Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 111


__ADS_3

Zaky, Zayn, dan Raja menatap kagum sekaligus merasa iba kepada sahabat nya yang sangat dingin dan tak tersentuh jika ada yang berdekatan dengan seorang perempuan.


"Dia tetap milik gue, ada nggak ada hubungan apapun. Dia tetap milik gue, esok, dan selamanya." gumam Melvino sambil tersenyum tipis dan melihat langit - langit yang sangat indah.


"Iyain saja deh. Yang penting kalau dia emang nggak suka sama lu lagi, mending lu menyerah saja." nasehat Raja sambil menepuk - nepuk bahunya Melvino.


"Gue nggak akan menyerah begitu saja, gue ingat betul bagaimana dia berjuang untuk gue selama 4 tahun. Kalau gue baru saja 1 bulan lebih mau kedua bulan itu samasekali nggak ada apa - apa nya dibandingkan Lena," keluh Melvino sambil tersenyum pedih mengingat perjuangan Erlena dahulu saat mengejar cintanya, tetapi dia cuek dan dingin saat menghadapi Erlena. Hati sangat sesak, ingin sekali dia menangis namun, dia malu disini masih ada ke tiga Sahabatnya.


......................


' Siapa yang tidak bersimpuh di depan tirai hatinya? Tirai itu terangkat, dan pemandangan terhampar.


3 Tahun kemudian..........


Perjuangan Melvino tidak sampai disitu, dirinya tetap berjuang untuk mendapatkan Erlena kembali ke kehidupannya. Segala cara dia lakukan untuk mendapatkan cintanya Erlena kembali tetap saja usaha nya nihil.


Dirinya selalu didiamkan oleh Erlena saat dirinya mengajak berbicara. Melvino selalu menguntit dimana pun Erlena berada. Erlena sangat risih dengan keberadaan Melvino selalu dekat dengan dirinya.


Kalau menurut kalian Erlena risih dengan Melvino karena apa? Karena hati Erlena yang dahulu kemarin sudah menghilangkan kini muncul kembali secara perlahan - lahan.


Erlena sebenarnya sangat risih dan gugup karena dirinya selalu berdekatan dengan Melvino. Erlena sebenarnya masih merasa bingung, mengapa banyak para lelaki yang dahulu mendekati dirinya, kini mulai menjauh dengan sangat cepat.


Kalian tahu siapa yang melakukan itu semua? Kalau menurut kalian itu adalah Melvino, kalian benar seratus persen. Mengapa Melvino melakukan itu semua? Karena Melvino tidak ingin Erlena berdekatan dengan cowok lain selain dirinya.


Hanya dirinya lah yang boleh berdekatan dengan gadisnya. Erlena adalah gadisnya walaupun sudah ditolak beberapa kali. Tetapi, itu tidak membuat Melvino pantang menyerah.


Melvino tidak memberikan satu kesempatan bila Erlena berbicara kepada para lelaki. Menurut Erlena, Melvino yang bukan siapa - siapanya saja sudah possesive kayak pacaran saja.


Ngomong - ngomong tentang pacaran, tiba - tiba muncul lah semburat warna merah di pipinya Erlena, dirinya menyadari bahwa perasaaannya mulai muncul kembali seperti dahulu, cuman dia ingin cuek bebek dahulu supaya melvino peka dengan perasaannya.


Dirinya selalu diajak jalan kemana - kemana oleh Melvino, Melvino seakan tidak mau jauh - jauh dari Erlena. Itulah yang membuat Erlena dibuat jatuh cinta lagi.


Melvino selalu membawakan dirinya bekal, padahal Erlena selalu menolaknya dengan keras dan kasar, akan tetapi Melvino terus memaksanya untuk menerima bekalnya.


Melvino setiap pagi selalu membuat bekal khusus untuk gadis yang dia cintai selama ini. Dengan penuh rasa kasih sayang dia membuatkan bekal untuk Erlena.


Dirinya sangat mencintai Erlena, yang dahulu Melvino selalu dingin dan cuek terhadap Erlena. Kini sekarang dirinya bucin(budak cinta).


