Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 101


__ADS_3

TAP


TAP


TAP


Suara sepatu beradu dengan lantai tangga. Datang lah seorang gadis yang cantik dan manis yaitu Erlena Ive sara.


"Selamat pagi mami dan papi ku sayang." Sapa Erlena dengan nada lembut sambil mengecup pipi ke dua orang tua nya.


"Pagi juga sayang." Balas mami dan papi Erlena sambil membalas kecupan sang anak.


"Kita langsung sarapan saja ya." Ucap papi Erlena sambil tersenyum.


"Iya lah orang sudah lapar juga ha-ha-ha" Ucap mami dan Erlena yang di akhiri dengan tawa-Nya.


"Lena cuman sarapan roti saja ya mi, nggak usah pakai apa-apa. Karena Erlena sudah telah nih. Ini sudah hampir jam setengah tujuh dan Lena juga takut macet di jalanan tahu nggak sih huh," ucap Erlena dengan cepat sambil merapikan rambut-Nya yang agak berantakan.


"Atau kamu bawa bekal saja ya? Kan nanti makan di sekolah bisa ya?" Tanya mami Erlena panik karena takut anak-Nya bakalan terlambat datang ke sekolah.


"Iya tuh betul mi, Lena bawa saja deh bekal nya nanti Lena makan dikantin." Jawab Erlena panik sambil membantu mami nya memasuk kan roti di bekal nya.


"Terima kasih ya mi, Lena berangkat kuliah dahulu." Ucap Erlena sambil berlari menuju ke arah pintu keluar.


"Heh, Lena!" Teriak papi Erlena.


SRET.


"Haduh, untung saja nggak licin nih lantai." Gumam Erlena.


"Ada apa sih pi?" Teriak Erlena di pintu.


"Ambil nih kunci mobil nya, mau naik apa kamu. Papi mau sarapan jadi nggak ada yang antar." Teriak papi Erlena.

__ADS_1


Erlena pun memasuki rumah nya lagi untuk mengambil kunci mobil nya di tangan papi nya.


"Nih, makanya jangan ceroboh!" Sindir papi Erlena sambil menyodor kan kunci mobil Lamborghini milik nya kepada Erlena.


"Kalau mau ngebut hati - hati! Lihat kanan kiri dahulu!" Peringat papi Erlena.


"Iya Pi." Patuh Erlena.


"Dasar! Kenapa sih nggak antar kan dahulu Lena nya!" Ucap mami Erlena kesal.


"Orang aku mau sarapan dahulu sama kamu kok dih." Balas papi Erlena sambil memakan roti nya.


"Kamu hati - hati ya sayang. Jangan ngebut - ngebut." Perintah mami Erlena.


"Iya mi." Bohong Erlena.


"Lena pergi dahulu assalamualaikum." Pamit Erlena sambil Salim kepada ke dua orang tua nya.


"Wa'alaikum salam." Balas mami dan papi Erlena.


Karena jarak antara sekolah dan rumah nya lumayan dekat. Maka Erlena hanya membutuh kan waktu 20 menit saja untuk sampai ke kampus dengan jalan yang tidak terlalu macet.


Untung saja Erlena mengendarai mobil nya dengan cepat, kalau tidak cepat mungkin dia sudah terlambat untuk memasuki kampus baru nya. Erlena sudah diparkir an sekolah nya, masih di dalam mobil Lamborghini Aventador milik papi nya.


ANGGAP SAJA MOBIL NYA SEPERTI INI...



Saat Erlena memasuki mobil nya di gerbang kampus tersebut. Banyak pasang mata yang melihat takjub dengan mobil yang dimiliki oleh Erlena. Melihat kampus yang sudah ada di hadapan nya membuat dia teringat dengan percakapan antara diri nya dengan papi nya.


FLASHBACK ON.


"Kamu kuliah di universitas Indonesia." Ucapan papi nya membuat Erlena terkejut setengah mati.

__ADS_1


"Apa!" Pekik Erlena tanpa sadar yang membuat mami dan papi Erlena menutupi telinga mereka masing - masing.


"Upsi... Sorry." Ucap Erlena sadar baru saja berteriak langsung menutup mulut nya menggunakan mulut nya menggunakan ke dua telapak tangan nya.


"Ya, kamu bakalan sekolah dikampus ayah nya Melvin." Ucap papi Erlena sambil menatap lembut kearah anak nya.


"Loh? Kok disitu sih Pi? Emang nggaka da yang lain?" Tanya Erlena tak terima.


"Kok papi sekolah kan Lena di kampus nya ayah nya Melvin? Disana pasti ada Melvin Pi!?" Tanya sang mami Erlena yang keheranan dengan ucapan sang suami nya. Diri nya juga tidak terima anak satu - satu nya satu kampus bersama orang yang telah menyakiti hati anak nya.


"Huh, papi nih memang menyebalkan! Aku tidak mau berjumpa dengan nya lagi!" Ucap Erlena di dalam hati menjerit.


"Papi nggak tahu kalau disana ada Melvin!" Tukas papi Erlena.


"Inti nya kamu tetap sekolah di kampus sana. Kalau kamu sudah move on dari dia pasti kamu akan merasa biasa saja jika berjumpa dengan nya. Selesai kan masalah mu dengan Melvin, papi percaya sama kamu. Papi tidak akan ikut campur dengan masalah mu dengan Melvino." Perintah papi Erlena dengan tegas.


Papi dan mami Erlena sudah mengetahui apa permasalahan antara Erlena dengan Melvino. Mami Erlena sudah mulai tidak suka dengan Melvino, karena nya Erlena sudah berubah.


Erlena tidak manja lagi seperti dahulu, kini Erlena selalu menyendiri kan diri nya untuk melupakan masalah antara Erlena dengan Melvino. Masalah papi nya Erlena, sebenarnya suka dengan watak Melvino, akan tetapi, saat kejadian itu.


Papi Erlena merasa kecewa dengan Melvino, sebenar nya diri nya ingin sekali menjodoh kan Melvino dengan anak kesayangan nya. Tetapi, itu tidak jadi. Diri nya ingin anak nya cepat menyelesai kan masalah yang ada.


Mengingat percakapan nya tadi malam bersama papi nya. Erlena hanya bisa menghela napas kasar nya antara siap atau tidak untuk berjumpa dengan nya lagi.


FLASHBACK OFF.


Ke empat remaja laki-laki sedang menyantap sarapan mereka. Sarapan di kantin itu adalah kebiasaan mereka, yang selalu sarapan di sekolah Daripada di rumah.


Mengapa mereka tidak sarapan dirumah?


Karena kata mereka takut telat, selain itu alasan nya mereka malas sarapan bersama dengan keluarga nya. Malas ditanya tentang apapun yang mereka lakukan.


Walaupun mereka sering bolos dalam pelajaran, mereka sangat lah pintar dalam mata pelajaran yang mereka sukai. Kecuali Melvino, Melvino itu selalu bisa dalam pelajaran apapun.

__ADS_1


"Otak nya tidak seperti kamu kayak udang dan ulat." Sindir author untuk yang suka contek.


Pikiran mereka selalu sama adalah Orang akan menilai baik buruk diri kita dari sikap kita kepada mereka. Inti nya mereka tidak peduli tentang itu.


__ADS_2