
"Saya jelaskan terlebih dahulu, mohon jangan memotong penjelasan saya hingga akhir atau pun jangan pernah mencela yang saya ucapkan," peringat kenzo dingin.
"Baik dok," patuh mereka semua.
"Jadi fobia gelap atau nyctophobia adalah gangguan psikologis di mana seseorang memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap kegelapan. Orang yang memiliki gangguan ini bisa merasakan panik atau gangguan cemas ketika berada di tempat tak bercahaya, bahkan di kamar tidur-Nya sendiri," ucap Kenzo singkat.
"Perasaan takut adalah emosi yang muncul di benak seseorang ketika akan menghadapi situasi yang dianggap dapat membahayakan keselamatan diri-Nya. Namun, dalam kondisi normal, perasaan takut ini bisa terkendali. Ketika muncul-Nya rasa takut pada pikiran seseorang tidak bisa dikontrol, maka hal tersebut di namakan fobia," sambung Kenzo.
Mereka semua mendengarkan ucapan Kenzo dengan seksama dan sudah mulai mengerti dengan penyakit yang di alami erlena.
"Jadi bagaimana cara mengatasi-Nya dok?" tanya papi Erlena sambil melihat wajah anaknya dengan tenang.
"Psikoterapi dapat membantu orang yang memiliki fobia gelap untuk mengidentifikasi perasaan cemas dan menggantinya dengan pikiran yang lebih positif ketika berhadapan dengan pencetus fobia-Naya. Salah satu teknik psikoterapi yang sering dilakukan untuk membantu mengatasi fobia gelap adalah terapi perilaku kognitif," jawab Kenzo tegas dan panjang lebar.
"Dengan teknik psikoterapi itu, psikolog atau psikiater akan melatih Anda agar dapat berpikir dengan tenang dan menanamkan pemahaman bahwa berada di tempat yang gelap tidak selalu mendatangkan bahaya," sambung Kenzo kembali lalu menghembuskan napas kasar-Nya.
"Oh, seperti itu. Baik terima kasih atas penjelasan-Nya dok," ucap mereka semua berterima kasih kepada Kenzo.
"Hm, sama-sama lagian ini sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab saya sebagai seorang dokter!" kawab Kenzo dingin.
Kenzo dengan perlahan mendekati wajah-Nya dengan wajah Erlena lalu dia memiringkan wajah-Nya untuk membisikkan sesuatu yang bisa membuat Erlena terbangun dari pingsan.
Mengapa Kenzo sangat yakin bahwa dengan cara membisikkan sesuatu Erlena-Nya akan terbangun dari pingsan-Nya? Jawaban-Nya adalah karena napas-Nya Erlena sudah mulai normal dan Kenzo menyadari bahwa Erlena tadi sedikit membuka mata-Nya melihat ke arah Melvino.
"Heh ngapain lu dekat-dekat sama dia?" tanya Melvino yang dari tadi panas dingin melihat tingkah laku Kenzo.
"Lihat saja, lu diam saja jangan cerewet dan banyak tanya kayak cewek!" jawab Kenzo dingin sambil menatap tajam ke arah Melvino.
"Gue bukan cewek!" Pungkas Melvino sambil mengepalkan kedua tangan-Nya.
"Gue nggak bilang elu cewek, kan gue bilang kayak cewek. Jadi lebih baik diam saja debat nggak mau kalah kayak cewek saja," balas Kenzo sambil menatap tajam ke arah Melvino yang sedang menanggung malu-Nya atas kesalahan pahaman artian ucapan dari Kenzo.
"Len bangun, ini kakak Kenzo. Kalau kamu nggak bangun kakak bakalan bongkar rahasiamu mau? Kalau kamu yang mempunyai sekolah yang itu dan apa kah kamu mau kakak bongkar sekarang juga di depan semua teman-temanmu?" ancam Kenzo yang membisikkan ke telinga Erlena. Lalu mencium kening Erlena.
"Heh, jangan cium-cium anak saya! Dasar modus kamu ya!" sewot mami Erena dengan mata yang mendelik macam monster.
"Seterah saya dong. Suka-suka saya dong. Mau saya apain kek. Bila perlu Lena-Nya saya bawa pulang ke rumah saya," sewot balik Kenzo sambil mendelikkan mata-Nya ke arah mami-Nya Erlena tanpa rasa takut.
__ADS_1
"Jangan sembarangan kamu membawa anak kesayangan-Nya saya ya. Dia itu anak saya dan saya adalah ibu-Nya!" Bentak mami Erlena sambil menunjukkan dengan jari telunjuk-Nya ke arah Kenzo.
