Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 45


__ADS_3

"Sudah dahulu ya Alaska, kakak sama mereka mau bermain dahulu," pamit Erlena sambil menunjuk teman-teman-nya.


"Oke kak, sampai jumpa," jawab Alaska sambil tersenyum manis.


"Sampai jumpa juga," ucap Erlena.


Erlena pun mendekati teman-teman-nya setelah Alaska pergi bersama kedua orang tua-nya. Kemudian Erlena duduk di dekat Melvino.


"Tuh anak berani benar Len, cium elu! Gue saja belum pernah cium elu," ucap Amanda sambil mengerucutkan bibir-nya.


"Heh! Kamu tuh boleh-nya cuman cium aku! Bukan Lena! Kamu masih normal kan!?" ucap Raja marah yang di akhiri dengan pertanyaan kepada sang kekasih.


"Ya normal lah ogeb! Kalau nggak normal aku juga nggak mau nerima kamu jadi pacar aku!" jawab Amanda marah.


"Ya kan. Siapa tahu!" Ddengus raja.


"Malah ribut! Nih ya dengar+dengar ya Manda! Gue juga nggak mau kali di cium elu! Mending gue di cium oleh Elvin!" pungkas Erlena sambil menatap kearah melvino dengan tatapan menggoda.


"Heh! Emang Melvin mau cium elu?" tanya Devina sambil menaikkan sebelah alisnya sambil senyum miring.


"Ya! Nggak tahu juga sih he-he-he!" jawab Erlena dengan pipi yang memerah.


Melvino hanya diam saja mendengar ucapan mereka, dia tidak memperdulikan ucapan Erlena. Karena Melvino dari tadi hanya bermain sosmed di ponsel-nya.


"Ekh kita pulang yuk," ajak Erlena yang baru dan melihat jam di ponsel-nya.


"Eh iya. Kita pulang saja yuk, letih nih," jawab Zanna sambil bangkit dari tempat duduk-nya.


"Beb!" panggil Zayn dengan wajah yang masam.


"Apa beb?" tanya Zanna sambil menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Tolong bantuin aku bangun dong! Aku malas berdiri," jawab zayn sambil menyodorkan kedua tangan-nya di hadapan Zanna.


"Dasar manja!" pungkas Zanna.


"Yang penting sayangkan?" tanya Zayn.


"Hm," jawab Zanna malas.


"Lena, papi sama mami mau kencan terlebih dahulu ya! Kalian pulang duluan saja," pamit papi Erlena sambil memegang pinggang mami.


"Dasar nggak ingat umur," umpat Erlena.


"Apa Len?" tanya mami Erlena yang tidak mendengar jelas ucapan Erlena.


"Tidak! Tidak mi," jawab Erlena sambil menggeleng-gelengkan kepala-nya.


Teman-teman Erlena hanya menahan tawa mereka masing-masing saat melihat tingkah laku Erlena yang seperti anak kecil. Sedangkan Melvino juga menahan senyum melihat Erlena salting.


"Ya," jawab Erlena singkat.


"Yuk kita pulang!" ajak Erlena malas.


"Iya," jawab mereka semua.


Mereka pun pulang bersama dengan memakai mobil, sesudah sampai di vila, mereka masuk ke kamar masing-masing.


Erlena memasuki kamar-nya dan membaringkan tubuh-nya.


"Aish, malas banget gue mandi fyuh," ucap Erlena.


Sudah 5 menit Erlena membaringkan tubuhnya, kemudian Erlena menuju kekamar mandi, lalu membersihkan tubuhnya yang lengket dan kotor. Selesai Erlena mandi dan berganti baju piyama-nya.

__ADS_1


Erlena langsung duduk di tempat kerja yang di sediakan oleh vila, Erlena menatap jam tangan yang sudah dia beli bersama Melvino. Erlena memegang jam tangan itu sambil tersenyum tipis melihat jam tangan yang menurut-nya sangat mewah.


"Elvin kan besok ulang tahun, semoga gue jadi orang yang pertama ucapin dia selamat ulang tahun," ucap Erlena sambil tersenyum tipis.


"Ekh di mana ya gue taruh kertas kado-nya?" tanya Erlena kepada diri-nya sendiri.


Erlena mencari kertas kado yang dia beli sebelum berangkat ke bali, karena dia sudah menyiapkan semuanya. sampai Erlena mengobrak-abrik koper-nya lalu dia bertemu dengan kertas kado-nya.


Dengan cepat Erlena langsung membuat kado ulang tahun jam tangan untuk Melvino. Setelah selesai membungkus kado jam tangan melvino, kemudian dia menaruh di dalam koper bajunya.


Erlena yang ingin keluar untuk melihat orang-orang di sana. Tiba-tiba Erlena melihat Melvino yang duduk santai sambil menelpon seseorang.


Erlena mendekati menuju ke arah melvino dengan langkah perlahan-lahan, agar tidak terdengar oleh Melvino. Ketika menurut-nya sudah hampir dekat dengan Melvino, yang penting dia mendengar Melvino yang sedang menelpon dengan seseorang.


"Kak, kapan balik?" tanya Adelia di sana.


"Mungkin 2 hari lagi," jawab Melvino santai.


"Owh, kakak baik-baik sajakan? Adel rindu nih," ucap Adelia.


"Baik. Gue juga rindu ha-ha-ha," ucap Melvino sambil tertawa kecil.


"Ekh, kak aku matikan dahulu ya telepon-nya! sudah di panggil bunda nih!" pamit Adel dengan nada cepat.


"Iya," jawab Melvino singkat.


Tut


Tut


Tut

__ADS_1


__ADS_2