Entahlah Melvino pun juga merasa bingung dahulu dia tidak seperti ini, sekarang apa? Dia adalah sosok lelaki yang sangat bucin terhadap gadis yang amat dia cintai. Tetapi, tidak masalah Melvino dengan senang hati melakukan semua itu. Dia akan terus berjuang untuk mendapatkan Erlena kembali.


"Hay, sayang!" panggil Melvino sambil tersenyum lebar.


"Apa?" sahut Erlena malas dengan kehadiran Melvino disini.


"Yes! Keajaiban ini Lena sudah merespon panggilan gue." ucap Melvino didalam hati sambil tersenyum lebar.


"Kamu ngapain disini?" tanya Melvino sambil menatap wajah nan cantiknya Erlena.


"Ya, duduk lah masa 'berak'." jawab Erlena sambil menekankan kata 'berak' sengaja dirinya berkata seperti itu, supaya Melvino ilfil dengannya.


Melvino tersenyum tipis dirinya tahu bahwa Erlena sengaja berkata seperti itu agar dirinya merasa ilfil dengan Erlena. Padahal dia malah suka jika Erlena bisa ngomong dengan dirinya.


"Iya deh." balas Melvino sambil tersenyum lebar.


"Lu ngapain sih manggil gue sayang terus, kita itu tidak ada hubungan apapun!" tegas Erlena sambil menunjukkan garpunya kearah Melvino.


Melvino tersenyum tipis saat melihat wajahnya Erlena yang menurutnya jika dia lagi sebal, wajahnya sangat imut dan menggemaskan.

__ADS_1


"Jadi kamu lagi ngode ya? Kamu mau jadi pedamping hidupku?" Tanya Melvino kegirangan.


"Apa sih garing lu Mel!" marah Erlena sambil mengepalkan ke dua tangannya.


"Nggak papa garing, yang penting aku cinta sama kamu." ucap Melvino ngelantur.


"Idih, menyebalkan sekali!" Sungut Erlena sambil mendelikkan ke dua tangannya.


"Len aku cinta sama kamu dan sayang banget sama kamu, aku tahu apa yang aku perbuat dahulu membuat kamu sakit hati seperti banyak panah yang menusuk ke hatimu. Aku ingin kamu seperti dahulu Len, aku ingin hatimu, ragamu, rasa cinta dan kasih sayang." ucap Melvino dengan nada lembut sambil menatap kedua bola matanya Erlena sendu.


"Mungkin dengan kata maaf itupun tidak cukup dengan rasa sakit yang ku torehkan dahulu kepadamu." ucap Melvino lembut dengan mata yang berkaca - kaca.


"Jika kau pikir aku telah kehilanganmu, kamu salah. Kamulah yang kehilangan. Kamu telah kehilangan aku, seseorang yang sangat mencintaimu." sambar Erlena sambil tersenyum miring.


Deg.


"Aku tahu itu Len, aku sangat merasa kehilangan mu. Aku sangat mencintaimu Len tolong beri aku kesempatan Len," ucap Melvino dengan air mata yang bercucuran.


"Nggak usah nangis, lu kan cowok! Nggak malu dilihatin gue?" pungkas Erlena sambil menatap datar kearah Erlena, padahal hatinya merasa iba terhadap lelaki yang dia cintai dahulu.


"Mengapa lu menyuruh gue pergi waktu dahulu? Sekarang malah nyatain bahwa lu mencintai gue? Apasih maksudnya elu? Labil banget!" tandas Erlena.


"Aku waktu itu merasa emosi hiks... Aku tahu aku salah dan aku sangat menyesal apa yang aku telah perbuat dengan mu hiks...." tutur Melvino sambil menangis.


"Aku minta maaf sayang, maaf kan aku...." ucap Melvino sambil duduk bersimpuh di lantai.


Erlena yang sudah tidak tahan melihat sosok lelaki yang dahulu dia cintai dan sekarang rasa cinta itu hadir kembali saat lelaki itu kembali dengan rasa yang menyesal karena menyia - nyiakan dirinya.


Erlena pun berjongkok mendekati Melvino lalu menepuk pundaknya dua kali dan berkata.


"Gue sudah maafin elu, udah ah nggak usah nangis. Untung saja cuman ada gue yang disini. Coba kalau ada banyak orang lain pasti lu malu." pungkas Erlena sambil tersenyum tipis saat melihat tubuh Melvino menegang.


