Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 49


__ADS_3

Erlena yang mendengar pertanyaan dari Melvino hanya tersenyum simpul, hatinya terasa sesak saat melihat mata Melvino yang berkaca-kaca.


Melvino yang melihat senyuman Erlena yang di berikan kepada diri-nya merasakan sesak dan sedikit merasa bersalah. Akan tetapi Melvino hanya tetap diam tanpa membuka suara agar dia mengetahui jawaban-nya Erlena.


Erlena pun menaruh kotak hadiahnya di tepi kasur Melvino. Kemudian Erlena mendekati Melvino dan menghapus cairan bening yang ada di pelupuk mata Melvino. Di dalam hati Erlena tertawa saat melihat mata Melvino membulat.


"Sangat menggemaskan!" ucap Erlena di dalam hati.


Erlena memegang bahunya Melvino dengan kedua tangan-nya, sambil menatap sayu ke arah melvino.


"Elvin!" panggil Erlena tegas.


"Ya?" jawab Melvino sambil membalas tatapan Erlena.


"Kamu nanyakan, mengapa aku selalu baik kepadamu?" tanya Erlena mengulangi pertanyaan Melvino.


Melvino hanya menganggukkan kepala-nya.


"Itu karena aku cinta dan sayang sama kamu sebagai seorang lelaki! Bukan karena harta, takhta, tampan, dan otakmu yang cerdas! Jika kamu pernah memikirkan bahwa aku cewek yang suka sama kamu karena ada mau-nya? jawaban-nya salah! Jika kamu bertanya mengapa aku masih mencintaimu? Jawaban-nya adalah cinta tidak membutuhkan alasan!" jawab Erlena panjang lebar.


Melvino yang mendengarkan jawaban Erlena tertegun dan dia merasa hangat jika mendengar bahwa Erlena masih mencintai-nya.


"Tetapi," sergah Melvino yang langsung di potong ucapan-nya bersama Erlena.

__ADS_1


"Sustt! Nanti dahulu tanya-nya ya Elvin," ucap Erlena sambil mencubit pipi-nya Melvino.


Seketika perbuatan Erlena membuat jantung-nya tidak karuan dan Melvino berusaha mengendalikan perasaannya dengan menghirup napas berulang kali. Saat sudah tidak terasa lagi bom jantung-nya menghela napas lega.


"Masalah jika kamu selalu menyakiti hati aku....


Itu tidak masalah dan itu adalah hakmu. Aku tidak bisa memaksa kalau kamu harus baik sama aku, cinta sama aku dan sayang sama aku. Aku cuman mau berjuang mendapatkan hatimu dengan caraku sendiri dan tanpa paksaan dari hatimu!" ucap Erlena sambil tersenyum perih dan melepaskan tangan-nya dari bahu Melvino.


"Karena tak ada yang dapat mengubah orang lain, tetapi seseorang dapat menjadi alasan untuk berubah itu prinsipku," sambung Erlena sambil memalingkan wajah-nya agar dia bisa menguatkan hati-nya.


"Maaf..." ucap Melvino sambil menundukkan kepala-nya.


"Mengapa minta maaf Elvin?" tanya Erlena dengan lembut.


Erlena?


Jangan di tanya lagi.


Seluruh tubuh Erlena seperti tersengat listrik.


Hati-nya terasa sangat sakit, saat di tolak kembali perasaannya keempat kali-nya.


Apakah kalian pernah seperti Erlena? Pasti sangat sakit, cukup memprihatinkan.

__ADS_1


Melvino yang menyadari bahwa Erlena hanya diam tanpa membalas ucapan-nya, tersenyum tipis hingga Erlena tidak melihat-nya. Karena Erlena menatap kosong ke arah Samping jendela.


Melvino menepuk bahu Erlena. Membuat Erlena terkejut dari kesadarannya.


"Ohh iya Elvin, tidak apa-apa. Aku akan selalu berjuang untuk mendapatkan hatimu," ucap Erlena lirih.


"Maaf.." hanya itu yang di ucapkan Melvino.


"Sudahlah, nih ada hadiah buat kamu Vin!" ucap Erlena sambil menyodorkan kotak kadonya kepada Melvino.


Melvino dengan cepat mengambil kotak kado-nya dengan perasaan senang.


"Terima kasih," ucap Melvino sambil tersenyum manis.


"Sama-sama, ihhh kamu bisa senyum Vin, manis banget," sorak Erlena sambil menatap kearah Melvino dengan mengerjap-ngerjapkan mata-nya seperti hewan panda.


"Seandainya, aku selalu melihat senyummu pasti aku senang banget," gumam Erlena sambil tersenyum tipis.


"Apa Len? Nggak kedengaran?" tanya Melvino pura-pura bingung.


"Ekh... Tidak salah dengar kali kamu," ucap Erlena gugup.


"Ooo," berohria Melvino.

__ADS_1


"Gue cuman bisa tersenyum kalau sama lu doang Len. Nggak ada yang lain," ucap Melvino di dalam hati sambil tersenyum tipis.


__ADS_2