
"Ohhh astaga! Gue melupakan sesuatu," ucap Erlena teringat kejadian 5 hari yang lalu saat Devina di perlakukan tidak baik.
Erlena tersenyum miring dengan mata yang menajam.
"Sekarang waktunya balas dendam sama si**an itu ha-ha-ha," tawa Erlena memikirkan apa yang akan dia lakukan tiba-tiba dia mendapatkan ide dari otak cemerlangnya.
"Lihat saja!" gumam Erlena dingin.
Erlena pun menghubungi asisten Kevin, untuk menelpon semua orang yang membuat Devina malu di mall. Setelah Kevin mendengar perintah mutlak dari bosnya, dia sangat merinding membayangkan apa yang akan terjadi ketika semua mendapatkan hukuman.
Kevin segera menelpon semua orang yang membuat kesalahan terhadap sahabat bosnya.
Setelah Kevin menutup telepon, orang - orang tersebut merasa kaget dan merasa ketakutan apa yang akan terjadi setelah ini.
Mereka semua Merutuki kebodohan mereka seandainya mereka mengetahui dia sahabat nona Erlena, seandainya tidak menyoraki sahabat bosnya dan andai-andai mereka pikirkan, mungkin ini tidak akan terjadi.
Mereka sangat menyesal apa yang mereka perbuat.
Erlena mengendarai mobilnya dengan sangat cepat untuk pergi ke markasnya.
Sampailah di markasnya, dia langsung tersenyum miring saat melihat sudah mulai banyak mobil-mobil yang berjejeran.
Dia pun langsung memasuki markas tersebut. Markas tersebut bernama......
'BLACK WHITE TIGER'
Ya 'BLACK WHITE TIGER' itu adalah singkatan dari harimau putih hitam, organisasi ini sudah di kenal di masyarakat maupun kota mereka semua.
Pekerjaan mereka semua hanyalah membantu pekerjaan polisi, melacak keberadaan orang-orang yang hilang, dan setiap hari jumat mereka semua selalu memberi kan sembako kepada panti asuhan.
SKIP.
"Hai ,Kevin," sapa Erlena lembut terhadap asisten Kevin.
"Hai juga Queen," sapa balik Kevin.
"Apakah kau sudah mengumpulkan semua orang yang aku perintah kan?" tanya Erlena dingin.
"Huft, baru saja tadi berkata lembut sekarang menjadi dingin, cepat sekali, memang ajaib Queen," ucap dalam hati Kevin sambil tertawa kecil.
"Heyy! Kevin, aku bertanya kepada mu, kok kamu malah tertawa! Emang ada yang lucu dalam perkataan ku!?" bentak Erlena.
"Tidak ada Queen, saya hanya kepikiran ada yang lucu di dalam benak hati ku," balas Kevin berbohong, tidak mungkinkan dia mengatakan dengan jujur bisa habis riwayatnya nanti.
__ADS_1
"Baik, suruh mereka semua berkumpul seperti biasa," titah Erlena.
"Baik, Queen," patuh Kevin sambil membukukkan badannya kemudian melenggang pergi.
Erlena duduk sambil memikirkan wajahnya Melvino, dia sangat rindu dengan lelaki yang dia cintai, tetapi lamunannya pun langsung buyar, karena semua orang sudah berkumpul di hadapannya.
"Queen, mereka telah tiba," tegur Kevin.
"Baik, Terima kasih Kevin," ucap Erlena sambil tersenyum tipis.
"Sama-sama Queen, ini memang tugas saya," balas Kevin sambil membalas senyuman dari Queennya itu.
"Ekhmm, jadi saya kumpulkan kalian semua di sini, apakah kalian tahu? Kesalahan apa yang kalian perbuat?" tanya Erlena dingin.
"Tahu nona," jawab mereka serentak sambil menundukkan kepala mereka masing-masing.
"Coba, kalian ucapkan apa yang telah kalian perbuat hm," balas Erlena dingin sambil tersenyum miring.
"Karena, kami telah membuat sahabat nona menjadi malu di tempat umum," sahut mereka dengan bibir yang gemetar.
"Bagus! Kalian sudah mengetahuinya," ucap Erlena santai.
Mereka yang mendengar ucapan nonanya menjadi ketakutan, ketakutan mereka semakin meningkat.
