
Bel pun berbunyi.....
"KRING"
"KRING"
"KRING"
"Anak-anak pembelajaran hari ini kita sudahi terlebih dahulu, Kalian boleh pulang, ingat langsung pulang jangan main-main," ucap bu Heny.
"Baik, Bu," ucap semua murid.
Ibu Heny pun pergi dari kelas kami, Di ikuti teman-teman sekelasku.
"Len, mau balik bersama nggak?" tanya Amanda.
"Nope!" jawab Erlena singkat.
"Oh, ya sudah gue pergi dahulu ya," pamit Amanda.
"Ya," ucap Erlena singkat.
"Bimo," panggil Erlena sambil mendekati Bimo.
"Apa Len?" tanya Bimo yang sedang makan Oreo.
"Kita pulang bersama, sekalian ke tempat cafe dahulu," jawab Erlena.
"Oke, bentar gue habiskan terlebih dahulu ya, oreonya nanggung dikit lagi juga habis," ucap Bimo sambil memakan oreonya dengan cepat.
"Eh, bagi dong, jangan pelit lu sama bos," cetus Erlena dengan cepat mengambil oreo Bimo yang masih tersisa dua.
"Etis no! No! No!" kilah Bimo sambil mengarahkan jari telunjuknya ke wajah Erlena.
"Nih, gue suapin," sambung Bimo sambil suapin Erlena oreo dengan tangannya.
"Thank you, Bim," ucap Erlena sambil tersenyum manis.
"Len," panggil Bimo yang habis membuang bungkus Oreo yang di makan tadi.
"Apa?" tanya Erlena sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Buruan kita ke cafe," ajak Bimo.
"Yuk," seru Erlena.
__ADS_1
Tanpa Erlena dan Bimo sadari, bahwa dari tadi ada yang memperhatikan gerak-gerik mereka. Ya siapa lagi kalau bukan Melvino King Apta.
Melvino dari tadi menahan rasa kesal dengan Bimo, yang dengan cepat berdekatan dengan Erlena. Dia tidak bisa mendengarkan ucapan mereka berdua, Tetapi, saat Bimo nyuapin Oreo kepada Erlena hatinya terasa panas.
Entah mengapa dia juga bingung dengan perasaannya sendiri, saat Erlena dekat dengan dirinya dia merasa nyaman sekaligus risih. Nyaman karena bisa dekat dengan Erlena.
Risih karena selalu mengejar-ngejar dirinya, dia tidak suka dengan cerewetan Erlena.
Sudahlah tidak usah di pikirkan, yang hanya mengerti perasaan Melvino hanya Tuhan dan author saja yang tahu.
SESAMPAI DI CAFE..........
"Akhirnya sudah sampai," ucap Bimo sambil melepaskan helmnya.
"Hm," deham Erlena singkat.
SKIP.
"Mau pesan apa Len?" tanya Bimo yang sedang membolak-balikan pilihan makanan dan minuman.
"Samain saja kayak lu," jawab Erlena dengan senyum tipisnya.
"Oke," balas Bimo.
"Len, katanya lu mau kasih tau tentang lu, mengapa lu tadi kayak orang sedih?" tanya Bimo dengan nada memaksa.
"Tetapi, lu harus janji, nggak boleh ngasih tahu siapa pun!" peringat Erlena sebelum memberi tahu tentang Rahasia yang dia punya.
"Oke gue janji, nggak akan kasih tahu siapa pun!" janji Bimo tegas.
"Ada dua rahasia tentang gue." ucap Erlena berbohong, sebenarnya ada tiga tetapi, tidak dia kasih tahu rahasia satunya itu.
"Apa?" tanya Bimo penasaran.
"Pertama cafe ini sebenarnya milik gue," jawab Erlena pelan agar pengunjung yang ada di cafe miliknya tidak mendengar ucapan dia.
"What!" teriak Bimo karena terkejut dengan apa yang dia dengar.
Semua orang yang ada di cafe sontak melihat ke arah Bimo dengan tatapan aneh.
"Ehh sorry....." ucap Bimo malu dan meminta maaf atas tingkah lakunya.
Semua orang langsung mengalihkan pandangannya.
"Jadi lu tuh yang punya cafe ini? Padahal nih cafe terkenal banget. Dahulu gus selalu ke sini," seru Bimo sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Terus yang kedua apa?" tanya Bimo sambil melanjutkan pertanyaan yang tadi.
"Gue dari kelas 1 SMP selalu mengejar-ngejar cowok, dan gue pernah di tolak mentah-mentah. Sebenarnya gue mau move on, tetapi, tidak bisa karena gue mencintai dia terlalu dalam," ungkap Erlena dengan hati yang terikut teriris.
"Apakah dia yang membuat elu tadi telat masuk kelas?" tanya Bimo sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Iya," jawab Erlena singkat.
"Siapa dia?" tanya Bimo kembali.
"Dia Melvino King Apta," jawab Erlena.
"Oh, ya lu perjuangin aja tuh cowok! Tetapi, kalau hati dan fisik elu sudah lelah mending mundur, kasian hati dan fisik lu. Elu tuh Cantik Len, akan ada orang yang akan sangat bahagia jika memiliki lu!" terang Bimo sambil menyemangati Erlena.
"Huft, thanks ya sudah nasihati gue, gue akan ingat nasihat lu, semoga lu bahagia juga," balas Erlena dengan penuh semangat.
"Iya pasti," imbuh Bimo sambil tersenyum tipis.
VISUAL COWOK.......
NAMA : MELVINO KING APTA.
UMUR: 16 TAHUN
TINGGI:184 CM
SIFAT: DINGIN, CUEK TERHADAP ORANG LAIN TETAPI HANGAT JIKA BERSAMA KELUARGANYA,KEJAM, DAN MEMILIKI MATA TAJAM ATAU MATA ELANG.
BANYAK YANG MENGAGUMI WAJAH MELVINO, MEREKA INGIN MEMILIKI MELVINO SEBAGAI KEKASIHNYA, TETAPI, MEREKA MEMILIH UNTUK 'MUNDUR'.
KARENA MELVINO TIPIKAL ORANG YANG SANGAT SUSAH UNTUK DI DEKATI, KECUALI ERLENA.GADIS YANG DI SEBUT YAITU ERLENA DIA TIDAK PERNAH MENYERAH UNTUK MENDAPAT KAN HATI MELVINO.MELVINO SANGAT RISIH SEKALI DENGAN KEBERADA AN ERLENA.
NAMA:SEAN WOLKER
UMUR:16 TAHUN
TINGGI:182 CM
SIFAT: CEREWET,KADANG DINGIN KADANG HANGAT, NAKAL, KERAS KEPALA, MEMPUNYAI WAJAH BABY FACE.
Sean ini lumayan banyak yang mengejar dia, tetapi masih banyakkan Melvino. Orangnya nakal banget suka bikin nangis orang, tetapi, hatinya lembut jika orang tersebut butuh di kasihani. Sean sangat dekat dengan Erlena di bandingkan dengan Sahabatnya, karena hanya Erlena lah yang sangat mengerti dengan keadaan dia. Dia orangnya sangat setia kawan apa lagi terhadap Erlena.
__ADS_1