Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 63


__ADS_3

Muah,,,,,


Erlena mencium balik ke arah pipi Melvino, sebenar-Nya dia sadar jika Melvino mencium pipi-Nya.Tetapi dia hanya berpura-pura saja, agar tidak kelihatan bohong-Nya wlekk.


Seluruh tubuh Melvino seketika mendadak panas dingin, saat Erlena mencium pipi-Nya balik. Hati-Nya merasa sangat gembira dan senang jika di cium balik oleh Erlena, dia ingin sekali memeluk tubuh-Nya Erlena dan mencium-Nya kembali. Namun, sekali lagi Melvino katakan bahwa seorang Melvino sangat gengsi untuk melakukan-Nya.


"Babay Elvin kusayang, selamat malam. Terima kasih atas kecupan di pipiku he-he-he. Selamat malam sayang, jangan begadang. Itu tidak baik untuk kesehatanmu sendiri. Karena jikalau kamu sakit bikin aku repot ya!" Ucap Erlena sambil berlari menuju ke arah kamar-Nya.


Setelah Erlena berlari menuju ke arah kamar-Nya dengan cepat Melvino meneriaki untuk memanggil si Erlena untuk datang ke sini lagi.


"Lena! Sini dahulu, kembali ke sini! Jangan pergi dahulu," teriak Melvino yang merasa enggan jika di tinggalkan sama si Erlena karena dia masih ingin Erlena ada di sisi diri-Nya.


Erlena pun berbalik arah untuk melihat ke arah belakang lalu berucap.


"Apa sih Vin, apa hah? Aku nggak mau balik lagi ke sana," teriak balik Erlena sambil menjulurkan lidah-Nya.


"Arghhh," geram Melvino sambil mengepalkan kedua tangan-Nya.


"Sini dahulu ah! Nggak mau tahu balik sini dahulu sebentar saja," bujuk Melvino sambil berjalan menuju ke arah pintu agar mendekati si Erlena.


"Apa-apaan sih Elvin ini huh, bikin kesal saja," ucap Erlena di dalam hati.


"Ck," decak Erlena sambil menghentak-hentakkan kedua kaki-Nya.


Melvino tersenyum tipis melihat Erlena yang sedang merajuk kayak tingkah laku anak kecil saja.


Saat Erlena tiba di depan pintu kamar-Nya si Melvino langsung menatap tajam ke arah Melvino.


"Mau ngomong apa lagi hah? Aku ini lelah tahu nggak sih hih, cepetan kamu mau ngomong apa? Penting nggak?" tanya Erlena sambil memutarkan kedua bola mata-Nya.


"Loh, bukannya aku paling penting di hidupmu Len? Kan waktu dahulu lu bilang sama gue kalau gue itu prioritas-Nya elu? Jadi mengapa lu bilang kalau omongan gue harus penting menurut lu? Gue jadi nggak paham sama sifat lu yang aneh begini," jawab Melvino panjang lebar sambil menatap datar ke arah si Erlena.


Erlena menghela napas panjang-Nya lalu berucap.


"Emang waktu dahulu aku pernah mengatakan bahwa kamu itu adalah prioritas aku. Namun, sekarang kamu bukan prioritasku lagi, mengapa? Karena aku cukup akan hal itu. Toh, ngapain juga prioritaskan orang yang kita cintai, tetapi dia saja tidak memprioritaskan diri kita. Maka dari itu aku sudah biasa saja kepada dirimu," ucap Erlena panjang lebar.


"Sifat? Sifat yang aneh? Aku nggak aneh atau pun berubah. Tetapi memang inilah sifat asli ku yang suka berubah-ubah sesuai mood. Kalau nggak suka ya sudah bodo amat sih aku. Oh, iya jadi apa yang mau kamu katakan tadi?" ucap Erlena sambil menaikkan sebelah alis-Nya.


Melvino di buat terdiam oleh sosok Erlena lalu menggeleng-gelengkan kepala-Nya.


"Mengapa lu tadi bilang kalau gue sakit lu di buat repot?" tanya Melvino sambil menaikkan sebelah alis-Nya.

__ADS_1


"Oh, itu toh. Pingin tahu atau pingin tahu banget nih cerita-Nya?" tanya Erlena sambil menaik turunkan kedua alis-Nya dan tersenyum lebar.


"Ya, pingin tahu saja jadi apa yang buat lu repot karena gue?" tanya balik Melvino sambil menatap datar ke arah Erlena yang sedang senyum-senyum sendiri.


