Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 31


__ADS_3

"Kalian sudah sarapan atau belum?" tanya Zaky.


"Sudah dong past-Nya," jawab mereka serentak.


"Oke, gimana kalau kita jalan-jalan terlebih dahulu? Kan nanti siang kita sudah mulai ke bandara?" tanya Amanda.


"Tetapi ke mana kita jalan-jalan-Nya emang-Nya?" tanya Erlena penasaran.


"Ke mall?" jawab Devina.


"Gas lah!" sahut Erlena senang, karena dia ingin membelikan sesuatu untuk kakak angkat-Nya yaitu kak Kenzo.


"Kuy saja sih kalau gue tuh!" balas Zanna.


Para cowok hanya menggeleng-ngelengkan kepala mereka masing-masing karena melihat tingkah laku para cewek yang aneh itu.


SESAMPAI DI MALL.......


"Eh, kita pisah saja, gue mau sama pacar gue ya, kalau kalian ya terserah kalian mau sendiri atau mau sama pasangan kalian sendiri!" ucap Zaky sambil merangkul pacar-Nya yaitu Devina.


"Iya gue juga mau sama beb Zanna," ucap Zayn sambil mencium pipi-Nya Zanna.


Sedangkan Zanna hanya menundukkan kepala-Nua karena manahan rasa malu karena banyak yang melihat diri-Nya saat di cium oleh pacar-Nya yaitu Zayn.


"****!" umpat mereka di dalam hati masing-masing.


"Ya sudah, kalau Melvin? Lena? Manda? Sama Raja? Kalian bagaimana?" tanya Zayn menerka-nerka.


"Elvin mau bersama Lena atau mau jalan sendiri?" tanya Erlena sambil menatap wajah tampan-Nya Melvino.


"Tidak!" jawab Melvino dingin tanpa memalingkan wajah-Nya.


"Gue sama Manda saja," ucap Raja sambil menarik tangan-Nya Amanda dengan lembut.


"Ekhh..." ucap Amanda heran sambil mengikuti arah jalan-Nya Raja.


Mereka semua di buat melongo dengan perilaku Raja terhadap Amanda, Padahal Raja itu paling tidak suka berdekatan dengan seorang cewek. Kecuali bunda tercinta-Nya dan sekarang apa? Dia menggandeng tangan seorang cewek.


"Itu beneran sahabat kita kan bro?" tanya Zaky gagu.


"Iya, oi, gue nggak nyangka woi!" teriak Zayn antusias saat melihat teman satu-Nya dingin mulai mencair.


"Jangan bikin malu ya kamu sayang!" peringat Zanna sambil mendorong bahu-Nya Zayn sambil menatap tajam ke arah Zayn.


"Aduh bebep jahat sama ayank, kamu kenapa sih sensi amat perasaan dari tadi pagi kita bertemu!" Pungkas Zayn sambil mengelus-ngelus bahu-Nya.

__ADS_1


"Ya, iyalah gue sensi wajah-Nya kamu tuh kayak bikin aku naik darah terus. Bawaan-Nya pingin marah sama kesal tahu nggak!" Bentak Zanna sambil menatap sinis ke arah Zayn.


"Ya, ampun. Begini amat punya pujaan hati yang lagi sensi kayak orang pms saja," rutuk Zayn sambil menghentak-hentakkan kedua kaki-Nya seperti anak kecil yang sedang merajuk karena tidak di belikan mainan oleh ibu-Nya.


"Hih, dasar alay banget jadi cowok!" Sindir Devina.


"Sudah-sudah kapan kita jalan-Nya! Drama bangettahu nggak!" Bentak Erlena yang sudah muak melihat tingkah laku gila mereka.


"He-he-he sorry Len...." ucap Devina yang di ikuti lain-Nya yang menganggukkan kepala-Nya mereka masing-masing.


"Gue duluan, gue pamit!" pamit Erlena dengan nada yang sedikit meninggi.


Setelah Erlena berjalan-jalan sambil memikirkan hadiah yang bagus untuk kak Kenzo, otaknya tiba-tiba lemot. Memikirkan bagus yang jam tangan atau sepatu.


