Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 18


__ADS_3

"Assalamualaikum, mami papi, anak kamu yang cantik membahana ini datang," ucap Erlena teriak.


"Wa'alaikumsalam, nggak usah teriak-teriak Len, ini rumah bukan hutan. Namun, ini rumah," sentak papi Erlena sambil menggeleng-gelengkan kepala-Nya.


"Yang bilang hutan siapa pi? Emang ada? Lena juga kaki kalau ini rumah ya kan?" tanya Erlena sambil menggoda papi-Nya, jarang-jarang bukan menggoda papi-Nya.


"Lena! Jangan buat papimu stres," sanggah mami Erlena dengan tatapan bola api.


"Iya-iya mi, maafin Lena ya pi...." ucap Erlena sambil menundukkan kepala-Nya.


"Iya, lain kali jangan di ulangin," peringat papi Erlena sambil tersenyum tipis.


"Iya Lena, janji tidak akan mengulangi-Nya lagi. kalau nggak lupa ya ha-ha-ha," ucap Erlena langsung lari menuju ke arah kamar-Nya yang di akhiri dengan tawa keras-Nya.


"Lena! Kurang ajar kamu, suka betul godain papi hah!" teriak papi Erlena sambil menghembuskan napas kasar-Nya.


Erlena yang masih mendengar teriakan sangat papi-Nya langsung menyaut dengan teriakan maut-Nya.


"Lena bukan anak kurang aja pi, Lena juga sudah di ajar orang tua jadi kayak gini apa lagi bapak-Nya papi. Baru juga sekali godain papi, jangan berlebihan deh kalau ngomong ha-ha-ha," teriak balik Erlena yang di akhiri dengan tawa-Nya.


"Erghhhh," erang papi Erlena kesal sambil mengepalkan kedua tangan-Nya di bawah meja makan-Nya.


Mami Erlena yang melihat kejadian tersebut hanya diam dan menatap suami-Nya yang menurutnya lucu saat dia sedang kesal. Kapan lagi bukan? Sudah lama rasa-Nya tidak membuat keributan. Dia sangat rindu sekali.


Papi Erlena langsung meminum air putih-Nya langsung habis, lalu mengusap wajah-Nya dengan kasar. Sambil menggeleng-gelengkan kepala-Nya dengan tingkah laku anak-Nya yang kini sudah tumbuh besar.


KEADAAN ERLENA....


Erlena dengan santainya tengah berbaring di tempat tidur-Nya sambil berguling-guling.


Kemudian dia mengambil ponselnm-nya untuk mendaftarkan Bimo di sekolah-Nya. Langsung saja dia menelpon kakak angkat-Nya sekaligus kepala sekolah. Sekolah SMA Gumilang itu adalah sekolah milik-Nya yang cuman di ketahui oleh kakak angkat-Nya , Siska, dan dirinya saja.


DI TELEPON KAK KENZO BERSAMA ERLENA.


"Assalamualaikum, kak," salam Erlena.


"Wa'alaikumsalam, ada apa dek?" tanya kakak angkat Erlena.


"Kak kenzo, Lena minta tolong masukkan murid yang bernama Bimo. Ohh, iya jangan lupa! masukkan dia di kelas Lena," jawab Erlena sambil memperingati kakak angkat-Nya.


"Bimo siapa kamu Len!?" tanya kakak angkat yang sudah di ketahui nama-Nya yaitu Kenzo.


"Emmm, itu... Teman Lena.. Saja.. Kok," jawab Erlena gugup.

__ADS_1


"Yakin! Hanya sekedar teman? Awas saja kalau ketahuan bohong," ucap Kenzo dingin, karena dia hanya takut kalau ada cowok yang akan menyakiti adek kesayangan-Nya itu.


"Yakin kak, dia cowok baik kok," ucap Erlena sambil cengengesan.


"Idih cowok baik apaan? orang dia nakal idih!" umpat Erlena kesal dalam hati nya.


"Idih! Nggak sadar lu Len, kalau lu juga nakal padahal lu cewe hadehh." Sungut author.


"Oke, besok dia mulai sekolah ya?" tebak Kenzo.


"Iya kak," jawab Erlena singkat.


"Ya sudah. Kakak matikan dahulu ya telepon nya, kakak masih banyak pekerjaan," ucap Kenzo yang ingin mengakhiri teleponnya.


