
"Sudah - sudah! Semua nya harap diam terlebih dahulu!" Bentak dosen tersebut. Kelas yang tadi nya sangat berisik seketika menjadi hening karena mendengar bentak an dari sang dosen yang sangat galak.
"Baiklah Erlena, pekenal kan saya Bambang. Kamu bisa panggil saya pak Bambang dan saya disini sebagai dosen kewirausahaan sekaligus sebagai dosen dikelas ini." Ucap Pak Bambang dengan ramah dan memberikan sedikit senyuman kepada Erlena.
Erlena yang mendengar penuturan pak Bambang dengan malas hanya menjawab dengan anggukan kepala nya.
"Silakan kamu duduk dikursi kosong yang terdapat disebelah Devina." Ucap pak Bambang.
"Baik pak, terima kasih banyak." Balas Erlena.
Erlena pun berjalan menuju kearah bangku yang telah ditunjuk kan oleh pak Bambang, tepat disamping Devina.
"Silakan duduk gadis cantik nan manis yang mengalihkan suasana baru ku." Goda Devina sambil tersenyum geli.
Erlena tersenyum mendengar godaan dari sahabat nya yang satu ini.
"Dari lahir sudah cantik dan manis kali wle..." Balas Erlena sambil memelet kan lidah nya.
Devina pun hanya menahan senyum nya, diri nya sangat merasa rindu dengan sifat ke PD an nya Erlena.
"Oke, baiklah kita akan melanjutkan materi yang sempat tertunda tadi." Ucap pak Bambang sambil menerang kan materi dipapan tulis.
Semua mahasiswa/I pun fokus mendengar kan penjelasan dari sang dosen yang teramat sangat killer.
Bel pun berbunyi....
"KRING"
"KRING"
"KRING"
"Oke materi ini kita sudah menyelesaikan nya. Untuk pertemuan di Minggu depan ibu tidak memberikan tugas maupun ulangan. Baik saya undur kan diri terlebih dahulu, sekian terima kasih banyak, Assalamualaikum." Ucap pak Bambang untuk mengakhiri pembelajaran dikelas tersebut.
Mendengar tidak ada tugas untuk hari ini dan untuk Minggu depan. Seluruh mahasiswa/I bersorak gembira di dalam hati mereka masing - masing, sambil membalas salam dari pak Bambang.
"Wa'alaikum salam pak Bambang, hati - hati dijalan." Balas mereka semua serentak.
Mereka semua pun berbondong - bondong untuk keluar dari kelas dan menuju ke arah kantin.
"Mau ke kantin nggak Len?" Tanya Devina sambil menyimpun buku - buku yang ada diatas meja nya.
"Kantin lah, gue sudah lapar nih daritadi. Gue mau makan bekal yang dikasi sama mami gue." Jawab Erlena antusias.
"Zanna dan Amanda dimana?" Tanya Erlena bingung.
__ADS_1
"Dia dikelas sebelah, paling sudah kekantin duluan. Sudah yuk nggak usah bacot yuk kita pergi ke kantin." Ucap Devina sambil menarik tangan nya Erlena.
......................
Disisi lain ditempat kelas para sahabat Melvino.
"Mau ke kantin nggak?" Tanya Zaky.
"Mau lah." Jawab Zayn dan raja bersamaan.
"Kantin yuk." Ajak Zaky dengan bersemangat.
"Yuk lah, gue penasaran sama murid baru yang tadi kata nya sih cewek dari luar negeri." Ucap Zayn tidak sabar melihat murid baru yang dibicara kan oleh gosip - gosip yang beredar.
"Ingat Zanna Yen," Peringat Raja mengetuk kepala nya Zayn.
"Gue ingat lah, orang dia cewek yang setia masak iya gue pangling karena cewek cantik? Nggak lucu dong!" Sungut Zayn sambil mendelik kan mata nya.
"Bagus lah." Ucap Melvino dingin yang sedari tadi hanya berdiam diri tanpa ikut berbicara.
"Sudah lah hayuk skuy epribadeh!" Teriak Zayn langsung berlari meninggal kan Zaky, Raja, dan Melvino.
Zaky, Raja, dan Melvino yang melihat tingkah laku nya Zayn yang semakin kekanak - Kanakan bukan menjadi semakin dewasa. Mereka bertukar pandangan dengan tatap an aneh.
Mereka pun langsung mengejar mengikuti langkah panjang nya Zayn.
......................
"Vina," Panggil Zanna sambil melambai - lambai kan tangan nya.
"Nah itu dia Zanna." Ucap Devina sambil menunjuk kan keberadaan Zanna.
Devina dan Erlena menghampiri meja yang dimana gadis tadi memanggil nya.
"Kita duduk disini saja." Ucap Devina.
"Loh? Kan memang duduk disini." Ucap Erlena dengan sewot.
"Eh man, sekarang Lo harus tampar gue." Titah Zanna terbengong karena melihat keberadaan Erlena.
Erlena hanya tersenyum dengan tingkah bodoh nya Zanna yang tak pernah berubah.
Plak.
"Fu*k sakit banget ban***at shhhh!" Ucap Zanna sambil meringis karena tamparan dari Amanda sangat lah kencang membuat pipi nya sedikit memerah.
__ADS_1
"Lah, kan elu yang nyuruh gue untuk nampar lu." Ucap Amanda polos.
"Dasar lu tuh ya! Seharusnya nampar nya pelan saja! Jangan kasar dan kencang!" Sungut Zanna sambil menatap tajam kearah Amanda.
"Kalau nampar mana ada yang pelan ogeb! Yang ada kasar dan kencang!" Sindir Erlena sambil tersenyum miring.
Zanna pun terdiam saat mendengar kan sindir an dari Erlena untuk diri nya.
"Kicep kan lu!" Tukas Devina sambil menahan tawa nya.
"Iya deh iya gue salah." Ucap Zanna pasrah.
"Nggak ada yang pesan makanan gitu?" Tanya Erlena entah kepada siapa.
"Sini gue saja yang pesan, Lo bertiga duduk manis saja." Ucap Devina sambil bangkit dari tempat duduk nya.
"Kalian mau pesan apa?" Tanya Devina.
"Gue soto sama es teh." Jawab Zanna.
"Gue sama kayak Zanna." Timpal Amanda.
"Gue juz strawberry saja." Jawab Erlena.
"Oke, ditunggu ya." Ucap Devina langsung pergi dari tempat duduk yang mereka tempati.
"*Aaaaaa Melvino ganteng banget!"
"Ma syaa Allah nikmat apa yang kau beri kan untuk ku."
"Calon imam gue itu."
"Raja tampan juga ya."
"Heh, ganteng an Zayn alis nya tebal Cok."
"Zaky lebih ganteng wajah nya agak sangar tetapi cool sih*."
"Gila coy! Tiap hari jadi artis gue ha-ha-ha." Zaky tertawa di akhir ucapannya
"Ho'oh benar sekali apa yang dikatakan oleh Zaky." Zayn menganggukkan kepala tanda setuju.
"Kita duduk di mana ini?" tanya Zayn.
"Disana saja," Jawab Zaky sambil menunjukkan tempat duduk yang ingin mereka tempati.
__ADS_1
Melvino dan raja hanya diam tanpa memperdulikan teriakan mahasiswi yang berada dikantin. Menurut mereka itu sangat membosankan.