
... "*Kepergianmu adalah penyesalan bagiku. Kenapa? karena aku belum sempat membahagiakanmu."...
......................
..."Jagalah orang-orang yang kamu sayang sebelum kamu bener-bener kehilangan mereka. Karena penyesalan nggak akan bisa mengubah sesuatu yang telah pergi dari kehidupan kita yang mungkin tidak akan sebaik di masa lalu kita*. "...
"Alah ngapain juga kamu belain dia, dia juga yang membuatmu koma selama delapan bulan. Kamu sadar nggak sih kalau kamu itu koma selama delapan bulan, nggak lelah apa tidur mulu," sungut Melvino sambil memutarkan kedua bola mata-Nya.
"Heh kak, gue juga nggak tahu kalau gue itu koma selama delapan bulan. Gue saja tahu-Nya gue di sana alam yang sangat sejuk dan indah warna biru-biru dan putih-putih kok. Jadi mana tahu gue ya elah," pungkas Adelia sambil tersenyum miring.
"Gue juga pingin bilang jadi yang sebenar-Nya adalahyang membunuhku itu adalah Boy! Musuh kita yang sebenar-Nya! Kenapa kakak nggak percaya sama aku? Ha!?Dia itu cuman manfaattin kakak dan dia hanya butuh uang-Nya kakak saja, pas kakak ngasih uang untuk mamah-Nya sakit kanker leukimia. Kata-Nya pintar kok lihat nggak bisa bedain mana yang baik mana yang buruk!" Ucap Adelia dengan nafas yang memburu.
Melvino hanya berdiam diri bibir-Nya tidak bisa berbicara. Diri-Nya hanya fokus mendengarkan ucapan dari sang adik-Nya dengan tatapan teduh.
"Apa kah sebenar-Nya kakak tahu? Bahwa Boy sudah tidak mempunyai kedua orang tua-Nya lagi! Saat dia berumur lima belas tahun, dia selama ini mencari uang dengan cara mencuri dan berjudi dan mengambil hak orang. Apa kah kakak tahu akan hal itu semua hm? Aku sudah pernah menjelaskan jangan terlalu percaya sama orang yang sudah membuat kita terluka di masa lalu, mengapa kakak masih nggak percaya dengan ucapanku!" Sambung Adelia lalu mengalir lah air bening di sekitar pipi-Nya, kemudian meneguk air putih dengan sekali tegukan.
Tubuh Melvino pun seketika menegang, dia masih tidak menyangka bahwa Boy lah yang sebenar-Nya yang melakukan ini semua. Sekarang apa? Diri-Nya saja sudah mengusir Erlena atas permintaan-Nya dan sekarang dia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan.
"Jadi boy sebenar-Nya yang membunuhmu, lalu mengapa gue melihat kalau Erlena yang megang pisau di tubuh lu?" tanya Melvino dengan bibir yang menggetar.
"Ya. kak Lena hanya bisa membantu mencabut pisau yang ada di perut gue," jawab Adelia seketika langsung dingin dengan tatapan kosong.
"Ekhm, maaf menganggu waktu pembicaraan kalian. Saya ingin memeriksa keadaan nona Adelia terlebih dahulu," ucap dokter sambil mendekati Adelia.
"Oh, ya silakan," balas Melvino singkat lalu menggeser tempat duduk nya.
__ADS_1
"Ini sesuatu keajaiban nona, karena banyak pasien yang mengalami koma dan ketika mereka sadar dia akan mengalami kelumpuhan ataupun yang lain-Nya, tetapi anda tidak mengalami-Nya," ucap dokter takjub.
"Oh ya benar kah? Terima kasih banyak dok," balas Adelia sambil tersenyum hangat.
"Iya, Kapan saya bisa pulang dok?" tanya Adelia sambil melihat wajah tampan nya si dokter.
"Hari ini atau besok juga bisa kok nona," jawab dokter ramah.
"Oke, hari ini saya akan pulang ke rumah. Aku sudah merindukan rumahku," balas Adelia dengan senyum lebar-Nya.
