Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 22


__ADS_3

"Yuk pulang, gue antarin," ajak Bimo.


"Yuk," ucap Erlena.


SESAMPAI DI RUMAH ERLENA..........


"Terima kasih ya sudah antarin gue pulang," ucap Erlena sambil melepaskan helm, lalu memberikan helmnya kepada Bimo.


"Iya sama-sama," jawab Bimo sambil tersenyum tipis.


"Mau mampir nggak?" tanya Erlena.


"Nggak deh, kapan-kapan saja." jawab Bimo menolak untuk mampir ke rumah Erlena karena hari sudah mulai gelap.


"Ekh, iya," hembus Erlena.


"Ada apa?" tanya Bimo.


"Lu nggak usah jadi asisten gue lagi, lu jadi teman saja karena lu sudah baik sama gue," seloroh Erlena sambil tersenyum manis.


"Woke sip," balas Bimo dengan hati bahagia.


"Oke, hati-hati ya, jangan ngebut-ngebut," peringat Erlena sambil menepuk pundak Bimo.


"Siap, Bu bos," patuh Bimo dengan tangan hormat.


Bimo pun telah pergi.....


"Mami!" teriak suara Erlena yang menggema di dalam rumah.


"Iya," teriak balik mami Erlena kepada Erlena.


"Ada apa nak?" tanya mami Erlena bingung.


"Mau tanya, kan ini sudah tanggal 12 mami liburannya nanti boleh nggak Lena ajak teman-teman Lena," izin Erlena.


"Oh, boleh kok. Biar ramai juga," ucap mami Erlena sambil mengelus kepala anak kesayang an nya itu.


"Sip deh, Lena mandi dahulu ya," pamit Erlena.


"Oke," jawab mami Erlena sambil memberi tangan jempol.


ERLENA PUN SELESAI MANDI LANGSUNG MAIN PONSELNYA.


Setelah sudah jam 21.30 Erlena langsung segera tidur.


KEESOKAN HARINYA.........


"Selamat pagi teman-teman," sapa Erlena dengan senyum ceria.


"Pagi juga, Len," sapa balik semua murid yang ada di dalam kelas.


Erlena langsung duduk di bangkunya.

__ADS_1


"Eh, nanti tanggal 14. Kalian mau ikut liburan Nggak?" tanya Erlena.


Yang ada di dekat tempat duduk Erlena adalah Devina, Zanna, Amanda, Raja, Zaky, Zayn, dan Melvino.


"Boleh tuh," jawab Zaky.


"Gue ikut," ucap zayn.


"Gue juga," seru Devina, Zanna, Amanda serentak.


"Gue ikut-ikut saja," jawab Raja singkat.


"Kalau kamu Vin?" tanya Erlena.


"Iya," jawab Melvino dingin.


"Oke ya. Sudah fiks! Nanti gue buat grup untuk liburan," ucap Erlena sambil memainkan ponsel miliknya.


🎶Ati iki dudu dolanan, dudu pelampiasan


Senajan uripku pas-pasan, aku wani kelangan


Ora perlu tok getuni cerito loro iki


Ora bakal tak baleni🎶.


"Ehh telepon siapa tuh?" tanya Zayn.


"Jawab oy, telepon nya," ketus Raja sambil melirik kami semua.


"Ohh Ponsel gue toh he-he-he sorry, bentar ya gue angkat dahulu teleponnya," ringis Erlena yang mulai bangkit dari tempat duduknya.


"Ehh Len telepon di sini aja, nggak usah pergi," ucap Zanna.


"hooh, kita nggak ganggu lu kok," timpal Amanda.


"Oke deh, nggak apa-apa ya?" tanya Erlena.


"Iya, nggak apa-apa," jawab mereka semua kecuali Melvino hanya berdeham saja.


Erlena yang melihat nama di ponselnya, siapa yang telepon dia merasa kaget sampai Erlena membulatkan matanya.


"Mengapa Len?" tanya Devina bingung.


"Mengapa lu kayak kaget?" tanya Zaki.


"Tidak," jawab Erlena singkat dengan wajah datar.


Mereka semua kaget dari yang tadi wajah Erlena ceria sekarang jadi datar. Magic sekali! Pikir mereka semua.


"Halo," sapa Erlena singkat.


"Halo Queen," sapa balik Kevin.

__ADS_1


"Ohh iya, Kevin ada apa?" tanya Erlena datar


"Queen, kau melupakan sesuatu," jawab Kevin.


"Bentar gue ingat-ingat dahulu, emang ada yang gue lupain?" gumam Erlena yang masih terdengar oleh semuanya termasuk Kevin.


"Iya Queen," jawab Kevin yang di sana sedang tersenyum tipis.


TUT TUT TUT.


Semua melihat ke arah Erlena bingung, karena Erlena setelah mendapatkan telepon dari seseorang langsung melamun.


"Ada apa?" tanya Melvino dingin sekaligus penasaran.


Mereka terkejut karena baru kali ini Melvino bertanya dengan cewe, apalagi yang membuat Melvino merasa risih.Tetapi, apa? Wah sungguh menakjubkan!


"Aku lagi ingat-ingat dahulu, kata Kevin aku melupakan sesuatu," jawab Erlena polos sambil memijat pelipisnya.


Melvino yang mendengar nama laki - laki, hanya diam. Dirinya tidak suka saat Erlena menyebut nama laki-laki apalagi ada dirinya huh menyebalkan!


"Ohh iya, ini hari apa?" tanya Erlena karena dia memang lupa.


"Hari jumat, masa lu lupa," jawab Devina kesal.


"ohhh astaga! Pantes, Kevin ingatin gue," jawab Erlena sambil menepuk dahinya.


"Siapa?" tanya Melvino datar.


"Siapa? Apanya?" tanya balik Erlena bingung.


"Siapa Kevin," jawab Melvino datar.


"Eee.... anu Kevin...... eee...." ucap Erlena gugup tidak mungkin dia memberitahu siapa kevin. Bisa-bisa identitas dia bakal ketahuan.


"Siapa!?" tanya Melvino tegas sekaligus dingin.


Semua kaget karena Melvino keliatan tidak suka saat Erlena menyebut nama laki- laki., mungkin cemburu kali ya? Tanya di dalam hati mereka masing-masing.


"Teman doang kok, lagian nggam mungkin juga Lena berpaling dari Elvin. Kan Lena cintanya sama Elvin," jawab Erlena sambil tersenyum lebar.


"Bucin!" sindir mereka semua kepada Erlena.


"Biarin wlekk," ucap Erlena sambil memeletkan lidahnya yang artinya tanda mengejek.


Tidak ada yang tahu bahwa saat Melvino mendengar jawaban Erlena hatinya langsung berdesir, dia tidak pernah merasakan perasaan ini.Tetapi, Melvino tetap masih menyangkal perasaannya itu.


"Nanti gue pulang duluan yak," ucap Erlena.


"Lah, bukan nya kita udah janjian untuk makan di cafe xxxx ( milik Erlena )," ucap Zanna mengingatkan.


"Kalian saja deh, ini urusan penting," ucap Erlena sambil tersenyum karena dia rindu dengan anak kecil di panti asuhan.


"Oke deh, untuk kali ini saja. Besok-besok kalau lu masih ngelanggar janji lagi. Gue penggal kepala Lu," peringat Amanda dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


Sontak semua Yang ada di dekat tempat Erlena bergidik ngeri, kecuali Melvino dan Erlena.


"Hm," deham Erlena.


__ADS_2