Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 80


__ADS_3

SKIP.


"Elvin," Panggil Erlena langsung duduk di sebelah Melvino.


"Iya, ada apa?" Tanya Melvino lembut.


"Perasaan kamu nggak enak atau enak?" tanya Erlena yang menurut Melvino terdengar ambigu.


"Ha? Maksudnya?" tanya Melvino salting.


"Ish! Perasaanmu hari ini nggak enak atau baik-baik saja?" tanya Erlena gemas.


"Sedikit nggak enak sih," jawab Melvino santai.


"Kalau perasaanmu ke aku gimana? Sudah suka nggak sama aku?" tanya Erlena sambil menaik turunkan kedua alisnya dan tersenyum manis.


"Nggak tahu," jawab Melvino sambil menaik turunkan alisnya.


"Yah!" Ucap Erlena kecewa dengan bibir yang mengerucut.


"Ha-ha-ha, gue sudah jatuh cinta kali sama lu Len. Tetapi akan ada saatnya gue yang akan menyatakan cinta ke elu," ucap Melvino di dalam hati sambil tersenyum tipis melihat wajah Erlena yang menggemaskan.


"Jangan suka sama cewek lain ya, kamu bolehnya suka sama aku saja titik nggak pakai koma!" pungkas Erlena sambil menatap tajam ke arah Melvino.


"Ututu tutu atu tatut," ejek Melvino sambil melambai-lambaikan tangannya ketakutan.


"Huh! Menyebalkan! Sudah ya Babay Elvin sayang! Semangat belajar dan cari uang untuk membangun rumah tangga kita demi masa depan kita ya!" Gombal Erlena sambil flying kiss.


"In syaa Allah," gumam Melvino sambil bersandar di dinding.


Guru pun memasuki kelas dan mengajar para murid-muridnya.


"Erlena," panggil Bu Nurmi.

__ADS_1


"Ya, Bu?" sahut Erlena.


"Kemari," titah Bu Nurmi.


Erlena pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah tempat duduknya Bu Nurmi.


"Ada apa ya Bu?" tanya Erlena lembut sambil membungkukkan diri mnya.


"Sini ibu bisikkin," jawab bu Nurmi sambil menyuruh Erlena untuk mendekatinya.


"Kamu yang punya cafe'xxxx ya?" bisik Bu Nurmi.


Erlena merasa terkejut dengan pernyataan Bu Nurmi, bagaimana bisa Bu Nurmi mengetahui bahwa dia memiliki cafe sendiri. Erlena langsung menjauh dari Bu Nurmi dan melotot ke arah Bu Nurmi.


Seluruh murid yang ada di kelas merasa aneh dengan tingkah laku Erlena yang berani melotot ke arah Bu Nurmi. Melvino terkekeh kecil karena melihat wajah Erlena yang sedang melotot.


"Lucu sekali gadis bodohku ini," umpat Melvino.


"Kenapa lu ketawa bor," bisik Zaky di sebelah Melvino.


"Giliran sama Lena nggak dingin, giliran sama gue dingin idih!" Sungut Zaky sambil mengepalkan jari-jarinya.


"Karena Lena spesial," ucap Melvino di dalam hati sambil melihat Erlena yang sedang membisikkan sesuatu kepada Bu Nurmi.


"Ibu jangan pernah kasih tahu kepada siapapun itu," ancam Erlena.


"Iya nggak kok, tetapi kamu wajib setiap hari Jumat ibu harus di traktir oke?" Ucap Bu Nurmi sambil tersenyum mengejek.


"Iya deh..." Ucap Erlena pasrah.


Bel pun berbunyi......


"KRING"

__ADS_1


"KRING"


"KRING"


Erlena yang sedang melewati rooftop mendengar suara teriakkan seseorang. Erlena merasa familiar saat mendengar suara teriakkan orang yang ada di dalam.


"Mati Lu!" Teriak seseorang yang berpakaian serba hitam.


"Jangan bunuh aku!" Teriak balik seseoeang yang memakai baju seragam seperti Erlena.


"Kayak suara Adelia? Gue masuk deh," ucap Erlena di dalam hati sambil mengendap-endap agar tidak ketahuan jika dia sedang menguping.


"Karena orang tua lu, orang tua gue jadi sakit jiwa ketika orang tua lu mencabut saham di perusahaan bokap gue. Padahal kami nggak ada salah pada kalian semua!" Teriak seseorang yang berpakaian serba hitam.


"Karena mamah lu korupsi di perusahaan bokap gue! Makanya bokap gue mengambil sahamnya di perusahaan bokap lu!" Teriak balik seseorang.


"Gue bunuh lu!" Ucap seseorang yang berpakaian serba hitam.


Seseorang yang berpakaian serba hitam itu mendorong seseorang yang belum di ketahui siapa itu. Sebelum seseorang yang berpakaian serba hitam menjatuhkan seseorang itu dia menusuk perut dengan memakai pisau.


Satu pertetes darah mulai menyebar kemana-mana.


"Tolong," teriak seseorang yang sedang menahan rasa sakit.


"Bye! Gue tinggal dahulu ha-ha-ha!" Pamit seseorang yang berpakaian serba hitam sambil pergi meninggalkan seseorang yang habis dia tusuk.


"Sialan! Mengapa gue nggak tahu itu Adelia!" Umpat Erlena langsung lari menuju ke arah Adelia.


"Adel pegang tanganku!" Titah Erlena.


"Kak Lena?" ucap adelia lirih.


"Tolong aku kak," ucap Adelia lirih.

__ADS_1


"Iya, ini kakak tolong! Kamu cepatan pegang tangan kakak," titah Erlena yang sangat khawatir dengan keadaan Adelia.


__ADS_2