
Erlena yang merasa ada yang janggal, sepertinya dirinya melupakan sesuatu tetapi, apa?
"Arghhhh," decit Erlena.
"Gue lupa apa ya, ck," decak Erlena sambil mengutuk dirinya karena dirinya melupakan sesuatu.
"Ah, iya bego banget sih gue! Kan gue bisa cek diponsel ck," Merutuki otaknya yang tidak memikirkan dari tadi.
Setelah Erlena melihat ponselnya, dirinya baru mengingat bahwa dirinya mempunyai masalah yang harus diselesaikan dengan cepat. Dirinya langsung ke cafenya, tanpa mengganti baju sekolahnya, karena tadi dirinya di rumah hanya meminum air putih saja.
Erlena langsung menelpon asistennya.
"Halo," sapa Erlena dingin dalam ponsel yang di genggaman tangannya.
"I...iya bos ada apa?" jawab gugup dan membalas sapaan bosnya yang dingin itu.
"Masalah yang 2 hari yang lalu, apakah sudah kau bereskan?" tanya Erlena dingin.
"Sudah bos, bos hanya perlu datang ke sini untuk menemui seseorang, karena dia memaksa saya ingin bertemu dengan mu bos." jawab Sekretaris' dengan detail.
"Baik, tunggu saya," balas Erlena lalu mematikan telepon dengan sekretarisnya itu.
TUT TUT TUT.
Erlena hanya menatap datar ke arah ponselnya. Kemudian Erlena memasukkan ponsel yang ada di saku bajunya.
Erlena mengendarai motornya dengan santai, sebenarnya dia sangat malas untuk datang ke cafenya, akan tetapi, bukannya dia tidak mempercayai sekretarisnya, hanya saja dia ingin terlihat tegas dan berwibawa terhadap sekretaris dan karyawannya.
Erlena menunjukkan perilakunya terhadap bawahannya agar mereka juga bisa seperti dirinya.
Erlena paling tidak suka karyawan yang memiliki watak yang sombong dan iri hati apalagi tidak bertanggung jawab, dia pasti akan langsung memecatnya secara tidak hormat.
SESAMPAI DI CAFE MILIK ERLENA..........
Cafe Erlena itu sudah terkenal di kotanya, banyak sekali anak muda yang nongkrong dan ada juga orang-orang yang bertemu dengan kliennya, untuk bekerja sama antar perusahaan.
Orang tua Erlena tidak mengetahui jika Erlena memiliki cafe, karena orang tuanya selalu memanjakan Erlena dengan kasih sayang dan uang.
Erlena langsung menaiki tangga untuk memasuki ruangan pribadinya, tidak ada yang bisa masuk ke ruangan Erlena, hanya Erlena dan sekretarisnya saja.
Erlena langsung menelpon sekretarisnya.
"Halo, cepat kamu masuk ke ruangan saya," perintah Erlena tak terbantahkan.
"Iya bos tunggu sebentar," jawab sekretarisnya itu.
Erlena langsung mematikan dengan cara sepihak.
__ADS_1
Disisi lain sekretaris Erlena sedang kesal karena teleponnya dimatikan secara sepihak.
"Aduh, punya bos gini amat dah, ahh sudah lah nasib," ucap sekretaris di dalam hati.
Sekretaris itu langsung menaiki ruangan bosnya itu, sebelum masuk dia mengetuk pintu terlebih dahulu.
TOK
TOK
TOK
"Masuk," teriak Erlena di dalam ruangan.
Sekertaris itu langsung masuk ke dalam ruangan.
"Bos, orangnya sudah ada di bawah, dia ingin segera menemui anda," ucap sekretaris' itu.
"Tidak usah, memanggil saya bos, jika kita berdua panggil saja aku Lena, lagian kau lebih tua daripada aku kak siska," jawab Erlena.
"Ah, iya Len," balas sekretaris itu yang diketahui bernama siska.
Sedikit informasi tentang Siska.
Siska itu berumur 20 tahun, dia hanya hidup sendirian saat orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil. Saat itu Siska tidak mempunyai tempat tinggal saat berumur 18 tahun karena rumahnya dia di ambil oleh pamannya yang serakah itu.
Lama kelamaan Siska merasa tidak enak terhadap Erlena saat Siska ingin bekerja, selalu di tolak oleh Erlena, karena Erlena sudah menganggapnya seorang kakak, makanya dia tidak mau kehilangan Siska.