"Nggak usah manggil - manggil gue sayang lah Vin, gue nggak ada hubungan apapun." ucap Erlena kode keras agar Melvino peka.


"Ada kok, tetapi nanti." Balas Melvino sambil tersenyum manis sambil menyeka air matanya yang keluar.


"Cup cup jangan nangis lagi ya." ucap Erlena sambil mengusap pelan kedua matanya Melvino.


Melvino pun mendekatkan wajahnya kearah Erlena, semakin dekat.


*4 cm


3 cm


2 cm


1 cm


Dan*......


Cup.


Melvino mencium keningnya Erlena dengan lembut. Erlena merasa terkejut ketika ada sesuatu yang terasa basah dan tebal menempel dikeningnya. Erlena memejamkan matanya menikmati kecupan dari Melvino.


Sadar apa yang dilakukannya Erlena langsung mendorong bahunya Melvino dengan pipi yang merona.


"Apa - apa aja sih!?" tanya Erlena dengan pipi yang merona.

__ADS_1


"Cie malu cie......" goda Melvino merasa senang ketika Erlena merasa malu karena perbuatannya.


"Cie......"


"Cie......"


"Sayangnya aku malu nih...."


"Ihh makin cantik deh, pantas aku makin sayang sama kamu."


"Ihhh Elvin! Jangan godain aku terus!" Bentak Erlena merasa kesal.


Melvino yang mendengar bentakan Erlena merasa terkejut apalagi dirinya mendengar jika Erlena memanggil dirinya dengan sebutan 'Elvin'. Betapa bahagianya dirinya.


"Coba ulangin lagi yang." pinta Melvino dengan penuh harap.


"Apanya?" tanya Erlena bingung.


"Coba ulangin bentakan mu." jawab Melvino dengan tatapan sayu.


"Ihhh Elvin! Jangan godain aku terus!" bentak Erlena mengulangi atas permintaan si Melvino.


"Akhirnya kamu manggil aku dengan sebutan 'Elvin' sayang." ucap Melvino merasa terharu.


"Hah? E-nggak kok." bantah Erlena.


"Seterah kamu intinya aku sangat bahagia dan merasa senang. Terima kasih banyak sudah memaafkan diriku yang sangat brengsek ini dan terima kasih sudah memberikan aku kesempatan yang kedua kalinya." ucap Melvino panjang lebar.


"Ya, sama - sama. Akan tetapi, kalau kamu tidak mempergunakan kesempatan itu dengan baik - baik. Aku akan pergi lagi dari kehidupan kamu. Jangan pernah kecewain aku lagi ya?" balas Erlena sambil tersenyum manis.


"Iya sayang. Terima kasih." timpal Melvino dengan hati yang berbunga - bunga.


"Sayang aku ada sesuatu loh untuk kamu." ucap Melvino dengan raut wajah yang amat bahagia.


"Apa tuh?" tanya Erlena penasaran.


Melvino pun mengambil sesuatu disaku celananya Melvino lalu mengasih sesuatu dihadapan Erlena. Kemudian Melvino membuka kotak tersebut didepan wajahnya Erlena.


Betapa terkejut dan bahagianya dirinya saat Melvino memberikan sesuatu berharga yang membuat dirinya terharu dan merasa bahagia.


Apa ya kira - kira yang diberikan oleh Melvino untuk Erlena? Kok bisa Erlena terkejut dan merasa bahagia?


Itu adalah cincin lamaran.


ANGGAP SAJA CINCIN LAMARANNYA SEPERTI INI.....



"will you marry me and live with me forever?" tanya Melvino sambil berjongkok dihadapan Erlena.


Erlena menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu berkata.


"Yes I Will." Jawab Erlena singkat namun membuat hatinya Melvino berdesir.


Melvino pun langsung berdiri memakaikan cincinnya dijari manisnya Erlena lalu memeluk Erlena dengan erat.


"Thank you so much girl, i'm so happy because of you." bisik Melvino lalu mengecup pipinya Erlena dengan lembut.

__ADS_1


"Your welcome honey." bisik Erlena lembut.


__ADS_2