Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 8


__ADS_3

Setelah mereka semua selesai makan. Melvino pun segera tidur karena dia sangat lelah seharian ini.


......................


Erlena terbangun dari tidurnya kemudian dia bergegas untuk mandi, dia langsung turun dari kamarnya. Erlena dengan cepat memakan sarapannya.


Erlena berjalan kaki menuju ke arah Taman seperti biasanya.Dia memakai baju joging polos rambut di ikat kuda. Dia sangat capek karena habis joging, dia pun duduk di rumput-rumput dengan kaki di luruskan.


Erlena terkesima menatap tempat makan yang baru di buka ternyata itu tempat makan baru, orang yang jual tersebut hanya berpindah tempat, dari belakang taman menjadi di depan taman.


Erlena melihat sekelilingnya sangat ramai.....


Banyak orang yang mengunjungi tempat makan tersebut. Erlena melewati orang-orang yang ada di sekitarnya. Setelah sampai di tempat makan itu, Erlena melewati beberapa meja, dia memilih tempat meja yang tidak dekat dengan sepupu jauhnya yaitu vino.


Awalnya dia sangat terkejut adanya vino tetapi, dia memilih tempat meja untuk makan yang pastinya jauh dari meja makan vino.


Nafsu makannya bisa-bisa lenyap karena mendengar omongan cerewet vino. Suasana di tempat makan ini sangat nyaman dan sejuk. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah Erlena dan tubuh nya.


Terlihat banyak bunga di hadapan ya dan air mancur yang membuat mata dan hatinya terasa damai.


Pandangan Erlena mengedar menatap sisi tempat makan baru tersebut. Bangunan terbuat dari kayu jati, tidak lebar dan tidak kecil.


Erlena menyesap minuman air putih hangat nya secara perlahan-lahan.


Banyak pengunjung yang melihat ke arahnya entah karena apa, tetapi, dia tidak memperdulikannya.

__ADS_1


Pengunjung melihat ke arah Erlena dengan pandangan yang berbeda-beda ada yang iri dengan kecantikan Erlena yang alami, ada juga orang yang merasa insecure, Ada juga banyak laki-laki yang memandangnya dengan kagum.


Erlena tidak menghiraukan ucapan pengunjung, lagian dia di sini hanya duduk dan memakan roti.


Erlena pun bangkit dari meja makannya dia langsung pergi dengan jalan yang angkuh. Tiba-tiba tanpa sengaja ada seorang gadis cantik yang menabrak Erlena, karena gadis itu terlalu fokus terhadap ponsel canggihnya.


Erlena merasakan sakit di bahu karena kepala gadis tersebut mengenai bahunya.


Gadis tersebut pun langsung mengambil ponsel nya yang terjatuh, dia membalik-balikkan ponselnya, apakah ada yang rusak? Setelah dia memeriksa bahwa ponselnya, tidak rusak dia menghembuskan napasnya yang tadi memburu.


Gadis tersebut langsung mendongakkan kepalanya, dia terkejut melihat gadis yang sangat cantik dan polos ada di depannya, seperti nya dia lebih muda daripada aku hmm tanya gadis itu di dalam hati.


"Dek, maaf kan kakak ya, Kaka tidak sengaja menabrak mu," ucap gadis itu meminta maaf kepada Erlena.


Gadis tersebut tersenyum mendengar ucapan Erlena yang terlihat sangat khawatir padanya, padahal seharusnya dia yang menanyakan keadaannya Erlena.


"Tidak, seharusnya aku yang bertanya kepadamu apakah kau sakit atau terluka?" tanya gadis tersebut dengan tegas.


"Tidak, cuma bahuku saja yang sakit. Kepala Kakak seperti ada besinya ha-ha-ha," jawab Erlena bercanda sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah.


"Ha-ha-ha, sorry," gadis tersebut pun ikut tertawa melihat Erlena yang polos.


Mereka pun asyik mengobrol sambil duduk di bangku taman.


"Ohh. Iya, Kakak umurnya berapa?" tanya Erlena.

__ADS_1


"Aku? Umur 15 Tahun," jawab gadis itu santai.


"hah! Berarti kau lebih tua dari pada aku," ucap Erlena terkejut, sama dengan gadis yang di ajak ngobrol oleh Erlena.


"Masa sih, terus umurmu berapa?" tanya gadis tersebut.


"16 Tahun," jawab Erlena.


"Woahh berarti wajahku yang boros ha-ha-ha, ohh iya namamu siapa? Kita kan belum kenalan." balas gadis tersebut.


"ha-ha-ha, tidak juga kak, namaku Erlena, panggil saja Lena,kalau kamu?" tanya Erlena.


"Aku Adelia," jawab gadis tersebut yang sudah di ketahui namanya yaitu Adelia.


"Owh, ya sudah aku pulang dahulu ya, sudah keringatan nih," pamit Erlena.


"Iya, ehh aku minta nomor mu dong," ucap Adelia.


"0896********," balas Erlena.


"Okay thank you, nanti aku chatting, kamu jangan lupa dibalas ya," peringat Adelia.


"Iya." patuh Erlena.


Erlena pun langsung pulang membersihkan tubuhnya. Erlena langsung duduk sambil bermain game di ponselnya yaitu FREE FIRE. Selesai Erlena bermain game dia istirahat sambil chatting dengan Devina.

__ADS_1


__ADS_2