
..."Dengan penuh harap aku menunggumu, seperti gedung pencakar langit yang tak mampu menembus indahnya awan. Tetapi aku sadar, bahwa aku sedang menunggu sesuatu yang tak pasti dan tak akan tercapai."...
......................
"Hilang sudah harapanku pada dirimu untuk selalu menyayangimu karena keegoisan yang kau perbuat."_Erlena Ive Sara
"Huft..." Terdengar helaan napas panjang-Nya Erlena.
"Sana lu pergi dari sini sekarang juga, jangan pernah muncul lagi di hadapan gue setelah apa yang lu perbuat kepada adik gue yang tega-tega-Nya lu membunuh adik gue!" Titah Melvino tanpa melihat wajah sedih-Nya Erlena.
"Mengapa aku di usir sih Vin, aku kan sudah mengatakan bahwa bukan aku yang bersalah di sini, tetapi musuh keluargamu sebegitu-Nya kamu nggak percaya sama aku?" tanya Erlena dengan bibir yang menggetar.
"Dasar lu nggak punya muka ya? Jangan bermuka dua deh jadi orang! Mending kasih ke orang yang lagi cari muka di luaran sana tuh banyak kan yang lagi cari muka, percuma memiliki wajah yang cantik, tetapi hati-Nya busuk kayak sampah, lebih dari sampah lagi hih!" Sarkas Melvino sambil mengepalkan kedua tangan-Nya.
"Kamu kenapa sih nggak percaya banget sama aku, kalau bukan aku yang bunuh Adelia, kenapa hah. Aku bingung sama kamu yang kukuh masih tidak mempercayai ucapanku," ucap Erlena sambil menatap sinis ke arah Melvino.
"Drama mulu hidup lo tuh ya, masih saja nggak mau mengakui hal yang lu perbuat sama adik gue! Heran banget gue masih saja kukuh buat gue percaya sama lu!" Bentak Melvino sambil menatap tajam ke arah Erlena.
"Bukan-Nya tidak percaya, akan tetapi gue lihat dengan mata kepala gue sendiri bahwa lu yang bunuh adik gue , lu yang mencabut pisau dari dalam tubuh-Nya Adel. Itu sudah cukup bahwa lu yang membunuh adik gue," balas Melvino dingin.
__ADS_1
"Kenapa sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaanmu Vin, kenapa huft?" tanya Erlena pasrah.
"Karena lu memang nggak pantas untuk mendapatkan kepercayaan gue apa lagi si pembunuh itu lo!" Jawab Melvino.
"Vin, bukan aku yang membunuh Adelia! Tetapi musuhmu sendiri Vin!" Greget Erlena karena Erlena selalu di sudutkan oleh Melvino secara terus-menerus.
"Lu nggak usah nuduh Boy! Dia sudah minta maaf sama gue, jadi dia tidak mungkin melakukan-Nya lagi!" Sergah Melvino.
"Bisa saja musuh mu di balik selimut, jangan terlalu percaya dengan musuh di masa lalumu," balas Erlena sambil tersenyum miring.
"Lu nggak usah nuduh Boy! Dasar nggak tahu malu!" Ucap Melvino sambil tangan yang menunjuk Erlena dengan tangan kanannya.
"Baik lah gue akan mengabulkan permintaan lu!Mulai saat ini gue akan pergi dari kehidupan lu!" Teriak balik Erlena dengan berlinangan air mata.
Erlena mengusap air matanya dengan kasar. Zaky, Zayn, dan Raja terkejut dengan teriakkan yang di berikan oleh Erlena dan Melvino, mereka sama-sama mengeluarkan emosi dan egois-Nya.
Melvino cukup terkejut dengan teriakkan yang di berikan oleh Erlena, dia tidak menyangka bahwa Erlena akan mengikuti perintah yang di berikan oleh-Nya.Sangat tidak rela, apa lagi dia sudah mencintai Erlena.
Tetapi diri-Nya memendam ego yang sangat besar. Karena Erlena yang membunuh adik-Nya hingga mengalami koma. Walaupun Melvino dingin dan cuek kepada adik-Nya Adelia, tetapi dia sangat sayang kepada adik satu-satu-Nya itu.
__ADS_1
"Izinkqn gue untuk memeluk lu untuk terakhir kali-Nya habis itu gue akan pergi dari kehidupan elu," ucap Erlena dengan air mata yang mengalir deras.
Melvino hanya berdiam saja tanpa membalas ucapan Erlena. Erlena yang melihat Melvino hanya berdiam saja, tanpa meminta persetujuan Melvino Erlena mendekat ke arah melvino.
Grep.
Erlena memeluk Melvino dengan sangat erat lalu mencium telapak tangannya Melvino dan menatap dalam kedua bola mata-Nya Melvino.
"Gue pamit ya Vin, terima kasih sudah pernah mencintai gue, walaupun lu sudah menghilangkan perasaan elu kepada gue. Saat gue sudah pergi jangan pernah mencari gue lagi dan mungkin gue juga tidak ada lagi di dunia ini," ucap Erlena dengan tangan yang meremas celana-Nya.
"Eh...Nggak mungkin ya, lu bakal cari gue. Ck, inti-Nya gue cuman minta tolong sama lu kalau lu sudah punya cewek mohon di jaga perasaan-Nya dan berikan dia perhatian yang lebih. Pasti dia bakal senang dan beruntung memiliki lu gue yakin akan hal itu," sambung Erlena sambil menatap wajah Melvino yang menegang.
Melvino menegang saat mendengar ucapan Erlena, bibir-Nya sangat kelu. Ingin sekali dia mengatakan bahwa Erlena jangan pergi. Namun, lagi-lagi Melvino memendam ego-Nya untuk tidak mengatakan akan hal itu.
"Gue masih mencintai lu Len, di sisi lain gue nggak percaya atas apa yang lu perbuat, tetapi di sisi lain gue percaya kalau lu yang membunuh Adel, karena lu sendiri yang megang tuh pisau," jerit Melvino yang tertahan.
"Sudah cukup aku Berjuang selama ini, dan sekarang, hari ini, aku akan mengatakan bahwa aku sudah mulai Menyerah. Terima kasih sudah pernah menghargai pemberianku selama ini," ucap Erlena sambil tersenyum manis.
"Memilikimu hanya angan-anganku saja ternyata. Ternyata memang benar memilikimu atau tidak-Nya memilikimu tetap saja sama-sama menyakitkan. Sekali lagi seseorang yang bernama Erlena Ive Sara di nyatakan Menyerah untuk mengejar mendapatkan cinta-Nya dari seorang Melvino King Apta ha-ha-ha," ucap Erlena yang di akhiri tawa-Nya.
__ADS_1
"Selamat tinggal Vin, semoga kamu bahagia ke depan-Nya. Kalau kamu rindu dengan aku, nggak perlu cari aku. Tetapi jika kamu tertidur aku pasti akan datang ke mimpimu he-he-he, " sambung Erlena lalu terkekeh kecil.