"Saya sangat kecewa dengan apa yang kalian perbuat apa lagi, itu sahabat saya sendiri!" hardik Erlena dengan kedua tangan yang mengepal.
"Maafkan kami, nona," terang mereka lirih agar mendapatkan simpati.
"Hm.... Saya akan memaafkan kalian dengan satu syarat," papar Erlena yang bikin semua orang tergiur, seorang Queen yang tidak pernah memberikan simpati kepada orang yang bersalah.
"Apa itu Nona?" tanya mereka penasaran.
"Kalian akan saya pindahkan ke kota malang bagaimana?" tanya Erlena.
"Hah! Apa, nona!" teriak mereka, sedikit tidak terima.
"Iya, saya akan pindahkan ke kota malang atau kalian tidak saya gaji? Tetapi, kalian harus ikut kalau ada pekerjaan bagaimana," lontar Erlena.
"Kami pindah ke kota malang saja nona," imbuh lelaki yang ada di samping lena.
"Iya nona, kami pindah ke kota malang saja," sosor mereka setuju karena, mereka tidak mungkin memilih tawaran yang kedua, bisa-bisa mereka tidak memberikan uang terhadap keluarganya.
"Bagus! Silakan pergi," usir Erlena sambil mengibaskan tangannya.
__ADS_1
"Kevin, jaga markas ya hubungi aku kalau ada masalah oke?" ucap Erlena.
"Siap Queen," sahut Kevin sambil tersenyum ke arah Erlena.
"Aku pergi dahulu," Pamit Erlena.
"Iya Queen, hati-hati di jalan," Peringat Kevin.
SESAMPAI DI RUMAH.
Erlena langsung mengganti bajunya, kemudian dia melihat ke arah jam bahwa sudah pukul
satu lewat tiga puluh menit, yaitu sebentar lagi kedua orang tua Erlena akan sampai di bandara.
Erlena mengendarai mobilnya dengan cepat, dia tidak ingin orang tuanya menunggu dirinya, lebih baik Erlena yang menunggu.
SESAMPAI DI BANDARA.
Erlena langsung duduk, karena letih, dia belum beristirahat, Erlena melihat sekelilingnya sangat ramai banyak orang yang lagi makan. Erlena pun langsung menghubungi papinya.
"Assalamualaikum papi?" salam Erlena.
"Wa'alaikum salam Len," balas salam Erlena.
"Papi sama mami di mana? Ini sudah jam dua lewat lima menit?" tanya Erlena.
"Papi sama mami sedang melihatmu sayang, papi lagi di tempat makan, yang tadi kau lihat. Ha-ha-ha," jawab papi dan mami tertawa.
"Hah! Tunggu," ucap Erlena langsung bangkit dari tempat duduknya lalu mengedarkan pandangannya ke arah meja makan.
Papi dan mami Erlena melambai-lambaikan tangan mereka. Erlena pun langsung berlari ke arah meja makan yang di duduki oleh kedua orang tua Erlena.
Erlena menghamburkan tubuhnya bersama kedua orang tua yang dia sayangi, mereka berpelukan seperti Teletubbies. Kemudian mereka melepaskan pelukannya.
"Papi, mami, Lena kangen huaaa," rengek Erlena sambil bergelayut manja ke papi maminya.
"Cup-cup-cup sayang, papi sama mami kangen kamu juga Len. Sekarang urusan papi sudah selesai, jadi tinggal menetap di sini saja," ucap papi memberitahu tentang pekerjaannya.
"Iya len, maafkan kami ya, sudah meninggalkan kamu sendiri," ucap mami lirih merasa bersalah kepada sang anaknya.
"Auchhh! Mami sama papi tidak usah merasa bersalah, lagian mami sama papikan mencari uang untuk keluarga dan masa depan Lena jadi buat apa Lena mengeluh." sanggah Erlena polos sambil tersenyum lebar.
Papi dan mami yang mendengar ucapan Erlena menjadi terharu, inilah yang membuat mereka sangat beruntung memiliki anak seperti Erlena, tidak seperti orang lain yang selalu menuntut kepada orang tuanya.
__ADS_1
Mereka sadar bahwa Erlena sudah mulai kurang mendapatkan kasih sayang, dari orang tuanya, makanya mereka dengan cepat untuk membereskan pekerjaan mereka.