
"Kalian pesan apa? Biar gue yang pesankan?" tanya Devina.
"Gue nasi goreng sama es teh," jawab Zanna.
"Gue sama kayak Zanna," jawab Amanda.
"Bakso sama juz strawberry," jawab Erlena.
"Oke, silakan di tunggu ya tuan putri," ucap Devina sambil menundukkan badannya lalu langsung tertawa.
Zanna dan Amanda terkekeh kecil terkecuali Erlena, karena sedari tadi dirinya memainkan ponselnya.
3 menit kemudian..........
"Nih, pesanan kalian semua," ucap Devina.
"Terima kasih, Vina," ucap Amanda sambil tersenyum tipis.
"Thanks," ucap Zanna.
"Ty," ucap Erlena dingin.
"Sama-sama, Ehh Lena, btw artinya ty itu apa?" tanya Devina bingung.
"Thank you," jawab Lena singkat.
"Oh," Devina berohria.
"Sudah-sudah, ayok makan," ajak Zanna yang sudah kelaparan.
Mereka pun makan dengan diam hanya terdengar orang-orang yang di kantin yang sedang berbincang-bincang.
"Lena!" teriak Alex.
Semua orang yang ada di kantin sontak melihat Alex yang tengah berlarian menuju ke arah meja makan Erlena.
Alex berlarian di ikuti oleh Sean dan Devan.
Sedangkan di tempat lain Melvino melihat kedekatan mereka berempat, Dia bingung, dahulu Erlena hanya bisa berdekatan dengan seorang cowok yaitu dirinya.
Tetapi, yang dia lihat bahwa Erlena sudah memiliki teman cowok.
SKIP....
"Ada apa?" tanya Erlena singkat.
"Ada hal yang penting," jawab Alex yang masih ngos-ngosan.
"Ya, apa Alex!" gemas Erlena.
"Sini, gue bisikin," balas Alex.
Setelah mendengar bisikan alex, Erlena langsung tersenyum miring sambil mengepalkan kedua tangannya.
Yang Alex bisikan yaitu bahwa ada yang menantang Erlena lomba balap motor liar, jika Erlena tidak datang maka di sebut PENGECUT.
SEKALI LAGI PENGECUT!
Erlena paling tidak suka ada orang yang menantang dirinya dengan kata-kata yang paling dia benci di seumur hidupnya. Apakah kata-kata yang di benci oleh Erlena?
__ADS_1
PENGECUT.
Jika ada seseorang yang mengatakan dirinya 'PENGECUT', dirinya tidak segan-segan untuk membantai seseorang tersebut.
Erlena langsung memukul tembok yang ada di sampingnya, tembok tersebut langsung retak. Tangan Erlena langsung memerah, tetapi, tidak dia pedulikan karena rasa sakitnya tergantikan oleh kebencian dan amarah.
Semua orang yang ada di kantin sangat terkejut melihat kemarahan Erlena apalagi saat memukul tembok hingga retak. Ketiga sahabat Erlena sangat kaget dengan perubahan sikap Erlena.
Melvino yang melihat kejadian tersebut, menatap ke arah Lena dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.
Erlena langsung pergi tanpa satu kata apapun yang keluar dari mulutnya.
Sean, Alex, dan Devan langsung pergi mengikuti Erlena.
SESAMPAI DI ROOFTOP.......
"Siapa yang bilang gue PENGECUT!?" tanya Erlena dingin sambil menekan kan kata PENGECUT.
"Orang yang biasa nantangin lu," jawab Alex gemetar an.
"Si Satya atau Bimo?" tanya Erlena dingin, dia bingung antara dua orang itu yang selalu nantangin Erlena balap motor.
"Bimo," jawab Sean gugup.
"Oke," balas Erlena sambil tersenyum miring.
"Sekarang ambil tas kalian dan tolong ya Sean. Ambilkan tas gue di dalam kelas," titah Erlena.
"Siap Len," patuh mereka langsung beranjak pergi dari rooftop.