"Ya, karena kalau kamu sakit aku-Nya yang menjadi panik aku jadi khawatir sudah gitu saja kok alasan-Nya sekian terima kasih. Aku pamit balik ya, papay," pamit Erlena langsung berlari menuju ke arah kamar-Nya.


Melvino yang di tinggalkan seperti itu, merasa di hina.


"Sudah di cium, di tinggalin lagi. Huh Dasar gadis bodohku," ucap Melvino yang sudah mencap bahwa Erlena adalah gadis bodohnya.


"Ah sudahlah, dari pada gue jadi orang bego! Mending gue masuk kamar untuk tidur," gumam Melvino langsung masuk kekamarnya.


KEESOKAN HARINYA......


"Selamat pagi," sapa Erlena dengan senyum cerianya.


"Pagi," sapa balik mereka semua.


"Len, sarapan dahulu. Tumben nggak kayak biasanya baru bangun sekarang," gerutu mami Erlena sambil menatap sinis kearah anaknya.


"Banyak masalah, jadi lupa gue," ucap Erlena tanpa sadar.


"Ha? Masalah? Masalah apa?" tanya Erlena linglung seperti orang bodoh.


"Lah? tadi katamu, kamu ada masalah?" tanya balik papi Erlena.


"Ouh, cuman lagi akting saja... Iya lagi akting he-he-he," jawab Erlena sambil cengengesan.


"Hm," ucap mereka semua kecuali melvino yang menyadari dengan tingkah laku Erlena yang mencurigakan.


"Oh iya Len, waktu kemarin kita di mobil itu ingatkan?" tanya Zanna sambil menyuapkan buah kedalam mulutnya.


"Iya. Ingat, mengapa?" tanya Erlena yang sedang meminum susunya, sambil menatap wajah k arah Zanna.


"Kok lu di panggil Queen?" tanya Zanna dengan mata yang menyelidik, membuat hati Erlena berdebar dengan sangat cepat karena pertanyaan dari Zanna.


"Aduh, mengapa lagi si Zanna nanya tentang hal ini. Gue harus jawab apa coba! Oh, my Lord bantu aku!" Jerit Erlena sambil meremas kain bajunya.


"Heh! Malah bengong!" Sungut Zanna kesal.


"Iya tuh, jawab kali Len," timpal Devina yang sudah mati penasaran.

__ADS_1


"Itu cuman salah ngomong saja dia itu, dahulu dia pernah manggil gue Queen. Cuman karena gue nggak suka di panggil Queen. Akhirnya dia nggak manggil gue Queen lagi. Ekh, ini dia malah manggil gue Queen lagi gitu," ucap Erlena lancar tanpa hambatan apapun.


"Owh, gitu toh," ucap para cewek sambil menganggukkan kepalanya yang artinya mereka percaya dengan ucapan Erlena.


Drt


Drt


Drt.


"Telepon lu Len!" Ucap Amanda sambil menujukkan ponselnya dengan garpu.


"Iya," jawab Erlena singkat.


Erlena mengambil ponselnya di atas meja makan, tanpa melihat siapa yang menelpon nya. Lagi-lagi Erlena ceroboh.


"Lena! Cepat datang kesini woi! Penting! Orang-orang suda pada nungguin elu nih!" Teriak Kevin di telepon.


Erlena dan semua yang ada di meja makan terkejut. Karena, mendengar teriakan Kevin di dalam telepon Erlena.


"Siapa Len?" bisik mami Erlena bingung.


"Teman," bisik Erlena singkat.


"Sabar! Gue habis makan ogeb! Tungguin gue di sana sebentar!" Teriak erlena balik.


"Cepat, datang kemari nona, kami semua pda kelaparan!" Teriak anak buah Erlena.


"****!" Umpat Erlena di dalam hati karena semua orang memandang dirinya dengan tatapan intimidasi.


"Ya!" Jawab Erlena dingin sambil mematikan ponselnya secara sepihak.


"Mam, pi, guys! Gue pergi dahulu ya! Darurat!" Pamit Erlena sambil meneguk susunya langsung habis.


"Len. Kamu mau kemana?" tanya papi Erlena sedikit meninggikan suaranya.


"Something, pi. Sudah ya bye.Assalamualaikum," ucap Erlena langsung pergi tanpa menyadari bahwa dirinya memakai baju tidur.


"Wa'alaikum salam," ucap mereka semua.


Melvino langsung beranjak dari tempat duduknya lalu pergi tanpa sepatah kata apa pun.

__ADS_1


__ADS_2