
... "Bertemu orang yang hanya suka memanfaatkan tidak selalu dianggap sial. Perlakukan itu sebagai pelajaran di mana kamu belajar siapa yang tidak harus dipercaya."...
Tut
Tut
Tut.
"Coba saja kak Lena mau jadi calon kakak iparku, pasti aku akan senang sekali!" Gerutu Adelia kesal.
"Hay! Sayang kamu kenapa?" tanya bunda kepada sang anak.
"Enggak bunda, ini loh Adelia kan tadi telepon kak Erlena," jawab Adelia.
"Terus? Terus?" tanya bunda antusias karena tidak sabar mendengar cerita Adelia.
"Aku kan cuman bilang kakak mau jadi calon kakak iparku?Lagian akhir-khir ini pun kak Melvin sama kak Lena juga dekat bun," curhat Adelia sambil menatap kedua bola matanya bundanya.
"Yah....Tetapi kita berdoa saja. Semoga kak Lena dan kak Melvin bersatu gitu loh," ucap bunda sambil mengelus-elus rambut sang anak.
"Iya bun," jawab Adelia malas.
"Ayuk kita makan terlebih dahulu, jangan lupa datangin tuh kakakmu untuk segera makan bersama," titah bunda.
"Baik, bunda," patuh Adelia.
......................
"Kak Melvin! Woi buka pintunya cepatan oy," teriak Adelia sambil mengedor-gedor pintu kamar Melvino.
"Dasar anak dakjal ganggu saja!" Gumam Melvino terbangun dari tidurnya.
"Apa sih, ganggu tahu nggak lu!" Ucap Melvino dengan nada sedikit meninggi.
"Di suruh bunda untuk makan bersama tu loh, nggak usah ngegas," ucap Adelia.
__ADS_1
"Gue nggak bawa gas bodoh!" Ledek Melvino.
"Ck, buruan nah nggak usah bacot," balas Adelia langsung pergi meninggalkan Melvino sendirian.
"Hm," deham Melvino.
Mereka pun makan bersama, di peraturan mereka tidak ada yang boleh berbicara saat makan. Itu perilaku yang tidak sopan.
......................
"Gila! Ini sesuatu hal yang paling gila di hidup gue!" Ucap Erlena dengan jantung yang berdetak sangat cepat.
"Kenapa juga tuh si Adel nawarin gue jadi calon kakak iparnya emang gue tukang jualan sayur gitu? Kalau kakaknya saja nggak mau juga percuma tu loh kalau gue sudah dapat restu ya Lord!" Gumam Erlena sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Emangnya gue barang apa? Yang bisa di tawar-tawar di pasar ha-ha-ha," ucap Erlena yang di akhiri tawanya.
......................
"Saya balik lagi!" Ucap seseorang dengan pakaian yang serba hitam.
"Oh, gue cuman minta maaf doang kok," ucap seseorang yang belum di ketahui nama nya.
"Cih," Melvino membuang ludahnya ke bawah tanah.
"Apa lu nggak merasa bersalah sama keluarga gue hah, wajah lu di taruh di mana sampai bisa datang ke sini lagi?" tanya Melvino dingin.
"Gue merasa bersalah sama keluarga lu, terutama sama adik lu," jawab seseorang yang belum di ketahui namanya.
"Lu sudah minta maaf sama keluarga gue?" tanya Melvino dingin.
"Sudah, mereka sudah maafin kesalahan gue," jawab seseorang menyesal.
"Kalau keluarga gue sudah maafin elu, gue juga nggak bisa apa-apa. Jadi gue bisa maafin elu," ucap Melvino sambil menghela napas kasarnya.
"Terima kasih Vin, gue benar-benar menyesal apa yang telah gue lakukan di masa lalu," ucap seseorang menyesal.
__ADS_1
"Sudah lah, masa lalu biar lah masa lalu. Sekarang yang penting lu sudah menyesali apa yang telah lu lakukan selama ini sama keluarga gue," ucap Melvino dingin sambil menenangkan seseorang yang ada di hadapannya.
"Terima kasih sekali lagi, lu sudah maafin gue," Ucap seseorang lirih.
"Sudah ah, lu nggak usah berulang kali minta maaf sama gue. Pusing gue dengarin-Nya," ucap Melvino.
"Maaf ya gue nggak bisa lama-lama. Gue harus pulang ke rumah karena mamah gue sakit," pamit seseorang.
"Sakit apa?" tanya Melvino penasaran.
"Sakit kanker leukimia," jawab seseorang sambil menatap sedih ke arah Langit.
"Lu punya biaya pengobatan untuk mamah lu kan?" tanya Melvino khawatir.
"Nggak, gue lagi cari hutangan sama orang lain," jawab seseorang sambil menghela napas panjangnya.
"Bentar-bentar, gue ambil uang dahulu untuk biaya pengobatan mamah lu," ucap Melvino langsung pergi tanpa mendengarkan ucapan seseorang yang tadi.
"Heh bodoh banget lu Vin, Mau saja gue begoin ha-ha-ha," umpat seseorang sambil tersenyum licik.
"Gue akan buat lu menyesal, karena lu akan menuduh orang yang sudah mulai lu cintai," ucap seseorang di dalam hati.
"Nih ada sedikit bantuan untuk lu," Ucap Melvino memberikan amplop yang berisi uang yang sangat banyak.
"Terima kasih atas bantuan elu ya Vin," ucap seseorang berterima kasih kepada Melvino.
"Sama-sama, kitakan teman boy," ucap Melvino sambil menepuk-nepuk bahu yang sudah di ketahui namanya adalah Roy.
"Iya kita teman ha-ha-ha," ucap Roy yang di akhiri tawanya.
"Ya sudah sekali lagi terima kasih atas bantuan lu, kalau begitu gue pergi dahulu ya," ucap Roy sambil tersenyum lebar.
"Sama-sama, hati-hati di jalan," ucap Melvino perhatian.
"Bye," ucap Roy sambil melambai-lambaikan tangannya.
__ADS_1
"Hm," deham Melvino langsung masuk ke rumahnya.