
Zayn, Zaky dan Raja saling bertukar pandangan, mereka bingung sejak kapan seorang Melvino, ingin seorang cewek yang selalu mengejar diri-Nya. Kini ingin mendapat kan-Nya lagi setelah dahulu dia menyuruh-Nya pergi.
......................
Adelia pun sudah pulang dari rumah sakit, kini dia sedang beristirahat dengan perasaan yang amat bersalah karena kakak-Nya. Karena perbuatan Kakak-Nya Erlena kini sudah pergi yang entah pergi kemana.
Melvino kini di dalam kamar-Nya diam termenung. Melvino berbaring terlentang di tempat tidur-Nya sambil menatap langit-langit dengan suara jangkrik di kamar-Nya yang gelap, di dalam kamar-Nya hanya terdapat cahaya dan ventilasi kamar-Nya saja yang menerangi kamar-Nya Melvino.
Sesekali Melvino menghela napas panjang-Nya sambil memejamkam kedua mata-Nya, di dalam kamar Melvino hanya terdengar suara kodok dan jangkrik yang berkeliaran di luar sana. Melvino melihat ke arah jam dinding yang ada di dinding di kamar-Nya.
Jam dinding terus berbunyi dan berputar menunjukkan bahwa kini sudah pukul dua malam lewat dua puluh lima menit. Namun, masalah-Nya Melvino tidak bisa tertidur, mata-Nya tidak merasa mengantuk karena ada seseorang yang ada di dalam pikiran-Nya yang tak mau menjauh dari pikiran-Nya dan hati-Nya.
Pikiran-Nya hanya ada si Erlena, bayang-bayang wajah-Nya Erlena yang terus berputar-putar di kepala-Nya. Seolah-olah Melvino tidak ingin menjauh dari pikiran-Nya saat ini.
Bayangan masa lalu saat Erlena selalu mengejar cinta-Nya untuk mendapatkan diri-Nya saja. Namun, yang di dapatkan oleh Erlena bukanlah kebahagiaan namun, keburukan, perlakuan kasar yang di buat oleh Melvino sendiri yang sering kali pasti membuat hati-Nya si Erlena akan sakit dan menangis dalam diam yang tidak di ketahui oleh Melvino.
Mengapa yang di dapatkan adalah keburukan? Bukan-Nya harus kebahagiaan ya?
Karena Melvino selalu menolak cinta-Nya Erlena yang di berikan untuk diri-Nya, padahal Erlena memberikan cinta-Nya dengan perasaan yang tulus dari dalam hati-Nya. Erlena yang selalu membawa bekal untuk-Nya, yang selalu menenangkan diri-Nya saat emosi dan menangis tersedu-sedu.
Tetapi Erlena telah di kecewakan dan di patahkan hati-Nya oleh Melvino karena tingkah laku-Nya yang membuat Erlena tidak bisa bertahan lama untuk menghadapi sikap-Nya Melvino. Melvino lah yang mencampakkan si Erlena untuk pergi menjauh dari kehidupan diri-Nya.
__ADS_1
"Huft, lu sekarang ada di mana Len. Gue rindu sama lu, lu sekarang di mana dan tinggal di mana? Apa kah gue masih punya kesempatan untuk datang menemui elu?" tanya Melvino kepada diri-Nya sendiri sambil menatap ponsel-Nya.
Ucapan yang sudah mulai menyerah untuk memperjuangkan diri-Nya dan salam perpisahan dari gadis itu terus menghantam di pikiran-Nya. Seharus-Nya dia tidak menggunakan emosi dan ego-Nya, kini diri-Nya harus menelan pahit karena kesalahan dan perbuatan diri-Nya.
Saat gadis itu berkata bahwa dia akan mengabulkan permintaan-Nya untuk tidak datang lagi ke kehidupan diri-Nya. Diri-Nya sangat menyesal, teramat menyesal seharus-Nya dia tidak mengucapkan kata laknat itu dari bibir-Nya, seharus-Nya dia mencari tahu yang sebenar-Nya bukan-Nya harus termakan ucapan-Nya si Boy.
Mengapa diri-Nya sangat bodoh sekali?
Mengapa dia sangat percaya dengan ucapan musuh keluarga-Nya sendiri di bandingkan sama Erlena yang bahkan sudah tahu semua sisi buruk dan baik-Nya.
Mengapa dia mudah di kelabui oleh Boy?Jelas-jelas Boy adalah musuh keluarga-Nya sendiri. Bodoh sekali diri-Nya, terlalu percaya ucapan dari Boy, yang membuat gadis yang dia cintai kini telah pergi atas kesalah pahaman-Nya.
"Arrgghhh, mengapa gue sangat bodoh banget sih. Gila! Gara-gara dia gue jadi kehilangan sosok yang gue cintai?" geram-Nya frustasi sambil mengacak-acak rambut-Nya.
"Gue akan berusaha untuk mencari boy terlebih dahulu, lalu gue akan minta maaf sama Lena. Maafkan cowok brengsek ini yang telah menyakiti hati gadis yang dia cintai, Maafkan diriku yang terlalu bodoh akan hal ini," ucap Melvino menyesal dengan air mata yang sudah mulai menetes mengenai pipi-Nya.
Melvino sudah berusaha untuk memejamkan mata-Nya agar diri-Nya bisa tertidur. Melvino terus memejamkan mata-Nya dengan kuat-kuat agar bisa cepat tertidur, bahkan dari tadi dia sudah mengganti posisi tidur-Nya untuk mencari kenyamanan.
Akhir-Nya lambat laun-Nya Melvino sudah tertidur dengan nyenyak. Di dalam hati-Nya dia sudah berjanji untuk berusaha mendapatkan Erlena kembali kepelukan nya dan berusaha agar Erlena tidak menghapus cinta-Nya terhadap diri-Nya.
Keesokan hari-Nya Melvino berangkat ke sekolah bersama Adelia. Mereka menjadi pusat perhatian di sekolah, banyak yang menggosip tentang Adelia yang sudah terbangun dari koma-Nya selama 8 bulan.
__ADS_1
Adelia pun memasuki kelas-Nya dan kini sudah mulai aktif seperti orang sembuh total, padahal dia bbaru saja eluar dari rumah sakit.
Melvino pun memasuki kelas-Nya dan duduk di ujung dekat jendala sambil bersandar di dinding. Melvino mengedarkan pandangan-Nya untuk mencari gadis yang dia cintai.
"Mana ya Lena, kok tumben nggak ada di kelas?" tanya Melvino di dalam hati sambil melihat ke sana kemari.
"Huft," terdengar suara hela napas kasar-Nya Melvino.
"Heyo! Bro! Apa kabar?" tanya Zaky yang tersirat penuh makna.
Melvino menoleh ke arah Zaky dengan tatapan yang menusuk.
"Baik," jawab Melvino dingin dan menatap datar ke arah Zaky.
"Sudah lah bro, lu cari saja cewek lain. Lagian cewek nggak hanya Lena saja toh di dunia ini? Banyak cewek yang lebih cantik dari pada Erlena dan percuma juga lu terlarut dalam penyesalan lu," celetuk Zayn.
"Lena beda dari semua cewek yang ada di luaran sana!" Balas Melvino dingin sambil menatap tajam ke arah Zayn.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Ingat, kebahagian tak akan pernah datang kepada mereka yang tidak menghargai apa yang telah dimiliki.
__ADS_1
*Saat semuanya seakan berhenti bahkan berakhir, berpikirlah sejenak, mungkin Tuhan mengharuskan kita untuk menyesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...