
Erlena pun menaiki tangga secara perlahan karena kaki-Nya masih terasa perih, jadi agak sulit untuk berjalan.
Dua menit kemudian....
Erlena sampai dengan menyibakkan rambut panjang-Nya sambil mengedarkan pandnagan-Nya untuk melihat di sekitar diri-Nya.
Sontak tingkah laku yang Erlena perbuat membuat semua orang melihat nya takjub. Apa lagi sebagian laki-laki melihat Erlena dengan tatapan nakal dan menggoda.
"Ih, cakep banget sih tuh cewek. Kayak barbie hidup tahu nggak," ucap cewek di seberang.
"Iya, cakep banget, gue saja sebagai cewek aja pangling apa lagi yang cowok ya," sambar cewek dengan tatapan memuji.
"Kayak bidadari uy, cakep-Nya kelewatan" ucap cowok sambil merapikan rambut-Nya sejak tadi.
"Iya oi, sudah punya doi apa belum ya kira-kira dia itu," ucap cowok di sebelah-Nya.
"Lah, mana gue tahu. Emang gue emak-Nya tuh cewek. Kalau mau tahu ya tanya saja langsung ke cewek-Nya," balas cowok di sebelah-Nya sambil menggeleng-gelengkan kepala-Nya.
"Gue malu cuy, gue saja lihat dia tuh kayak orang kaya. Gue saja bukan orang kaya, jadi gue sadar posisi dan sadar diri lah ha-ha-ha," sahut cowok itu yang di akhiri dengan tawa-Nya.
"Lu jangan kayak begitu bro, lu sahabat gue yang paling sempurna dan yang terbaik di hidup gue," ucap cowok ini sambil menepuk-nepuk pundak-Nya sahabat-Nya.
"Thanks," lirih cowok itu sambil menundukkan kepala-Nya.
Erlena yang tersadar bahwa semua orang memandanginya dengan tatapan memuja dan takjub langsung memalingkan wajah-Nya, tetapi sebelum itu Erlena memberikan tatapan sinis ke arah mereka.
Langsung saja duduk di tempat yang di tempati sahabatnya dan teman-teman-Nya.
"Gila. Len cantik benar lu," seru Zaky.
"Len, mengapa dengan keadaan kaki lu?" tanya devina sambil mengerutkan dahi-Nya.
__ADS_1
"Nggak apa-apa kok. Habis ke senggol kena kursi doang kok," jawab Erlena berbohong.
"Len, coba lu dekatan duduk-Nya sama gue," titah Zanna yang masih curiga dengan Erlena.
"Hm," deham Erlena singkat.
Zanna langsung menyibakan rok panjang Erlena yang sampai ke kaki, betapa terkejut-nya Zanna saat melihat luka di dekat telapak kaki Erlena.
"Len!" teriak Zanna sambil membulatkan matanya dengan tatapan marah.
Semua orang terkejut mendengar teriakan Zanna.
"Ada apa, beb?" tanya Zayn.
"Ini beb, Erlena terluka," jawab Zanna khawatir.
Tanpa sepengetahuan mereka ada orang yang sangat mengkhawatirkan kondisi Erlena sejak mendengar jawaban dari Zanna.
Siapa lagi kalau bukan Melvino.
"What! Lu bilang nggak terlalu parah!? Ini luka-Nya saja belum kering Len," ucap Amanda khawatir saat melihat luka Erlena.
"Iya loh Len, ini parah sumpah luka-Nya masih belum kering juga. Coba lu lihat, emang-Nya lu nggak merasa hah?" tanya Devina khawatir dengan tatapan sendu.
Erlena pun melihat ke bawah untuk melihat kaki-Nya yang terluka. Erlena hanya memonyongkan bibir-Nya lalu mengendikkan bahu-Nya tanda tak peduli.
"Hm, nggak usah khawatirin gue. Nanti juga bakalan hilang sendiri juga kok luka-Nya," sebal Erlena dengan ucapan Zanna dan Amanda.
"Karena?" tanya Melvino dingin, dia juga mengkhawatirkan kondisi Erlena.Tetapi dia bisa menutup kekhawatiran-Nya dengan wajah datar.
"Maksud-Nya?" jawab Erlena singkat sambil menatap remeh ke arah Melvino.
__ADS_1
Deg.
Melvino yang mendengar jawaban Erlena dengan singkat, terkejut karena biasa-nya Erlena akan senang jika di tanya oleh dia.
"Loh, mengapa diam Vin?" tanya Erlena lembut sambil memegang tangan Melvino.
Seketika tubuh-Nya tiba-tiba terasa kaku, ternyata dugaan-Nya salah.
"Nggak, gue tanya lu luka karena apa?" tanya Melvino sambil menatap ke arah Erlena dan memegang tangan Erlena yang halus dan lembut.Yang membuat jantung-Nya berhenti berdetak.
Erlena yang di sentuh tangan-Nya Melvino hanya tersenyum simpul.
"Aku tadi nolongin ibu-ibu di jalan raya yang hampir tertabrak truk," jawab Erlena polos sambil tersenyum lebar.
Sontak tingkah laku Erlena yang polos itu membuat semua orang yang ada di tempat mereka menepuk jidat-Nya masing-masing.
"Gila!" umpat mereka semua.
"Loh mengapa gila? Emang Lena salah apa?" tanya Erlena polos sambil memiringkan kepala-Nya.
"Lo kan tau Len.... Di jalan raya itu berbahaya.Tetapi mengapa lu tolongin ibu-ibu.
Nengapa lu nggak mikirin diri lu sendiri," ucap Amanda gemas.
"Kan kita harus saling tolong menolong sebagai manusia, ya kan Elvin?" ucap Erlena sambil menarik ujung Hoodie Melvino.
"Iya," jawab Melvino singkat, padahal hati-Nya dia sangat gemas ingin sekali mencubit pipi Erlena yang tembam itu.Tetapi Melvino langsung menyangkal yang ada di pikiran-Nya tadi.
"Tuh dengar kan!" sungut Erlena sambil menunjukan ekspresi wajah garang-Nya.
Tetapi mereka hanya tersenyum tipis. Karena bukan terlihat seperti orang marah.Tetapi, terlihat imut.
__ADS_1
"Iya-iya deh, sayang," ucap Zanna, Amanda, dan Devina serentak.
"HA-HA-HA," tawa mereka semua kecuali Raja, Melvino, dan Erlena.