Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 65


__ADS_3

"Bisakah, kita bertemu dengan nenek-Nya si Rangga?" tanya Erlena penuh harap.


"Bisa saja, mau kapan lu mau bertemu dengan nenek-Nya?" tanya Kevin sambil menatap wajah Erlena.


"Sekarang saja sih kayak-Nya," jawab Erlena singkat sambil berjalan meninggalkan semua-Nya.


KEADAAN MELVINO DI DALAM MOBIL....


"Mengapa Lena bisa memasuki keruangan khusus yang bahkan gue saja tidak bisa memasuki ruangan khusus tersebut? Siapa sebenar-Nya kamu itu Len?" tanya Melvino di dalam hati yang masih melihat Erlena yang sedang berbincang-bincang dengan teman laki-laki-Nya.


"Gue telepon saja deh si Roy biar dia yang cari tahu tentang informasi-Nya si Erlena," gumam Melvino.


DI DALAM TELEPON MELVINO DENGAN ROY.


"Halo Roy," sapa Melvino dingin.


"Iya bos? Ada apa dan ada kebutuhan apa bos?" tanya Roy yang di seberang sana yang sedang menggaruk-garuk hidung-Nya.


"Tolong kamu cari apa yang sedang di lakukan oleh Lena di dalam sana. Mengapa dia bisa di ruangan khusus cafe xxxx!" Titah Melvino tegas.


"Baik bos, siap laksanakan. Itu yang dekat Mall yang itu ya bos? Maksud-Nya yang pernah kita ke sana, ya kan bos!" Balas Roy santai sambil menaikkan sebelah alis-Nya.


"Baik, saya tunggu kamu mencari informasi tentang Lena dalam jangka waktu lima menit. Saya tidak mau tahu pokok-Nya saya pingin tahu dan tidak lebih waktu yang saya berikan tadi," timpal Melvino tak terbantahkan.


"Iya bos. Sabar, saya juga manusia kali bos butuh kesabaran dan kelincahan," celetuk Roy.


"Yang bilang, kamu anjing siapa hah? Nggak ada kan?" sindir Melvino sambil tersenyum miring.


"Ya, nggak ada yang bilang sih bos. Cuman kan jangan lah ngomong kalau saya itu seperti anjing," sungut Roy tak suka.

__ADS_1


"Loh,loh... Saya nggak bilangin kamu anjing loh. kamu ngerasa kalau kamu itu anjing? Ya sudah deh, kamu mau saya panggil anjing? atau dog?" ledek Melvino yang sedang menahan tawa-Nya.


"Saya bukan anjing bos dan satu lagi dog arti-Nya juga anjing asal bos tahu! Saya manusia! Saya Roy!" Ucap Roy sebal dengan bos-Nya itu.


"Maka-Nya jadi orang jangan mancing saya sudah tahu saya orang-Nya nggak suka di ajak becanda, kan malu tuh kalau kamu yang kena ha-ha-ha," ucap Melvino yang di akhiri tawa-Nya.


"Tetapi saya lagi nggak ajak bos becanda, saya hanya mengeluh saja kepada bos," balas Roy lemah.


"Kok bisa ya ada orang yang mengeluh kepada bos-Nya sendiri dengan berani lagi. Saya takjub dengan tingkah lakumu Roy," sahut Melvino sambil tersenyum miring saat mendengar helaan napas kasar-nya dari Roy.


"Ah, sudahlah bos. Saya menyerah dan saya akan mencari terlebih dahulu," balas Roy pasrah.


"Hm, ya deh bos!Ya sudah saya matikan dahulu ya bos! Saya mau mencari informasi tentang nona Erlena," pamit Roy.


"Ya, kalau sudah selesai tolong infoin ke saya!" Peringat Melvino.


Melvino tersenyum tipis saat Erlena melihat kearahnya dengan mata yang menyipit. Sangat menggemaskan. Cuman di dalam hatinya bergemuruh saat Erlena tersenyum manis terhadap lelaki di hadapannya.


Tetapi tak berlangsung lama hatinya bergemuruh. Dia langsung melengkungkan senyum bibirnya. Saat Erlena tiba-tiba menatap lelaki di hadapannya datar.


"Lena itu selalu sabar dengan sikap ku, Lena itu sangat cantik luar dalam, Lena itu bisa mengetuk hati gue yang tertutup ini," ucap Melvino sambil tersenyum lalu pergi dari kawasan cafe tersebut.


................


Di dalam perjalanan Erlena menatap lurus, melihat perjalanan yang sangat macet. Terdengar suara berisik di luar mobil Erlena, banyak sekali kendaraan dan para pengemudi selalu mengklakson yang membuat telinga Erlena panas.


Erlena langsung membuka kaca mobil lalu mendongakkan wajahnya menatap kearah pengemudi motor lalu berkata.


"Woi! Nggak usah berulang kali klakson mobilnya! Berisik tahu tidak!" Bentak erlena sambil menatap tajam kearah pengemudi motor.

__ADS_1


"Ini loh mbak! Di depan saya malah asyik pacaran! Emang mbak nggak lihat? Makanya saya klakson terus!" Bentak pengemudi motor itu marah.


Erlena langsung melihat ke arah depan para pengemudi motor yang dia bentak tadi. Erlena terhenyak ternyata yang berpacaran tak tahu tempat itu adalah Devina dan Zaky.


"Woi! Setan, jangan pacaran di tempat umum! Enyah lu berdua! Dasar anak dajjal, setan!" Teriak Erlena kesal dan malu karena dia membentak pengemudi motor yang tak bersalah.


"Maaf ya om, saya ngebentak om," sesal Erlena sambil menundukkan wajahnya.


"Iya nak, lain kali di lihat dahulu siapa yang salah. Jangan langsung menghakimi seseorang, itu tidak baik nak," nasihat pengemudi motor yang berumur sekitar kepala tiga.


"Iya om, sekali lagi saya minta maaf," ucap Erlena yang mulai berani mengangkat wajahnya sambil menatap kearah wajah orang di depannya.


"Iya, tidak apa-apa," sahut pengemudi motor.


Tit


Tit


Tit.


"Pak buruan jalan! Keburu lampunya jadi merah!" Ucap pengemudi mobil.


"Nak! saya pergi dahulu! Ingat nasihat saya!" Ucap pengemudi motor tadi langsung pergi dari perjalanan.


"Iya pak," lirih Erlena sambil menatap jauh si pengemudi motor tadi.


"Woi! Lu berdua berhenti di ujung seberang sana!" Bentak Erlena yang masih di selimuti rasa bersalahnya.


"Iya,Len," ucap mereka gagap.

__ADS_1


__ADS_2