"Baik lah, itu hak anda. Apa kah anda butuh bantuan?" tanya dokter.
"Tidak dok, terima kasih atas bantuannya," jawab Adelia.
"Sama-sama,"balas dokter lalu pergi dari ruangan tersebut.
Setelah dokternya sudah pergi dari ruangan rawat-Nya Adelia, Adelia menoleh ke arah samping untuk melihat keadaan kakak-Nya. Diri-Nya tahu bahwa sang kakak sudah menyesali apa yang pernah kakak-Nya lakukan terhadap Erlena.
"Mengapa? Menyesal? Tidak ada guna-nya lagi kak, dia sudah pergi dari kehidupan kakak seperti yang kakak ingin kan, ya kan?" Imbuh Adelia sambil tersenyum miring saat melihat Melvino menatap kosong ke arah jendela.
"Ya, gue menyesal. Tetapi gue yakin pasti dia tidak akan pernah melakukan itu. Dia sangat mencintai gue, begitu pula dengan gue!" Pungkas Melvino dengan tingkat kepercayaan-Nya yang tinggi.
"Jangan terlalu berharap nanti sakit ha-ha-ha, apa lagi kalau kakak waktu itu mengusir ka Lena untuk pergi dari kehidupan kakak dengan cara kasar. Sudah tidak ada harapan lagi atau pun secuil harapan pun tidak ada," balas Adelia yang membuat hati Melvino sakit.
"Ha-ha-ha, gue nggak percaya akan hal itu. Karena gue sudah mengatakan bahwa gue mencintai diri-Nya, dia pasti pergi cuman tenangin diri doang. Gue tahu kalau gue salah dan gue akan meminta maaf karena membuat hati-Nya terluka," balas Melvino yang tak mau kalah.
__ADS_1
"Ndas mu lah kak, ora peduli, nama-Nya perempuan itu kalau di sakitin sudah muak lihat cowok yang menyakiti diri dan hati-Nya. Karena aku dan Erlena sama-sama perempuan," jengah Adelia sambil memutarkan kedua bola mata-Nya.
Melvino tidak berniat membalas ucapan Adelia, yang dia pikirkan bagaimana cara-Nya untuk menemukan Boy. Karena diri-Nya sudah mencari boy saat orang tua-Nya mengatakan bahwa Boy lah yang membunuh adik-Nya.
Karena diri-Nya termakan omongan dari musuh keluarga-Nya sendiri, dia harus menelan pahit karena diri-Nya gadis yang sangat dia cintai telah pergi dari kehidupan diri-Nya. Dia merutuki diri-Nya sendiri dan diri-Nya sangat menyesal apa yang telah dia perbuat kepada gadis yang dia cintai yang entah keberadaan-Nya di mana.
Diri-Nya saat Erlena pergi dari kehidupan-Nya, rasa-Nya hampa sekali. Diri-Nya tidak ingin melakukan apapun, yang dia inginkan adalah Erlena. Gadis yang dia cintai dan diri-Nya lah yang membuat gadis yang dia cintai telah pergi.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar nak," teriak Bunda yang membuat ketiga orang tersebut merasa kaget.
"Berisik tahu nggak mi, nggak usah teriak-teriak juga kali mi," ucap Melvino sambil menatap tajam ke arah bunda-Nya.
"Kenapa tuh, mata-Nya berkaca-kaca? Nangis? Atau apa hah?" tanya bunda sambil tersenyum mengejek.
"Nggak tahu dan bodo amat," jawab Melvino langsung pergi dari ruangan adik-Nya.
"Kapok tuh rasain, Pas Erlena pergi baru sadar huh," gumam bunda dan hati yang greget dengan tingkah laku sang anak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan sia-sia kan orang yang selalu memaafkan kesalahan mu karena cinta nya pada mu selalu lebih besar dari sakit yang dia terima darimu.
Jangan pernah menyia-nyia kan orang yang tulus mencintai mu karena saat dia sudah pergi kamu pasti akan sangat merindukan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1