"Loh, emang-Nya saya tanya kalau anda itu adalah ibu dari Erlena? Saya juga sudah tahu kali tante. Saya jadi greget sama tingkah laku tante bak anak kecil saja," ejek Kenzo sambil tersenyum miring dan menatap remeh ke arah mami-Nya Erlena.
"Wah, dokter ini sangat kurang ajar ya. Saya hajar kamu nih," ancam mami Erlena sambil mengacak pinggang-Nya yang hendak berjalan menuju ke arah Kenzo.
Namun, gagal karena tangan-Nya mami Erlena di tahan oleh suami-Nya yang sedang menatap ke arah-Nya dengan tajam. Papi Erlena pun hanya memberikan isyarat dengan cara menggeleng-gelengkan kepala-Nya.
Akhir-Nya mami Erlena pun membuang napas kasar-Nya dengan hati yang masih menggebu karena ingin menghajar dokter kurang ajar tersebut.
"Arghhhh," erang Erlena dengan mata yang membelak.
"Kak Kenzo?" tanya Erlena sambil mengucek-ngucek mata-Nya.
"Iya sayangku," jawab Kenzo sambil tersenyum lebar.
"Kyaaa akhir-Nya kakak datang," seru Erlena sambil duduk di atas paha Kenzo dan mengalungkan tangannya di leher Kenzo.
"Hehh Lena turun, ngapain kamu kayak gitu," ucap mami Erlena dengan nada sedikit tinggi.
"Kok kesini nggak kasih tahu Lena sih?" tanya Erlena merajuk.
"Kakak sudah 1 bulan di sini jadi dokter pribadi vino," jawab Kenzo sambil mengelus-elus rambut Erlena.
"Loh berarti nggak jadi kepala sekolah lagi?" tanya Erlena manja tanpa memperdulikan semua orang melihat tingkah lakunya dengan mata yang membulat.
"Iya..." jawab Kenzo singkat.
"Jangan bongkar rahasia Lena ya..." bisik Erlena lalu mencium pipi kenzo.
"Hm.. Oke," bisik kembali lalu mencium pipi kenzo balik.
"Erlena turun, jelaskan, siapa dia?" tanya papi Erlena tegas.
Brak.
Melvino langsung masuk kekamarnya dengan membanting pintunya, dia sangat marah karena tingkah laku Erlena yang manja terhadap kepala sekolahnya dahulu.
__ADS_1
Setelah Melvino menenangkan hati nya lalu kemudian membuka pintunya lalu turun kebawah menuju kearah tempat Erlena.
"Lu kenapa dah Vin?" tanya raja bingung.
"Nggak apa-apa," jawab Melvino dingin.
"Kayak cewek aja bilang nggak apa-apa, padahal ada apa-apa," sungut Zaky yang sebenarnya tahu bahwa Melvino tidak suka dengan kejadian tingkah laku manja Erlena.
Melvino tidak menghiraukan ucapan Sahabatnya.
"Dia kakak angkat aku papi," jawab Erlena santai langsung duduk di samping Melvino.
"Benaran?" tanya mami Erlena memastikan.
"Iya lah, lagian Lena cuma cinta sama Elvin jadi mana mungkin Lena dekat sama cowok lain," jawab Erlena sambil tersenyum manis di hadapan Melvino.
"Kok perasaan gue lega ya, saat Lena bilang kalau dia itu kakak angkatnya, ****! Mengapa senyumannya tambah manis!" gerutu Melvino di dalam hati.
"Ciee adik kakak sudah besar ya, sudah tahu cinta-cintaan," ledek kenzo dan menggoda Erlena.
"He-he-he," jawab Erlena malu.
"Ekhh bentar ya kak, aku ada hadiah untuk kakak," ucap Erlena langsung berlari menuju kearah kamarnya lalu mengambil kotak hadiah untuk kak Kenzo.
"Iya," jawab Kenzo tersenyum tipis.
NAMA: KENZO BRAMASTYO.
UMUR:23 TAHUN.
TINGGI: 189 CM.
PEKERJAAN: DOKTER PSIKOLOGI DAN DOKTER PRIBADI VINO.
SIFAT: DINGIN, CUEK, ANGKUH, HANGAT JIKA BERSAMA ERLENA DAN ORANG TERDEKAT NYA SAJA, SELALU MENGUTAMAKAN ERLENA, BAGI DIA ERLENA ADALAH PRIORITAS NYA ADIK KESAYANG AN NYA.
__ADS_1