"Jam tangan atau sepatu ya Kira-kira? Gue bingung banget sumpah karena dua-dua-Jya bagus semua?" tanya Erlena sambil bergumam kepada diri-Nya sendiri.


"Jam tangan tuh juga bagus yang merek keluaran baru, tetapi sepatu juga bagus dan sering juga di pakai oleh kak Kenzo. Jadi gue harus pilih yang mana ya!" gumam Erlena bingung dengan dahi yang mengkerut.


"Ada apa?" tanya Melvino dingin dan datang secara tiba-tiba.


"Ekh, Elvin!" Ucap Erlena terkejut saat melihat keberadaan Melvino yang datang secara tiba-tiba.


"Ada apa hm?" tanya Melvino mengulangi pertanyaan-Nya yang tadi.


"Emang-Nya apaan?" tanya Melvino dingin sekaligus penasaran.


"Menurut Elvin bagusan jam tangan atau sepatu ya?" tanya Erlena dengan tatapan menuntut.


"Untuk siapa sih?" tanya Melvino dingin tanpa menjawab pilihan Erlena.


"Buat orang lah, terus untuk siapa lagi," jawab Erlena santai.


Melvino hanya mengangguk ketika mendengar jawaban Erlena.


"Jam tangan kalau menurut gue!" ucap Melvino sambil tersenyum tipis.


"Oke deh, Elvin yang terbaik deh! Inti-Nya" ucap Erlena sambil mengacungkan jempol-Nya.


"Temanin Erlena ya, ya, ya. Sebentar saja kok nggak sampai lima jam kpk!" ucap Erlena dengan tatapan lembut yang bisa membuat hati Melvino menghangat.


"Nggak sampai lima jam kata-Nya, tobat gue. Ternyata begini ya menemani seorang cewek yang lagi belanja. Ok ok vin, lu latihan saja siapa tahu nanti lu besok nemanin istri lu di masa depan," ucap Melvino di dalam hati-Nya sambil menghela napas panjang-Nya.


"Hm..." ucap Melvino hanya berdeham.


"Oke deh yuk buruan......." ajak Erlena sambil menggenggam tangan kanannya Melvino.

__ADS_1


"Yuk," jawab Melvino lirih.


"Ngomong sesuatu?" tanya Erlena yang memberhentikan jalannya.


"Tidak," jawab Melvino lembut.


"Oke deh kita lanjut!" ucap Erlena dengan menarik tangannya Melvino cepat.


"Selamat datang di toko kami," ucap orang penjaga toko jam dengan ramah.


"Iya, mbak," jawab Erlena ramah.


"Mbak mau beli jam untuk cewek atau cowok?" tanya penjual jam tangan.


"Cowok," jawab Erlena singkat.


Melvino? Melvino hanya terdiam, di dalam hatinya menerka-nerka jam tangan itu untuk siapa?Apakah dirinya? Atau cowok lain?


"Oh iya, tolong rekomendasikan jam tangan yang bagus!" perintah Erlena dengan senyum manisnya, yang membuat para penjual jam tangan terperangah.


"Baik mba, silakan di tunggu sebentar," ucap penjual jam tangan.


"Ini mbak, silakan di pilih," ucap penjual jam tangan sambil memberikan jam tangannya.


"Elvin kira-kira bagus yang ini, ini, atau itu?" tanya Erlena sambil menatap kagum jam tangan mewah yang ada di hadapannya.


"Eum. Yang itu!" jawab Melvino saat melihat jam tangan yang membuat hatinya tertarik.


"Ini satu ya, Elvin pilih dong satu lagi!" ucap Erlena menuntut.


"Yang ini," jawab Melvino sambil menyerahkan jam tangannya ke Erlena.


"Oke! Jadi totanya berapa om?" tanya Erlena sambil mengeluarkan kartu atmnya.


"35,6 juta mbak," jawab penjual jam tangan.


"Saya bayarnya di mana ya?" tanya Erlena.


"Di sana mba," ucap penjual jam tangan sambil menunjuk ke arah tempat pembayaran.


"Siap!" jawab Erlena sambil menarik tangan Melvino.


"Ini mbak," ucap pemilik toko jam tangan.


"Sini mbak, saya bayarnya pakai kartu atm," ucap Erlena.

__ADS_1


__ADS_2