
Bimo pun mengendari motor-Nya dengan sangat laju dan selalu menyalip kendaraan motor dan mobil. Sehingga membuat Erlena terkejut karena baru kali ini di bawa sama orang dengan kecepatan tinggi dan menyalip-nyalip.
Maklum, biasa-Nya kan Erlena yang selalu membawa motor, baru kali ini Erlena di bonceng sama orang yang kayak gini apa lagi sama seorang penculik.
SESAMPAI DI TEMPAT YANG TERSEMBUNYI DI DEKAT HUTAN.....
"Sampai deh kita di sini cepat banget kan gue huh...." keluh Bimo sambil turun dari motor-Nya.
"Iya, akhir-Nya kita sampai juga. Lumayan jauh juga ternyata lu cari tempat kayak begini ya ha-ha-ha," sahut Erlena santai sambil tersenyum miring.
"Iya dong, kalau dekat yang ada bakalan ketahuan dong kalau kita mau berdiskusi untuk menculik anak kecil ya kan," pungkas Bimo sambil menaikkan sebelah alis-Nya dan tersenyum miring.
"Ha-ha-ha, iya benar yang di katakan sama elu," balas Erlena yang ingin membogem perut-Nya si Bimo yang tampak polos. Namun, ternyata bang jago.
Erlena menoleh kearah belakang untuk melihat apakah para anggota-Nya sudah sampai atau belum. Ternyata para anggota-Nya sudah sampai dan bersembunyi di balik pohon dan rumput.
Para anggota-Nya Erlena mengkode tanda oke dengan tangan-Nya, Erlena tersenyum tipis sambil mengedipkan sebelah mata-Nya. Erlena langsung menoleh kehadapan Bimo saat diri-Nya di panggil.
"Len, mengapa lu liat ke belakang terus sih, emang ada apaan hah?" tanya Bimo dengan tatapan menyelidik.
"Nggak ada apa-apa kok, baru kali ini gue datang ke sini. Maka-Nya gue agak heran saja ha-ha-ha," jawab Erlena sesantai mungkin untuk menutupi kegugupan-Nya yang di akhiri dengan tawa garing-Nya.
"Owh, yowes yuk kita masuk ke dalam saja yuk. Dari pada di sini banyak nyamuk," ajak Bimo sambil menyalurkan tangan-Nya.
Erlena menyalurkan tangan-Nya juga untuk mengambil tangannya Bimo. Mereka pun berpegangan tangan sambil berjalan dengan berjalan hati-hati.
"Mengapa mereka berpegangan?"
__ADS_1
"Karena banyak lumpur dan ranting kayu."
"Ini dia tempat-Nya Len. Sangat tersembunyi dan banyak yang tidak tahu bukan tempat ini," ucap Bimo sambil melepaskan tangan-Nya dengan Erlena.
"Owh, di sini toh. Pantas nggak ada yang tahu nih tempat. Bagus juga lu nyari tempat jni," dahut Erlena sambil tersenyum miring.
Bimo yang melihat senyuman miring Erlena merasa bahwa Erlena pasti akan bekerja sama dengan diri-Nya untuk menculik anak-anak. Padahal Erlena tersenyum miring karena sudah mengetahui tempat penculikan anak.
"Lu juga nyulik anak yang baru lahir kah?" tanya Erlena pura-pura polos.
"Eumm... Ada satu anak sih yang baru gue culik," jawab Bimo santai sambil tersenyum miring.
"Motif lu untuk menculik anak kecil untuk apa?" tanya Erlena sambil mengikuti langkah Bimo.
"Eumm... Untuk nyiksa mereka, maybe. Karena itu adalah santapan gue di pagi hari ha-ha-ha," jawab Bimo yang di akhiri tawa jahatnya.
"Hal tergila yang pernah gue temui nih orang, dasar enggak punya hati kemanusiaan!" Umpat Erlena.
"Nih anak-anaknya Len," ucap Bimo sambil memperlihatkan anak kecil yang sudah banyak luka dan memar di wajah anak kecil.
"Astagfirullah, tega banget Bimo. Tunggu saja gue balas lu, untung gue rekam huh," ucap Erlena di dalam hati sambil menatap sedih kearah lima anak yang terluka.
"Bim," panggil Erlena pelan.
"Apa Len?" tanya Bimo penasaran.
"Mana anak kecil yang lu culik? Gue mau lihat dong?" tanya Erlena antusias.
__ADS_1
"Sini ikutin gue," jawab Bimo sambil mengajak Erlena menaiki tangga dan masuklah kekamar si anak kecil yang di kurung.
"Masya Allah tampan banget kamu nak," ucap Erlena di dalam hati.
"Ehhh boleh nggak gue bawa nih anak kecil?" tanya Erlena dengan mata yang berbinar sambil menatap kearah bimo.
"Buat apa!?" tanya Bimo sedikit meninggikan suaranya.
"Ya bawa pulanglah, boleh ya boleh. Bimo kan baik hati," jawab Erlena dengan pupy eyesnya.
"Kalau lu bolehin gue bawa nih anak kecil, lu nggak bakalan urusan sama gue lagi dan nggak jadi asisten gue gimana?" ucap Erlena sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Hm, bagaimana ya..." ucap Bimo yang masih menimbang-nimbangkan tawaran yang di berikan oleh Erlena untuknya.
"Iya deh, gue mau. Tetapi, lu nggak boleh kasih tahu siapa pun tempat ini! Karena tempat ini hanya lu doang tidak ada yang lain!" Pungkas Bimo sambil menatap tajam kearah Erlena.
"Oke bos, tenang saja. Gue simpan kok rahasia lu kok, mana mungkin gue kasih tahu ke orang lain atau siapa pun itu," ucap Erlena sambil tersenyum manis.
"Tapi bohong, lu akan gue masukkan ke penjara! Karena lu sudah menyekap anak gue!" Ucap Erlena di dalam hati dengan tatapan menyiratkan dendam.
"Ya sudah, lu bawa saja tuh anak sialan!" pungkas Bimo sambil tersenyum miring.
"Jangan manggil dia sialan bajingan!" Bentak Erlena sambil menatap tajam kearah bimo.
"Kalau lu bilang nih anak sialan, lu bakal gue kasih tahu polisi keberadaan lu! Bukannya lu juga jadi buronan polisi ha-ha-ha!" Ucap Erlena yang di akhiri tawanya.
Seketika tubuh Bimo menegang karena Erlena mengetahui bahwa dia jadi buronan polisi. Tidak ada yang tahu bahwa dia jadi buronan polisi, karena Bimo selalu bisa menempatkan dirinya di mana pun dia berada.
__ADS_1
"Jangan sekali-sekali lu ikut campur urusan gue!" Sahut Bimo sambil menujukkan jari telunjuknya kearah wajah si Erlena.