Devan, Alex, dan Sean mengambil tas mereka di dalam kelas mereka. Mengapa mereka bisa mengambil tas mereka dan langsung keluar kelas? Di karenakan mereka jamkos (Jam kosong).
Sean mengetuk pintu kelas Erlena terlebih dahulu sebelum memasuki kelas.
"Iya ada apa?" tanya Bu Navy.
"ini bu..... Saya izin untuk mengambil tas Lena," jawab Sean.
"Buat apa? Dia bolos lagi?" tanya Bu navy dengan tatapan menyelidik.
"Tidak Bu, kami ada masalah, tolong ya Bu...... Kami tidak mempunyai banyak waktu lagi," jawab Sean dingin.
Sean langsung mengambil tas Erlena, kemudian langsung pergi dari kelas tersebut. Mereka yang melihat Sean dengan tatapan bingung. Biasanya Sean hanya bersikap dingin kepada semua orang terkecuali guru.
Tetapi, mereka pikir mungkin memang ada masalah jadi buat apa memikir kan sean.
"Ya buat apa kalian mikirin Sean? Itu kan urusan dia idih!" sungut author. ABAIKAN.
Mereka langsung ke tempat arena balapan motor liar. Tidak lupa Erlena memakai topeng.
ANGGAP SAJA SEPERTI INI TOPENG YANG DI PAKAI OLEH ERLENA......
"Woy! Bimo!" teriak Erlena yang membuat semua orang yang ada di arena melihat ke arah Erlena.
"Wahh akhir nya si PENGECUT datang ha-ha-ha," tawa Bimo.
"Gue bukan PENGECUT anjing!" teriak Erlena emosi.
__ADS_1
Erlena langsung memukul Bimo dengan beringas. Bimo pun yang tidak terima karena dia di pukul oleh Erlena, sontak dia pun membalas pukulan Erlena.
"Sudah woy!" lerai Sean.
"Hm," deham Erlena.
"Buruan!" ajak Erlena dingin yang mau menuju ke arena balapan.
"Eits, sini dulu njir!" ucap Bimo menghentikan perjalanan Erlena sambil memegang tangan Erlena.
"Wow, lembut sekali tangan nih cewek, ehh apa-apaan sih dia kan cewe gila," ucap Bimo dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lepas!" bentak Erlena.
"Oke," Ucap Bimo patuh.
"Ada apa?" tanya Erlena dingin.
"Kita taruhan bagaimana?" tanya Bimo yang membuat Erlena tergiur.
"Apa?" tanya Erlena penasaran.
"Jika yang memenangkan balapan ini. Maka yang menang boleh meminta apapun ke yang kalah, Tetapi, jika yang kalah akan menuruti permintaan yang menang bagaimana," jawab Bimo sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Boleh juga tawaran elu, oke lah," balas Erlena sambil tersenyum miring.
"Oke, kita mulai," ucap bimo singkat.
SESAMPAI MEREKA DI ARENA BALAP MOTOR LIAR...........
"Sudah siap?" tanya cewe dengan badan yang sexy.
Bimo dan Erlena hanya menggangukan kepalanya masing-masing.
"Cih cewe ja**ay.!" umpat Bimo di dalam hati.
"BERSEDIA"
"SIAP"
"YA"
ucap cewe sambil menaikkan benderanya.
BRUM.........
Mereka pun balapan, Bimo mengendarai motor nya dengan sangat cepat dan ugal-ugalan.
Erlena terus menyalip Bimo dan sesampai di garis finis AKHIRNYA.......
ERLENA LAH YANG MEMENANG KAN PERLOMBA AN BALAPAN......
Mereka pun turun dari motor masing-masing.
"Bagaimana?" tanya Erlena dingin sambil melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Hm, gue kalah," jawab Bimo dengan nada lesu.
"Apa yang lu mau?" tanya Bimo sambil menatap kedua bola mata Erlena.
__ADS_1
"Yang gue mau......" ucap Erlena.