Erlena menawarkan pekerjaan ke siska. Siska pun sangat terkejut dan kagum karena dengan usia Erlena yang masih 15 tahun sudah mempunyai cafe sendiri.
Akhirnya Siska pun menjadi sekretaris Erlena. Siska pun berjanji bahwa dia akan selalu mengabdi kepada Erlena dan tidak akan merusak kepercayaan yang Erlena berikan.
SELESAI...
Mereka pun keluar dari ruangan kemudian mereka turun ke bawah untuk menemui orang itu, Erlena sangat penasaran mengapa orang itu ingin bertemu dengannya padahal bisa saja ke sekretaris yang di maksud kak siska.
Mereka menuju ke ruangan khusus untuk bertemu dengan seseorang.
Orang tersebut memakai masker, sambil menundukkan kepalanya, yang sedang sibuk bermain dengan ponselnya.
Siska dan Erlena langsung duduk di hadapan pria yang mereka tidak kenal.
"Ehem," Erlena berdeham tanda mengkode pria di depannya itu.
Pria itu langsung mematikan ponselnya, dan langsung mengangkat kepalanya, dia terkejut melihat sesorang yang ada di hadapannya. Pria itu langsung membuka maskernya.
Erlena pun sama terkejutnya melihat pria yang di kenalinya.
__ADS_1
"What! Jadi lu yang punya cafe ini?" tanya pria yang belum diketahui namanya.
"Iya, mengapa lu bisa ada di sini?" tanya Erlena ketakutan akan terbongkar identitas yang dia sembunyikan dengan rapat selama ini.
Siska terheran-heran dengan Erlena, mengapa Lena bisa mengenali pria tersebut? Tetapi, dia hanya diam saja karena tidak mau ikut campur.
"Wah! gue nggak nyangka, bahwa elu yang memiliki cafe ini," jawab pria tersebut dibuat takjub, tanpa memedulikan pertanyaan Erlena.
"Heey! Gue tanya, ngapain lu di sini?" tanya Erlena kembali.
"Gue cuman mau ngajak makan doang," jawab pria itu dengan santai.
"shit! Eh lu jangan kasih tau kalau ini cafe milik gue okay, gue janji akan nurutin kemauan lu asalkan lu tidak membocorkan identitas gue," bujuk Erlena terhadap pria itu.
"Okey, tenang baby, gue janji dan lu juga sudah janji akan mengikuti kemauan gue," ucap pria itu sambil tersenyum miring.
"Vino ganteng dan baik dehh uchh jadi sayang," balas Erlena dengan ceria.
"Iya, dong," ucap pria itu yang bernama Vino sambil menepuk-nepuk dadanya dengan rasa bangga.
Pria yang sudah dikenali bahwa dia bernama Vno. Dia adalah sepupu jauhnya Erlena padahal waktu kecil, mereka itu selalu bermain bersama, mandi bersama, dan makan bersama seolah-olah mereka tidak bisa dipisahkan.
Akan tetapi, mereka harus pisah disaat mereka berumur 6 tahun karena Vino harus ikut dengan orang tuanya, karena pekerjaan di negara Amerika serikat.
Sekarang Vino berumur 16 tahun sama dengan Erlena. Vino bekerja di perusahaan ayahnya sebabnya Vino harus memegang perusahaannya di saat Vino berumur 18 tahun.
"Ya sudah yuk makan, ehh iya Siska ini namanya vino sepupu jauh gue," ucap Erlena memberi tahu siapa Vino itu.
"Ohh iya len, bentar ya gue ambil makanan dahulu," izin Siska.
"Iya kak," jawab Erlena.
Siska pun pergi dari ruangan khusus tersebut.
"Ehh Len itu siapa?" tanya Vino.
"Sekretaris gue," jawab Erlena singkat.
"Ohh," balas Vino.
Mereka pun berbincang-bincang dan juga bersenda gurau, lalu tertawa mereka sangat rindu terhadap sepupu kesayangannya ini.
Banyak yang tidak tahu bahwa Vino dan Erlena itu hanya sepupu, yang tahu hanya keluarganya saja.
Setelah Siska datang mereka pun makan dengan tenang dan diam, lalu Vino pamit untuk pulang karena di telepon oleh sang ayahnya untuk bekerja.
Di susul oleh Erlena, karena Erlena sangat lelah, ingin pulang untuk beristirahat. Tidak lupa Erlena pamit terlebih dahulu dengan kak Siska.
__ADS_1