"Iya kak," jawab Erlena.


TUT TUT TUT.........


"Kita lihat saja Bimo, apa yang akan terjadi di besok hari, mungkin gue jadikan babu, karena lu sudah bilang gue PENGECUT Ha-ha-ha," ucap Erlena menyeringai dengan menekankan kata terakhirnya.


"Okay, selamat tidur dunia," ucap Erlena sambil memejamkan matanya.


Awalnya Erlena susah tidur sampai bolak-balikan badannya, tetapi, lama kelamaan mata Erlena akhirnya memberat yang artinya Erlena telah tertidur dan menuju ke alam mimpi indah nya.


"Hoaamm," Erlena menguap sambil menutup mulutnya.


"Mandi dahulu lah gue, baru turun untuk sarapan deh," gumam Erlena beranjak dari tempat tidur, lalu membersihkan tempat tidurnya yang kotor.


Erlena merendamkan tubuhnya di bathtub dengan air hangat, hangatnya ya ampun pikir Erlena.


Setelah memanjakan seluruh tubuhnya kemudian Erlena memakai pakaian sekolahnya.


"Good morning," sapa Erlena kepada kedua orang tuanya.


"Morning," sapa balik mereka.


"Oh iya, Len kamu mau ke Bali nggak? Kan kelas 12 mau ujian jadi kan libur," ajak papi Erlena dengan antusias.


"Iya nak, kita kan sudah lama tidak berlibur." ajak mami dengan nada yang sedikit memaksa.


"Boleh juga tuh pi, Lena juga kangen berlibur sama kalian sudah lama sekali hehe," ucap Erlena kesenangan.


Ucapan Erlena membuat hati mami dan papi Erlena berdenyut, dia ingat betul wajah murung anaknya saat mereka meninggalkan Erlena demi pekerjaan. Ini lah kesempatan mereka untuk memperbaikinya.

__ADS_1


"Asyik!" seru mami Erlena kegirangan.


"Sip, tanggal berapa kelas 12 ujian Len?" tanya papi Erlena sambil meminum teh hangat yang di buat oleh istri tercinta.


"Hm, kayaknya tanggal 14 Juni deh pi, ini kan masih tanggal 6 juga," jawab Erlena santai.


"ohh oke lah...... ehh ini sudah pukul 07.15 menit lagi kamu masuk sekolah Len, buruan sarapan," ucap mami heboh sambil menyiapkan sarapannya.


"Santai saja kali mi, di hukum juga nggak apa-apa," ucap Erlena santai sambil mengibaskan rambutnya.


"Ck, ck, ck, anak sapa sih ini," gerutu papi Erlena sambil makan roti cokelat.


"Anak papi dan mami lah, aneh anaknya sendiri di tanya!" sungut Erlena sebal sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ha-ha-ha," tawa mereka.


"Mami Lena berangkat dahulu ya," pamit Erlena sambil mencium telapak tangan dan pipi maminya.


"Iya, Len," ucap mami Erlena sambil mengelus rambut anaknya.


"Loh, kamu nggak pamit sama papi?" tanya papi Erlena sambil menunjukkan jarinya kedirinya.


"Ngapain pamit? Kan Lena mau berangkat bersama papi," jawab Erlena sambil memutar kedua bola matanya.


"Ohh yowes, buruan," ucap papi langsung pergi, tetapi sebelum pergi dia mencium kening dan bibir istrinya.


SESAMPAI DI SEKOLAH.........


"Lena sekolah dahulu ya Pi," pamit Erlena mencium pipi papinya.


"Iya, belajar yang benar!" peringat papi Erlena tegas.


"Iya," sahut Erlena langsung menutup pintu mobil.


Erlena pun memasuki sekolahnya, tetapi, dirinya melihat sosok Melvino yang lagi membonceng seorang cewek yang agak di kenalinya.


Sebenarnya dia sangat cemburu dengan cewek tersebut, tetapi, Erlena tahu diri bahwa dirinya bukan siapa-siapanya Melvino.


Setelah cewek tersebut memberikan helm ke Melvino dia langsung pergi.


Erlena terkejut mendengar teriakan yang memanggil dirinya.


"Lena!" teriak cewek yang belum di kenali.

__ADS_1


Erlena pun menoleh ke belakang, betapa terkejutnya dia bahwa cewek tersebut adalah.....


__ADS_2