
"Sudah lah, bodo amat." umpat Erlena sambil berjalan menuju ke arah kelasnya.
Setelah Erlena memasuki kelasnya, dia tercengang ternyata ada drama di kelasnya itu.
Drama yang di maksud oleh Erlena adalah si Roby sedang menyatakan perasaannya terhadap Dewi.
"Wah, drama yang bagus nih," ucap Erlena di dalam hati sambil berjalan ke arah meja belajarnya lalu menopang dagunya dengan mata yang berbinar.
“Aku bukan yang terhebat atau seperti Avengers, namun aku yakin kalau aku mampu membahagiakanmu dengan bermodalkan cinta dan kasih sayang," ucap Roby dengan tegas sambil melihat ke arah Dewi dengan mata yang sayu.
Roby menghirup napas dalam-dalam lalu menghembuskan napasnya kemudian dia melanjutkan kata-katanya lagi.
“Ketika mata ini memandang raut wajahmu yang indah, hanya tiga kata yang terucap dari lubuk hatiku yang paling dalam.........
'Aku cinta kamu,' ucap Roby.
"Aku hanya cowok biasa yang memiliki banyak kekurangan dan mungkin tak pantas mengharapkan cintamu. Namun, jika kamu bersedia menerimaku menjadi kekasih, aku berjanji akan melakukan apapun yang terbaik untukmu. Maukah kamu menerima cintaku?" sambung Roby dengan tegas padahal hatinya sangat gugup, takut cintanya di tolak, dia telah menyimpan perasaannya selama 1 tahun.
Lama bukan?
"Iya lah lama, ehh tetapi btw gue baper sama kata-kata yang di ucapkan sama Roby wkwk." ucap author.
SKIP.......
Sedangkan Dewi pipinya bersemu kemerahan tetapi dia bisa mengendalikan pipinya, jadi tidak terlihat oleh semua orang.
Sedangkan cewe yang lain sedang gigit jari karena baper dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Roby, yang membuat hati mereka deg degan menunggu jawaban dari Dewi.
Erlena? Jangan di tanya bahkan dirinya sangat baper, sampai meremas rok sekolahnya. Kemudian dia berfikir.
"Seandainya Elvin yang nembak gue begitu pasti gue langsung terima, tetapi, tak seindah yang aku bayangkan, semoga kamu kembali ya Elvin. Biarkan aku terus berjuang untuk mendapatkanmu," ucap Erlena di dalam hati sambil melihat ke arah Dewi karena Dewi belum menjawab pernyataan cinta Roby.
1 menit kemudian.......
“Coba definisikan dulu, menurut kamu ‘pacar’ itu apa?” tanya Dewi polos.
Semua orang yang ada di kelas langsung menepuk jidat mereka masing-masing ketika mendengar pertanyaan dewi, ada juga yang tertawa pelan, dan ada juga yang mengumpat Dewi.
Roby yang mendengar pertanyaan dari Dewi langsung mendengus kesal padahal sudah di tunggu-tunggu malah membuat pertanyaan seperti ini untung sayang pikir Roby.
"Menurut 'Degenova & 'Rice 'pacaran adalah menjalankan suatu hubungan di mana dua orang bertemu dan melakukan 'serangkaian aktivitas bersama agar dapat mengenal satu sama lain," jawab Roby karena sebelum menyatakan perasaan terhadap Dewi dia terlebih dahulu membuka 'Google'.
"Ohh, gitu," ucap Dewi singkat sambil menganggukkan kepalanya.
Roby hanya tersenyum.
"Baik lah, aku mau," sambung Dewi.
__ADS_1
Jangan di tanya guys, sudah pasti hati Roby sangat senang karena penantiannya tidak sia-sia. Tetapi, terlebih dahulu dia mengesampingkan perasaan yang senang yang membuncah itu, dia ingin menggoda Dewi.
"Mau apa?" tanya Roby sambil menaik turunkan kedua alisnya itu.
"Ya..... mau itu..." jawab Dewi gugup dengan pipi yang memerah seperti kepiting rebus.
"Coba ngomong yang jelas, dewi mau apa?" tanya Roby sambil tersenyum lebar padahal hatinya sedang tertawa.
"Aku mau jadi pacar kamu!" teriak Dewi kemudian dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Yes!" teriak Roby kesenangan lalu dia berdiri kemudian dia memeluk Dewi yang sudah menjadi kekasihnya.
PROK PROK PROK
All:
"*Yuhu."
"Asik, jangan lupa PJ bro."
"Semoga langgeng ya."
"Selamat."
"Asli mamak, tolong anak mu baper."
"Huaaa, kapan aku punya cowo gitu*."
"Terima kasih, sudah menerima cintaku sayang," lirih Roby di dekat telinga Dewi.
"Sama-sama," balas Dewi sambil membalas pelukan dari Roby.
Mereka pun melepaskan pelukannya kemudian Roby menautkan tangannya ke tangan dewi, yang di maksud pegangan tangan.
"Roby dan Dewi harus kasih 'PJ' ke kita semua," ucap Erlena sambil tersenyum lebar.
"*Iya tuh betul kata Lena."
"Iya wajib tuh."
"Asikkk jangan lupa ya hahaha*."
Bel pun berbunyi
"KRING"
"KRING"
__ADS_1
"KRING"
Mereka pun duduk di kursi masing-masing.
Devina dan Erlena duduk bersebelahan di bangku nomor dua di ujung dekat dinding.
"Ehh lu ke mana saja cuy?" tanya Erlena sambil menyenggolkan sebelah tangannya.
"Gue tadi dari ruang kepala sekolah," jawab Devina.
"Lah..... kenapa lu buat masalah hah?" tanya Erlena khawatir dengan Sahabatnya.
"Tidak, tetapi gue tadi nguping pembicara an kepala sekolah," jawab Devina santai.
"Ha? Emang mengapa?" tanya Erlena penasaran.
"Katanya hari ini ada mubar ( murid baru ), pindahan dari luar negeri," jawab Devina dengan semangat.
"Kenapa lu jadi semangat? pasti mubarnya cowok?" tanya Erlena curiga.
"Hehehe iya semoga saja ganteng cowoknya, kalau tidak ganteng mana mau gue, lebih baik sama lu saja," sungut Devina sambil membayangkan siapa yang akan menjadi mubarnya.
"Hihh mana mau gue, lebih baik gue nunggu Elvin selama bertahun-tahun dari pada sama yang lain," jawab Erlena sambil bergidik ngeri.
"Idih cowo bre**sek itu terus yang lu pikirin," jawab Devina sambil memutar kedua bola matanya.
"Bodo," balas Erlena.
TAP TAP TAP......
Terdengar suara sepatu guru yang akan memasuki kelas.
"Selamat pagi, anak-anak," salam Bu Navy.
"Pagi bu....." salam balik semua murid di kelas.
" Hari ini, kita akan kedatangan murid baru," ucap Bu Navy.
"Siapa Bu?" tanya cewek pertama.
"Mubar lah," sungut Bu Navy.
"He-he-he," jawab cewe pertama cengengesan.
"Silakan masuk nak," titah Bu Navy.
TAP TAP TAP........
__ADS_1
"Perkenalkan nama kamu?" Perintah Bu Navy.
"Nama saya........" ucap seseorang.