Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 57


__ADS_3

"Nah, besokkan kita sudah mulai pulang tuh, jadi kalian beres-bereskan perlengkapan kalian. Jangan sampai ada yang ketinggalan ya. Karena tante nggak tanggung jawab loh ya!, kalau ada salah satu barang yang penting menurut kalian menjadi hilang" Peringat mami Erlena dengan penekanan.


"Siap tan, kami nggak bakalan lupa dong. Kan itu barang kami semua tante!" Ucap mereka semua kecuali Erlena yang masih sibuk bermain ponselnya dengan senyum-senyum sendiri.


"Bagus, harus tanggung jawab kepada barang kalian sendiri. Nanti kalau barang punya kalian hilang kan kalian juga yang akan menangis dan menyesal," balas mami Erlena sambil terus miring.


"Jangan sampai dong tan, iya tan, terima kasih atas nasihat yang telah tante berikan buat kami he-he-he," ucap mereka semua sambil tersenyum manis.


"Sama-sama, karena saya sudah menganggap kalian sebagai anak kandung sendiri. Jadi kalian tidak perlu sungkan kalau kalian mau curhat tentang apa pun. Tante siap kok untuk mendengarkan curhatan kalian semua. Jadi di bawa santai saja jangan takut karena tante bukan monster," balas mami Erlena sambil tersenyum manis yang di akhiri dengan candaan-Nya.


Mereka semua di buat kagum dengan mami-Nya Erlena yang sangat baik hati bahkan mereka sudah di anggap sebagai anak sendiri. Sangat terharu sekali.


"Terima kasih banyak ya tante atas perhatian yang telah di berikan kepada kami semua. Kami sangat beruntung karena sudah mengenal tante yang cantik dan baik hati he-he-he," jawab mereka semua.


"Sama-sama anak-anak kusayang," balas mami Erlena sambil tersenyum lebar.


"Heh, Len. Oh Lena!" Ucap Zanna sambil menyenggol tangan Erlena dengan sengaja.


"Hng ada apaan sih lu tuh, lu tuh nyenggol gue. Bisa nggak sih lu tuh panggil saja nggak perlu begini lagi nyeri ulu hati ini gue?" tanya Erlena bingung sambil menyimpan ponsel-Nya dengan cepat di tas ransel-Nya.


"Habis pas gue panggil-panggil elu, elu-Nya lagi budek. Elu lagi nyeri ulu hati? pergi sana ke rumah sakit biar gue antar sama yang barusan punya penyakit nyeri ulu hati-Nya," jawab Zanna becanda.


"Ya, nggak gitu juga konsep-Nya ae lah ha-ha-ha," balas Erlena sambil memutarkan kedua bola mata-Nya.


"Ck, seterah elu lah. Gue malas debat sama elu," pungkas Zanna sambil melibatkan kedua tangan-Nya di atas dada-Nya.


"Dengar nggak tuh yang di omongkan mami elu?" tanya Zanna sambil menaikkan sebelah alis-Nya.


"Dengarlah, masak orang tua berbicara nggak gue dengar sih, aneh!" Jawab Erlena singkat sambil menatap kedua bola mata-Nya Zanna dengan polos.


"Sip! Anak yang pintar dan cantik!" Balas Zanna sambil mengelus-elus rambut-Nya erlena.


"Iya dong Lena pasti cantik dan pintar, siapa lagi kalau bukan anak-Nya mami dan papi Lena," timpal Erlena sambil tersenyum miring.


Semua yang melihat tingkah laku sahabat cewek hanya berdiam saja sambil terkekeh di dalam hati-Nya.

__ADS_1


"Sudah-sudah kalian silakan istirahat terlebih dahulu dan mempersiapkan seluruh tubuh kalian agar tetap Fit!" Titah papi Erlena sambil menggandeng istri tercinta-Nya.


"Oh iya om lupa ucapin sama orang baru saja berulang tahun di hari ini, selamat ulang tahun ya Melvin, semoga yang di semogakan tersemogakan atas seizin Allah SWT. Aamiin," ucap papi Erlena sambil menepuk-nepuk pundak-Nya si Melvino dan tersenyum tipis.


"Selamat ulang tahu Vin, doa-Nya sama seperti papi-Nya Erlena Aamiin YRA," ucap mami Erlena.


