidak suka karena hanya Erlena lah yang berhak memanggil-Nya Elvin. Tidak ada yang boleh inti-Nya, siapa pun itu.


"Lah? Kan nama kamu Elvin kan, cowok ganteng?" tanya seorang cewek lembut dan menghiraukan pertanyaan dari si Melvino.


"Kayak kenal dengan suara ini, tetapi siapa ya? Kok gue ngerasa familiar sama suara ini?" tanya Melvino di dalam hati.


"Hm, Jangan panggil gue Elvin! Panggil saja nama gue Melvin, Lu paling wanita yang paling aneh sedunia!" Jawab Melvino lalu berdecih.


"Oh, jadi aku yang paling aneh sedunia, bukan si gadis yang kamu hindari itu ya? Ha-ha-ha," ucap seorang gadis itu yang di akhiri dengan tawa-Nya.


"Dia tidak aneh, dia adalah cewek yang selalu ada di samping gue. Jadi lu jangan macam-macam sama dia," ucap Melvino dengan tatapan tajam sambil menunjuk dengan jari telunjuk-Nya


"Emang mengapa? Kan nama kamu juga bisa di panggil Elvin ha-ha-ha," pungkas seorang cewek yang di akhiri tawa-Nya tanpa menghiraukan ucapan Melvino tadi.


"Aku? Aku ini masih waras dan tidak gila. Aku itu cuman tergila-gila dengan seorang cowok, emang-Nya kenapa sih Elvin tanya-tanya begitu?" tanya seorang cewek itu dengan lembut sambil menyilangkan kedua kaki-Nya.


"Yang manggil nama gue Elvin hanya Lena seorang! Lu nggak boleh manggil gue Elvin ingat itu, gila!" Ancam Melvino.


Seorang cewek tersebut tersenyum dengan hati yang berdebar-debar.


"Buat apa lu nyuruh gue kesini? Segala ngancam gue segala!?" tanya melvino.


"Silakan kamu ikutin pola lantai yang sudah saya tandai, nanti ada kejutan spesial untuk dirimu," jawab seorang cewek lembut.

__ADS_1


"Hm," gumam Melvino sambil berjalan mengikuti pola lantai lingkaran.


"Ssttttttt!" Desis seorang cowok yang belum di ketahui namanya.


"Ck! Niat takutin gw? Nggak mempan bre!" Ucap Melvino di dalam hati.


Sampailah Melvino di depan tirai yang sangat panjang berwarna hitam yang mencolok.


"Hm, ini kah yang namanya kejutan yang spesial? Jelek!" Ucap Melvino di dalam hati tanpa tahu yang sebenarnya.


Melvino pun membuka tirai yang panjang berwarna hitam, alangkah terkejut nya Melvino hingga matanya berkaca-kaca.


"Happy birthday!" Teriak semua teman-teman Melvino termasuk teman-teman erlena.


"Kalian ingat ulang tahun gue?" tanya Melvino terharu.


"Sebenarnya sih nggak!" Jawab zaky santai.


"Terus mengapa lu ingat ulang tahun gue?" tanya Melvino dingin.


"Lena yang ngechat kami semua, dia yang ingatin kalau lu ulang tahun," jawab raja mewakili Zaky.


Melvino terkejut dan tidak menyangka bahwa hanya Erlena lah yang mengingatkan teman-temannya bahwa dirinya ulang tahun.


"Terima kasih banyak," ucap Melvino tulus dengan mata yang berkaca-kaca dan tidak bisa dia tahan meluncurlah air mata nya Melvino.

__ADS_1


"Eitts! Jangan nangis dong! Elvin kan kuat, dingin dan kejam. Mana nih Elvin yang cuek sama keberadaannya?" ucap Erlena berjalan lalu mendekati Melvino lalu menghapus air mata yang menetes di pipinya Melvino.


"Hiks, hiks," tangis Melvino yang masih terharu dengan kebaikan Erlena yang di berikan untuknya.


__ADS_2