"Aamiin," teriak semua yang ada di sana termasuk Melvino.


"Terima kasih om dan tante sudah mendoakan saya, saya sangat berterima kasih banyak atas semua yang telah kalian berikan kepada saya!" Ucap Melvino berterima kasih sambil tersenyum tulus.


"Iya, sama-sama," jawab kedua orang tuanya Erlena.


Mereka semua memasuki kamar masing-masing kecuali Erlena dan Melvino.


"Ngapain lu masih ada di sini?" tanya Melvino sambil duduk di depan Erlena.


"Tumben Elvin care sama gue? Biasanya selalu dingin?" tanya Erlena di dalam hati-Nya sambil menatap kedua bola mata Melvino bingung.


"Hai, Len jangan bengong deh lu. Bukan waktu-Nya bengong sekarang ini!" Seru Melvino sambil mendekatkan wajah-Nya ke wajah Erlena.


Deg


Deg


Jantung mereka berpacu dengan cepat, Melvino menatap kedua bola mata Erlena dengan sayu yang menyiratkan penyesalan dan bersalah. Sedangkan Erlena menatap kedua bola mata Melvino dengan tatapan sendu.


"Seandai-Nya kita bisa bersama, mungkin aku orang yang paling bahagia di dunia ini. Tetapi itu tidak mungkin akan bisa terjadu, karena perasaanku tidak pernah salah Jika aku mencintaimu. Jika suatu hari nanti, kedepan-Nya, kita pasti tidak bisa bersama. Hanya aku yang berjuang sendiri dan cintaku bertepuk sebelah tangan atau saja aku bisa melupakanmu secepat-Nya," ucap Erlena di dalam hati sambil tersenyum tipis.


Melvino sedikit kaget karena melihat senyum Erlena yang tipis dia bingung mengapa Erlena tidak teriak-teriak kayak biasa-Nya? Biasa-Nya dia akan senang jika di perlakukan seperti ini oleh diri-Nya? Lah sekarang mengapa dia bisa terlihat biasa saja di hadapan-Nya?


"Apakah gue cinta sama lu Len? Setiap gue dekat sama lu pasti gue deg-degan, jika bersama cewek lain gue nggak pernah merasakan kenyamanan seperti ini," ucap Melvino di dalam hati yang masih menatap kedua bola matanya Erlena dengan sayu.


Erlena langsung mendorong bahunya melvino sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mumpung aku di sini mau minta sesuatu sama kamu boleh nggak?" tanya Erlena lembut.

__ADS_1


"Boleh," jawab Melvino lebih lembut.


"Huft, santai Len. Jangan baper!" Ucap Erlena tegas di dalam hatinya.


"Kamu mau jalan-jalan sama aku?" tanya Erlena.


"Hm, ya sudah yuk!" Ajak Melvino sambil berjalan duluan.


Mereka pun berjalan kaki dengan santai, karena Melvino tidak tahan karena tidak ada yang memulai pembicaraan. Akhirnya Melvino pun membuka pembicaraan.


"Mau kemana?" tanya Melvino bingung.


"Cuman mau foto-foto saja he-he-he," jawab Erlena sambil tertawa kecil.


"Pakai ponsel lu atau gue?" tanya melvino sambil menatap wajah cantiknya Erlena.


"Nggak usah, pakai ponsel kita," jawab Erlena.


"Loh terus?" tanya Melvino dingin.


"Tunggu, nanti ada orang fotografer yang datang kesini," jawab Erlena.


"Oke!" Balas Melvino singkat.


"Permisi!" Ucap seorang fotografer.


"Ya?" jawab Erlena ramah.


Melvino yang mendengar jawaban Erlena yang ramah kepada seorang pria, tidak suka dan hatinya merasa panas.


"Dengan mbak Erlena? Mau di foto dimana mbak?" tanya seorang fotografer sambil tersenyum lebar karena terpesona melihat kecantikan Erlena.


"Heh! Lu nggak lihat ada ghe di sini! Jangan lihat cewek di samping gue!" Sungut melvino sambil menatap tajam kearah seorang fotografer sambil merangkul pundaknya si Erlena.


"Iya, maaf mas saya nggak lihat anda," balas seorang fotografer ketakutan karena melihat tatapan tajam yang di berikan untuknya.

__ADS_1


__ADS_2